Perlu diketahui bahwa 100 artikel referensi, tidaklah semua buku yang sebanyak itu dibacanya. Anda hanya membaca yang berkaitan saja dan memasukannya sebagai pernyataan di buku. Jadi jika nara sumbernya dari buku maka bacalah bagian yang berhubungan saja. Narasumber referensi bisa diperoleh dari koran, majalah, tabloid, buku maupun internet. Narasumber atau referensi bisa pula berasal dari buku yang kita kumpulkan. Artikel itu bisa dari majalah, koran, tabloid atau terbitan lainnya. Artikel boleh Anda kumpulkan dalam bentuk kliping sehingga ketika membutuhkan, Anda tinggal mengambilnya.
Penulis tidak membuat kliping dari artikel yang penulis kumpulkan, tetapi tetap dalam bentuk majalah, tabloid atau koran dan terbitan lainnya. Artikel menarik yang bukan dari sumber cetakan di atas biasanya langsung di-scan dan disimpan di komputer. Kalau mengumpulkan majalah, koran atau tabloid tanpa menggunting bagian yang penting, membutuhkan gudang clan hal ini yang memberatkan kita. Oleh sebab itu, khusus untuk koran, hanya artikel yang menarik dan sesuai bidang saja yang digunting. Jika terdapat gambar yang menarik langsung di-scan. Apabila narasumbernya diambil dari internet maka file itu clisimpan di komputer. Tetapi seringkali dipindah ke flashdisk, CD atau alat penyimpan data lainnya.
Nah, ketika membutuhkan artikel itu, kita tinggal mencetaknya atau langsung mengutipnya dan menyelipkan pada kalimat yang membutuhkan referensi. Sekarang ini narasumber dari internet jumlahnya tidak terbatas, sehingga Anda bisa rnencari yang Anda mau. Oleh sebab itu, sekarang ini sebenarnya internet sudah dapat menyaingi artikel sebagai sumber informasi. Selain buku, koran, tabloid, majalah dan internet, apalagi yang bisa menjadi narasumber? Tentunya para pakar yang bisa ditanyai secara langsung. Kalau sedang ingin mengutip dari narasumber secara lisan, kita bisa menggunakan tape recorder dan kemudian menyalin inti dan apa yang disampaikan nara sumber. Selain itu para praktisi di bidang keahlian yang sesuai dengan artikel yang kita tulis bisa dimintai pendapatnya. Kalau penulis yang melakukan wawancara tidak menggunakan rekaman yang mencolok sebab kesannya formal, biasanya alat rekam diselipkan disaku dan kita mengajak wawancara seolah diskusi. Biasanya dengan cara ini, justru apa yang disampaikan benar-benar inti dari pemikirannya.
Artikel informatif standarnya bagaimana? Sejatinya yang dinamakan buku informatif adalah artikel yang mengandung informasi baru. Ada buku yang ditulis berdasarkan topik lama tetapi informasi yang disampaikan termasuk yang terbaru. Seperti diselipi data statistik terbaru, trend baru, serta metode baru dan lainnya yang menyebabkan sebuah buku memiliki nilai lebih. Sebenarnya standar dari buku informatif secara normatif tidak ada. Di sini hanya ditekankan bahwa buku informatif ini adalah artikel yang menyajikan hal-hal baru masa terkini. Meskipun itu topiknya lama, jika memiliki informasi baru maka artikel tersebut dikatakan sebagai hal informatif. Mengapa penulis memberikan sub bab ini, sebab selama ini jika kita menulis tidak pernah berpikir mengenai yang kita tulis, apakah termasuk sebagai yang informatif atau tidak. Bahkan kita sebagai penulis juga jarang memperhitungkan yang kita tulis ini akan dipasarkan ke segmen yang mana. Tiba-tiba naskah yang ditulis ditolak oleh penerbit.
Nah, ini membuat Anda kacau dan merasa sia-sia karena sudah bersusah payah dalam membuat artikel. Supaya jangan terjadi seperti itu sebaiknya Anda sendirilah yang membuat standar buku yang akan ditulis. Pertama harus inforrnatif, kedua memiliki pasar yang banyak, ketiga kemungkinan best seller. Kalau Anda sudah memberikan standar pada artikel yang Anda tulis, maka sebaiknya Anda mengajukan syarat untuk menulis sebuah artikel yang memenuhi standar. Misalnya saja sebuah buku best seller yang berstandar adalah yang memiliki : informasi baru, baik dari statistik, nara sumber yang terpercaya, memiliki gambar dan foto serta informasi lainnya yang terbaru. Artikel Anda memjliki standar jika sudah memenuhi segmen pasar yang besar. Kalau buku kita hanya akan dikonsumsi oleh kalangan yang terbatas, maka haltersebut tidak bisa dijual banyak. Selain itu penerbitnya juga memiliki berbagai pertimbangan dalam menerbitkannya.
Misalnya saja Panduan menulis dengan mesin ketik. Yang seperti ini pasti tidak laku sebab semua orang sudah menggunakan komputer. Artikel yang Anda tulis diharapkan bisa best seller. Memang best seller itu tidaklah segampang perkiraan kita, tetapi jika Anda termasuk sudah masuk standar dan sangat informatif maka kemungkinan best seller sangat besar. Ini sangat jelas, mengapa kita harus memberikan standar bagi buku yang kita tulis. Jika kita menulis tetapi penjualannya tidak baik, maka sangatlah sia-sia artikel kita. Lebih baik dipersiapkan menjadi cadangan bestseller dari pada tidak.
Penulis tidak membuat kliping dari artikel yang penulis kumpulkan, tetapi tetap dalam bentuk majalah, tabloid atau koran dan terbitan lainnya. Artikel menarik yang bukan dari sumber cetakan di atas biasanya langsung di-scan dan disimpan di komputer. Kalau mengumpulkan majalah, koran atau tabloid tanpa menggunting bagian yang penting, membutuhkan gudang clan hal ini yang memberatkan kita. Oleh sebab itu, khusus untuk koran, hanya artikel yang menarik dan sesuai bidang saja yang digunting. Jika terdapat gambar yang menarik langsung di-scan. Apabila narasumbernya diambil dari internet maka file itu clisimpan di komputer. Tetapi seringkali dipindah ke flashdisk, CD atau alat penyimpan data lainnya.
Nah, ketika membutuhkan artikel itu, kita tinggal mencetaknya atau langsung mengutipnya dan menyelipkan pada kalimat yang membutuhkan referensi. Sekarang ini narasumber dari internet jumlahnya tidak terbatas, sehingga Anda bisa rnencari yang Anda mau. Oleh sebab itu, sekarang ini sebenarnya internet sudah dapat menyaingi artikel sebagai sumber informasi. Selain buku, koran, tabloid, majalah dan internet, apalagi yang bisa menjadi narasumber? Tentunya para pakar yang bisa ditanyai secara langsung. Kalau sedang ingin mengutip dari narasumber secara lisan, kita bisa menggunakan tape recorder dan kemudian menyalin inti dan apa yang disampaikan nara sumber. Selain itu para praktisi di bidang keahlian yang sesuai dengan artikel yang kita tulis bisa dimintai pendapatnya. Kalau penulis yang melakukan wawancara tidak menggunakan rekaman yang mencolok sebab kesannya formal, biasanya alat rekam diselipkan disaku dan kita mengajak wawancara seolah diskusi. Biasanya dengan cara ini, justru apa yang disampaikan benar-benar inti dari pemikirannya.
Artikel informatif standarnya bagaimana? Sejatinya yang dinamakan buku informatif adalah artikel yang mengandung informasi baru. Ada buku yang ditulis berdasarkan topik lama tetapi informasi yang disampaikan termasuk yang terbaru. Seperti diselipi data statistik terbaru, trend baru, serta metode baru dan lainnya yang menyebabkan sebuah buku memiliki nilai lebih. Sebenarnya standar dari buku informatif secara normatif tidak ada. Di sini hanya ditekankan bahwa buku informatif ini adalah artikel yang menyajikan hal-hal baru masa terkini. Meskipun itu topiknya lama, jika memiliki informasi baru maka artikel tersebut dikatakan sebagai hal informatif. Mengapa penulis memberikan sub bab ini, sebab selama ini jika kita menulis tidak pernah berpikir mengenai yang kita tulis, apakah termasuk sebagai yang informatif atau tidak. Bahkan kita sebagai penulis juga jarang memperhitungkan yang kita tulis ini akan dipasarkan ke segmen yang mana. Tiba-tiba naskah yang ditulis ditolak oleh penerbit.
Nah, ini membuat Anda kacau dan merasa sia-sia karena sudah bersusah payah dalam membuat artikel. Supaya jangan terjadi seperti itu sebaiknya Anda sendirilah yang membuat standar buku yang akan ditulis. Pertama harus inforrnatif, kedua memiliki pasar yang banyak, ketiga kemungkinan best seller. Kalau Anda sudah memberikan standar pada artikel yang Anda tulis, maka sebaiknya Anda mengajukan syarat untuk menulis sebuah artikel yang memenuhi standar. Misalnya saja sebuah buku best seller yang berstandar adalah yang memiliki : informasi baru, baik dari statistik, nara sumber yang terpercaya, memiliki gambar dan foto serta informasi lainnya yang terbaru. Artikel Anda memjliki standar jika sudah memenuhi segmen pasar yang besar. Kalau buku kita hanya akan dikonsumsi oleh kalangan yang terbatas, maka haltersebut tidak bisa dijual banyak. Selain itu penerbitnya juga memiliki berbagai pertimbangan dalam menerbitkannya.
Misalnya saja Panduan menulis dengan mesin ketik. Yang seperti ini pasti tidak laku sebab semua orang sudah menggunakan komputer. Artikel yang Anda tulis diharapkan bisa best seller. Memang best seller itu tidaklah segampang perkiraan kita, tetapi jika Anda termasuk sudah masuk standar dan sangat informatif maka kemungkinan best seller sangat besar. Ini sangat jelas, mengapa kita harus memberikan standar bagi buku yang kita tulis. Jika kita menulis tetapi penjualannya tidak baik, maka sangatlah sia-sia artikel kita. Lebih baik dipersiapkan menjadi cadangan bestseller dari pada tidak.































