Dapatkan BACKLINK GRATIS dari beberapa website PR 6 dan PR 3. (Hanya sampai 31 Januari 2015)
























































































































































artikel of designed with the beautiful airplane prints
artikel of the top manufacturers of airplane crib bedding
artikel of the airplane crib bedding sets
artikel of the massive expense of helicopters
artikel of particularly rewarding as almost every RC airplane modeller
artikel of model airplane setup to offer a professional service
artikel of inexpensive disposable 35mm camera to the bottom of your model aeroplane
artikel of strapping some sort of camera to the model airplane
artikel of RC model airplane pilot
artikel of Electric power for your model airplane
artikel for the hobby of RC model airplane flying
artikel of aerial photography and video using your RC model airplane
artikel of professional aviation before returning to aeromodelling
artikel of the military when they were flying in the very airplane
artikel of be careful about with your model airplane

smartphone android iphone
smartphone android iphone
smartphone android iphone
self-improvement, family,
healthy, recipes, sport
smartphone android iphone
smartphone android iphone
computer, gadget, education
Business, Finance, Jobs
smartphone android iphone
smartphone android iphone
Cari Perbedaan
sejarah islam

Teknik Membuat Artikel Informatif

Time table adalah alat yang digunakan untuk mamaksa diri agar produktif menulis artikel. Kalau sudah menggunakan time table kita tidak harus menunggu datangnya suatu ide. Ada seorang teman yang kalau mau menulis artikel harus mendapatkan ide terlebih dahulu. Ia akan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Ia mengondisikan diri seperti seorang pertapa. Namun ide yang dicarinya justru tidak ketemu. Kuncinya, ide itu jangan ditunggu atau dicari, malah ide itu akan lari. Sudahlah biarkan saja ide itu. Ia akan muncul mana saja, bahkan ketika kita sedang mandi, atau beol, mencuci mobil, memandikan kucing, memandikan burung, sedang mengambil uban putih istri, membaca artikel, mengemudi mobil, serta kegiatan lainnya, ide itu bisa muncul.

Penulis sendiri sering mendapatkan ide ketika mengemudikan mobil. Kenapa begitu? Karena kalau penulis menyetir mobil biasanya melamun. Meskipun melamun nyampe juga penulis di kantor. Anda tahu kan ketika Anda menyetir dan selalu melewati jalan yang sama, yang bekerja bukanlah otak Anda, tetapi syaraf motorik Anda. Anda tidak perlu berpikir untuk membelokan setir ke kiri atau ke kanan dengan memerintahkan otak. Kalau Anda sudah terbiasa menyetir dan lewat di tempat yang sama maka syaraf motorik Anda yang bekerja. Oleh sebab itu, penulis jarang mau lewat di jalan yang baru, tetapi lewat di jalan lama sampai kapan pun. Supaya ketika penulis melamun, penulis mendapatkan banyak ide! Ide jangan dicari, sebab semakin ngotot mencari ide malah tidak akan ditemukan idenya.

Tony Buzan dalam karyanya Mind map mengatakan bahwa otak kita perlu istirahat. Cara istirahat yang benar adalah melupakan apa yang menjadi persolan kita. Nah, ketika kita sedang melupakan apa yang menjadi persoalan (ide) saat itu, muncul hal-hal aneh yang sering kali merupakan ide yang sedang kita cari. Maka sebaiknya Anda menulislah dengan cara menyimpan ide-ide yang Anda dapat terlebih dahulu dalam bank ide, setelah itu Anda baru menulis setiap ide yang disesuaikan dengan tren, peluang dan momennya. Time table akan memaksa kita untuk bekerja lebih keras. Hal ini tentunya identik dengan penulisan. Kalau kita tidak mengejar target dalam mulisan artikel, kita tidak akan bisa produktif. Semakin produktif semakin positif masing-masing penulis memiliki kriteria dan ciri khas dalam membuat artikel informatif.

Artikel sebenarnya merupakan pusat informasi tetapi buku tidak hanya seperti itu, ia harus lebih informatif. Jadi kalau artikel sudah memiliki standar dari IKAPI atau ISBN, artikel yang informatif ini melebihi standar itu. Artikel informatif adalah buku yang lain dari pada yang Iain dan belum pernah diterbitkan oleh satu penerbitpun. Artikel yang informatif dan sangat inspiratif adalah artikel-artikel yang mendobrak fenomena lama. Jadi, buku itu memberikan wawasan baru bagi pembacanya. Artikel informatif yang sudah terbit misalnya artikel-artikel yang ditulis oleh Robert T. Kiyosaki tentang Rich Dad Poor dad atau Cashflow Quadrant. Ketika pertama kali keluar, buku ini begitu laris.

Seorang penulis pemula kadang kala tidak berpikir ke arah ia bisa menulis saja sudah syukur, tetapi seorang penulis pemula bisa saja menjadi seorang penulis buku best seller kalau mau. Karya Andrea Hirata tetralogi, mulai Laskar Pelangi, Sang pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov bukanlah karya seorang penulis yang sudah menerbitkan artikelnya sekian judul. Ia justru menjadi penulis yang Iangsung melejit sejak artikel pertamanya diterbitkan. Nah, menjadi penulis seperti inilah yang kita pada bagian ini kita akan belajar bagaimana membuat artikel yang informatif tanpa menoleh dan memikirkan dalam-dalam apa yang sudah diuraikan sebelumnya. Konsentrasikan diri Anda untuk membuat sebuah artikel yang informatif itu.

Time Table Menulis Buat Anda.
Jadi menulis sebaiknya menggunakan time table, sebab dengan adanya time table Anda akan dipaksa oleh diri sendiri untuk mengerjakan pekerjaan Anda sesuai skedul yang sudah Anda buat. Apa kriteria buku informatif? Artikel yang informatif tentunya akan berisi dengan berbagai informasi yang sangat baru bagi pembacanya. Nah, untuk mendapatkan naskah yang seperti ini sangat langkah sekali. Kalau Anda bisa membuatnya dan kemudian dipasarkan, tentunya peluang untuk bisa best seller sangat besar. Artikel Moammar Emka Under Cover laris manis di pasaran karena sangat informatif sekali. Dalam artikelnya menggambarkan kehidupan Jakarta di tengah malam, dan ia bisa mengungkap rahasia-rahasia dunia malam di Jakarta.

Artikel ini membuat heboh dan menjadi best seller karena sangat informatif sekali. Artikel yang informatif tentunya penuh dengan hal-hal baru. Sekarang ini dunia perartikelan begitu semarak, inovasi tidak hanya disegi tulisan, tetapi disegi cover, disegi pemberian data, foto, gambar, serta lainnya juga begitu. Penulis bisa melakukan improvisasi pada tulisan nonfiksi yang diberikan kalimat-kalimat tanya jawab serta lainnya. Kadangkala kata mutiara, gambar, foto, simbol-simbol serta Iainnya diselipkan di artikel yang sebelumnya hanya isinya tulisan saja. Desain cover sekarang ini bisa dibolak-balik. Cover yang normal berdiri, sekarang dibuat tidur, atau antara cover bawah dan atas saling terbalik. Begitu pula dengan pemberian data pada artikel, penulis tidak segan-segan rnemberikan data dalam bentuk CD, dan akhir-akhir ini artikel yang dilengkapi dengan CD sudah mulai merebak.

Artikel juga tidak ditulis kering tanpa referensi. Sekarang ini penerbit sangat banyak di Indonesia. Setiap buku baru muncul dan beredar di toko yang dijual itu dalam kondisi bersegel sehingga pembaca tidak tahu isi artikel tersebut. Ketika membeli artikel, seringkali pembaca salah pilih. Artikel tersebut tidak memberikan makna pada pembacanya karena merupakan terjemahan. Sedangkan terjemahannya tidak mudah dipahami karena kurang sesuai dengan bahasa aslinya. Orang bosan membaca artikel demikian dan melemparnya ke sampah. Penulis juga sering ketipu dengan v yang tidak bermutu seperti ini. Kalau sudah begitu berarti sebaik apapun judul buku itu berserta topiknya, ia bukanlah sebagai artikel yang informatif.

Artikel yang informatif tentu saja menunjukan wawasan dan intelektual penulisnya. Artikel yang ditulis oleh pakar yang sudah dikenal lebih disukai oleh konsumennya lantaran isinya sangat bermanfaat dan selalu ada yang baru. Oleh sebab itu, kenapa penerbit selalu memburu para penulis yang selalu menulis sesuai dengan keahliannya? Salah satu sebabnya adalah buku yang ditulis oleh mereka selalu mencerminkan wawasan dan intelektual mereka. Artikel-artikel Rhenald Kasali, Hermawan Kartajaya, Safir Senduk, Philip Kotler, Steven R. Covey, serta para pakar lain konsisten menulis keihnuan yang sesuai dengan kepakarannya.

Teknik membuat artikel informatif
Artikel yang informatif tentunya membutuhkan data yang merupakan informasi atau fakta yang harus dibaca oleh pembacanya. Di dalam membuat artikel yang informatif salah satu cara yang dilakukan adalah dengan selalu menyelipkan data pada setiap kalimat dalam alinea. Data itu dapat berupa data statistik, angka dalam suatu tabel, gambar-gambar, foto, yang semuanya merupakan informasi baru. Informasi baru ini seringkali-berasal dari riset yang dilakukan oleh lembaga riset. Kalau sedang menulis artikel tentang marketing, riset mengenai banyaknya konsumen yang belanja di mini market, supermarket, hypermarket, _atau pasar tradisional bisa diselipkan. Teknik pengisiannya tentunya dengan melihat dalam sub bab yang ditulis, apakah memang membutuhkan data pendukung untuk kalimat itu. Cara menyelipkannya tekanlah control-H dan ketiklah kata kunci yang merupakan penerima dari data yang ingin diselipkan, kemudian tekan find tex dan klik OK. Dengan cara ini Anda tidak harus menarik dan mencari-cari letak kalimat yang akan diisi dengan data.

Selanjutnya cuplikan kata dari narasumber seperti pernyataan para ahli secara lisan dan tulisan (dari artikel) bisa diselipkan diantara kalimat yang membutuhkan pernyataan para ahli. Pernyataan para ahli ini adalah suatu pernyataan yang mendukung pernyataan kita. Seorang penulis kadangkala melontarkan suatu pernyataan yang merupakan teorinya, tetapi teori ini tidak akan bermakna atau kuat jika tidak didukung oleh pernyataan pendamping. Artikel yang informatif sangat membutuhkan referensi dari nara sumber yang ahli dibidang itu. Jika sudah rnendapatkan pernyataannya maka artikel Anda akan lebih bernilai dibanding tanpa memiliki pernyataan dari sumber yang sangat ahli. Selain pernyataan narasumber, suatu tulisan akan menjadi informative jika diberikan gambar-gambar pendukung seperti gambar kartun, foto, simbol-simbol, Serta lainnya. Gambar kartun, foto atau simbol-simbol bisa diselipkan dengan menggunakan cara yang sama seperti alinea nomer 1, yaitu dengan cara menekan control H dan tulis kata kunci sub bab atau kalimat yang akan disisipi dengan gambar, foto atau simbol.

Contoh untuk menyelipkan gambar, kalau di sub bab dengan kata kuncinya pasar dan foto yang akan diselipkan adalah foto tentang pasar. Maka ketik pasal dan klik find tex maka langsung kata pasar yang Anda inginkan muncul. Nah, Anda tinggal menyelipkan gambar itu sesuai dengan posisinya, dan tidak jauh dengan tema dalam sub bab itu. Editor penerbit biasanya mengetahui letak gambar yang layak, dan ia akan selalu membetulkan. Teknik membuat artikel informatif di atas sangat sederhana, yaitu memberikan data, pernyataan dari pakar adanya gambar, foto atau simbol atau unsur lain yang dibutuhkan dalam artikel tersebut. Kalau pembaca memiliki pengetahuan lain tentang segala hal yang bisa dimasukan dalam suatu kalimat pada sub bab, maka pembaca bisa memasukan untuk memperkaya isi artikel kita sendiri.

Santosa selalu mengisi artikelnya dengan foto-foto sehingga artikelnya tidak sepi, tetapi berwarna-warni, dan foto-foto itu merupakan informasi bagi pembacanya. Cara mendapatkan narasumber/referensi. cara mendapatkan narasumber jika dibayangkan amatlah sulit. Orang tidak mungkin membaca buku yang tebalnya rata-rata di atas seratus, apalagi kalau artikel berbahasa Inggris rata-rata ketebalannya di atas 200 lembar. Nah, kalau kita sedang rnengumpulkan suatu pernyataan dari artikel, maka timbul suatu kemalasan. Salah satu jalan tidak mungkin kita membaca keseluruhan artikel, kita akan mencati topik yang sama dengan artikel yang ditulis dengan melihat daftar isi buku. Kalau sudah diketahui maka bacalah dan ainbilah narasumber yang berhubungan.

 








Copyright © 2010 by: www.IndexArticles.com

Proudly Powered by: Blogger
Designed by blogtemplate4u.com | Blogspot Tutorial