Apa Royalty?
Apa yang dimaksud dengan royalty? Rayalty adalah pembayaran yang diberikan oleh penerbit ke penulis atas penjualan artikel yang sudah dipasarkan. Biasanya royalty berkisar 10%-15% tergantung dari penerbitnya. Kalau Anda adalah penulis yang dicari dan karya Anda bisa menghasilkan miliaran rupiah buat penerbit, bisa jadi Anda akan dicari oleh penerbit dan penawarannya biasanya akan lebih tinggi dari penerbit lainnya. Kisarannya yaitu 15% paling banyak. Aturan main ini sudah merupakan kesepakatan dan diatur oleh IKAPI sehingga tidak terjadi kekacauan dalam pemberian royalty.
Royalty paling umum adalah 10% saja dari penjualan. Sampai kapan Anda mendapatkan royalty? Anda bisa mendapatkan royalty sepanjang artikel Anda terus dicetak ulang dan artikel Anda tidak dihapus dari rencana cetak ulang. Kalau naskah artikel anda sudah habis dan tidak dicetak ulang, maka royalty akan berakhir. Jadi bagi penulis produktif yang memiliki naskah banyak, maka royalty akan mengalir setiap semester sekali. Oya, pembagian royalty itu setiap 6 bulan sekali. Bagi penerbit tertentu royalty biasanya diberikan 25% di muka ketika pertama kali artikel mulai diterbitkan. Tetapi kebanyakan menggunakan cara pembayaran 6 bulan sekali setelah artikel itu beredar.
Kalau Anda adalah penulis yang Andal dan menginginkan aktivitas menulis Anda dijadikan sebagai profesi, maka mencari penerbit yang mau membayar di muka sebesar 25% dari artikel yang dicetak itu lebih bijaksana. Belum apa-apa sudah dibayar uang muka 25%. Enak kan? Tapi tidak menutup kemungkinan tetap bekerja sama dengan penerbit yang memberikan royalty 6 bulan, kemudian tidaklah menjadi masalah. Selain royalty, Anda juga berhak nilai atas artikel yang Anda jual ke penerbit. Artikel Anda akan dihargai dengan nilai tertentu, dan Anda tidak berhak lagi dengan hak cipta artikel Anda.
1 Artikel yang ditulis tidak diterbitkan dengan cara memetik royalty, ia pada waktu itu menjual hak cipta-nya ke penerbit. Setelah artikelnya booming dan penerbitnya dapat mengeruk keuntungan yang luar biasa, maka sebagai penulis ia menyesal. Kenapa? Kalau saja ia tidak menjual naskah artikel itu, ia pasti akan mendapatkan royalty yang besarnya melebihi uang yang diterimanya ketika menjual naskah itu. Pertimbangan menjual putus atau menggunakan royalty saja ini sangat dramatis dan spekulatif. Oleh sebab itu, baik di sisi penulis dan penerbit, perjanjian penerbitan dengan menggunakan royalty sangat menguntungkan. Sayangnya kalau penjualannya kecil, maka royalty yang diterima juga kecil. Kalau seperti ini kan enak dijual saja naskahnya.
Memang benar, ada sisi risiko yang harus ditanggung penulis jika menjual naskah itu. Begitu pula risiko penerbit jika membeli naskah dan ternyata artikelnya tidak laku. Royalty akan diberikan kepada ahli warisnya jika penulis meninggal dunia. Aturan main ini dicantumkan dalam SPP. Oleh sebab itu, jika artikel Anda berjenis artikel abadi, yang bisa dicetak berulang kali tanpa mengenal tren, maka kemungkinan besar royalty akan mengalir ke ahli waris Anda secara terus menerus. Inilah keunggulan royalty dibanding menjual hak cipta Anda.
Apa yang dimaksud dengan royalty? Rayalty adalah pembayaran yang diberikan oleh penerbit ke penulis atas penjualan artikel yang sudah dipasarkan. Biasanya royalty berkisar 10%-15% tergantung dari penerbitnya. Kalau Anda adalah penulis yang dicari dan karya Anda bisa menghasilkan miliaran rupiah buat penerbit, bisa jadi Anda akan dicari oleh penerbit dan penawarannya biasanya akan lebih tinggi dari penerbit lainnya. Kisarannya yaitu 15% paling banyak. Aturan main ini sudah merupakan kesepakatan dan diatur oleh IKAPI sehingga tidak terjadi kekacauan dalam pemberian royalty.
Royalty paling umum adalah 10% saja dari penjualan. Sampai kapan Anda mendapatkan royalty? Anda bisa mendapatkan royalty sepanjang artikel Anda terus dicetak ulang dan artikel Anda tidak dihapus dari rencana cetak ulang. Kalau naskah artikel anda sudah habis dan tidak dicetak ulang, maka royalty akan berakhir. Jadi bagi penulis produktif yang memiliki naskah banyak, maka royalty akan mengalir setiap semester sekali. Oya, pembagian royalty itu setiap 6 bulan sekali. Bagi penerbit tertentu royalty biasanya diberikan 25% di muka ketika pertama kali artikel mulai diterbitkan. Tetapi kebanyakan menggunakan cara pembayaran 6 bulan sekali setelah artikel itu beredar.
Kalau Anda adalah penulis yang Andal dan menginginkan aktivitas menulis Anda dijadikan sebagai profesi, maka mencari penerbit yang mau membayar di muka sebesar 25% dari artikel yang dicetak itu lebih bijaksana. Belum apa-apa sudah dibayar uang muka 25%. Enak kan? Tapi tidak menutup kemungkinan tetap bekerja sama dengan penerbit yang memberikan royalty 6 bulan, kemudian tidaklah menjadi masalah. Selain royalty, Anda juga berhak nilai atas artikel yang Anda jual ke penerbit. Artikel Anda akan dihargai dengan nilai tertentu, dan Anda tidak berhak lagi dengan hak cipta artikel Anda.
1 Artikel yang ditulis tidak diterbitkan dengan cara memetik royalty, ia pada waktu itu menjual hak cipta-nya ke penerbit. Setelah artikelnya booming dan penerbitnya dapat mengeruk keuntungan yang luar biasa, maka sebagai penulis ia menyesal. Kenapa? Kalau saja ia tidak menjual naskah artikel itu, ia pasti akan mendapatkan royalty yang besarnya melebihi uang yang diterimanya ketika menjual naskah itu. Pertimbangan menjual putus atau menggunakan royalty saja ini sangat dramatis dan spekulatif. Oleh sebab itu, baik di sisi penulis dan penerbit, perjanjian penerbitan dengan menggunakan royalty sangat menguntungkan. Sayangnya kalau penjualannya kecil, maka royalty yang diterima juga kecil. Kalau seperti ini kan enak dijual saja naskahnya.
Memang benar, ada sisi risiko yang harus ditanggung penulis jika menjual naskah itu. Begitu pula risiko penerbit jika membeli naskah dan ternyata artikelnya tidak laku. Royalty akan diberikan kepada ahli warisnya jika penulis meninggal dunia. Aturan main ini dicantumkan dalam SPP. Oleh sebab itu, jika artikel Anda berjenis artikel abadi, yang bisa dicetak berulang kali tanpa mengenal tren, maka kemungkinan besar royalty akan mengalir ke ahli waris Anda secara terus menerus. Inilah keunggulan royalty dibanding menjual hak cipta Anda.































