Hambatan lainnya dalam soal menulis adalah fobia. Fobia menjadi orang terkenal tidak hanya menghambat satu dua orang tetapi menghambat penulis lainnya. sehingga hasil karyanya malah tidak bisa dikenali banyak orang. Ia khawatir sekali kalau harus tampil di depan publik. Seperti talk show, seminar, workshop atau kegiatan lain yang berhubungan dengan buku dan artikel dan tautan acara mempromosikan buku dan artikel. Kalaupun penulis sudah membayangkan ketakutannya untuk tampil di depan publik, dan menjadi terkenal maka ia akan terhambat dalam melakukan aktivitasnya. Belum apa-apa ia sudah terbayang akan ketakutannya.Oleh sebab itu, hambatan-hambatan di atas sebaiknya segera dihilangkan dari pikiran kita dan mengambil manfaat jika penulis itu selain mendatangkan dampak yang positif juga mendatangkan rejeki.
Profesi menulis belum dianggap penting.
Pada hari ini tanggal 25 maret 2012 Gramedia Pustaka Utama telah berulang tahun yang ke 37. Pada iklannya dicantukan jajaran penulis seantero Nusantara dengan pesan bahwa mereka telah meningkatkan harkat kemanusiaan demi masa depan yang lebih ramah, lebih cerah dan lebih cerdas. Peran penulis dalam meningkatkan kecerdasan bangsa masih merupakan moto penerbit paling besar di Indonesia ini. Penulis sempat terharu ketika pak Dwi Helly (Editor GPU) melayangkan sms tentang nama penulis Frans M Royan masuk dalam jajaran penluis GPU yang telah menyumbangkan ide dan pikirannya demi bangsa dan negara. Tidak terbayangkan bawah akhirnya nama penulis yang mungkin sebelumnya hanya memiliki makna sebagai nama panggilan bisa mauk ke dalam iklan yang begitu besar dan terhormat.
Alinia di atas adalah salah satu bentuk ungkapan atau karangan kecil yang menyampaikan bahwa peran penulis sebenarnya tidaklah kecil dalam mencerdaskan bangsa. Namun tidak semua orang menyadarinya. Orang berpikir apa sih profesi penulis itu. Mereka mungkin biasa bilang bahwa seorang penuils identik dengan seorang pengkhayal . Nah, ini yang membuat mengapa penulis menjadi tidak dihargai oleh orang. Mulai kita belajar, apa yang kita baca? Buku dan artikel kan? Mulai naik ke SMP apa yang kita baca? Buku dan artikel. Mulai ke SLTA sampai ke perguruan tinggi apa yang kita baca. Buku dan artikel. Semua yang kita baca adalah buku dan artikel. Begitu pula ketika kita menikah. Novel kamasutra ditulis dalam bentuk apa? Buku dan artikel juga kan? Lalu ketika istri kita hamil, panduan untuk kesehatan ibu hamil sampai melahirkan apa yan dibaca oleh istri kita? Buku dan artikel juga kan? Jadi bukan hanya oli TOP One yan digunakan semua orang. Tetapi mulai kita kecil sampai punya anak, Betapa berharganya buku dan artikel.
Dan betapa berharganya sang penulisnya. Kalau tidak ada yang menulis maka tidak ada buku dan artikel yang kita baca. Bagaimanapun tidak berharganya seorang penulis, tetapi kita tahu penulis memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan kita.
Profesi menulis belum dianggap penting.
Pada hari ini tanggal 25 maret 2012 Gramedia Pustaka Utama telah berulang tahun yang ke 37. Pada iklannya dicantukan jajaran penulis seantero Nusantara dengan pesan bahwa mereka telah meningkatkan harkat kemanusiaan demi masa depan yang lebih ramah, lebih cerah dan lebih cerdas. Peran penulis dalam meningkatkan kecerdasan bangsa masih merupakan moto penerbit paling besar di Indonesia ini. Penulis sempat terharu ketika pak Dwi Helly (Editor GPU) melayangkan sms tentang nama penulis Frans M Royan masuk dalam jajaran penluis GPU yang telah menyumbangkan ide dan pikirannya demi bangsa dan negara. Tidak terbayangkan bawah akhirnya nama penulis yang mungkin sebelumnya hanya memiliki makna sebagai nama panggilan bisa mauk ke dalam iklan yang begitu besar dan terhormat.
Alinia di atas adalah salah satu bentuk ungkapan atau karangan kecil yang menyampaikan bahwa peran penulis sebenarnya tidaklah kecil dalam mencerdaskan bangsa. Namun tidak semua orang menyadarinya. Orang berpikir apa sih profesi penulis itu. Mereka mungkin biasa bilang bahwa seorang penuils identik dengan seorang pengkhayal . Nah, ini yang membuat mengapa penulis menjadi tidak dihargai oleh orang. Mulai kita belajar, apa yang kita baca? Buku dan artikel kan? Mulai naik ke SMP apa yang kita baca? Buku dan artikel. Mulai ke SLTA sampai ke perguruan tinggi apa yang kita baca. Buku dan artikel. Semua yang kita baca adalah buku dan artikel. Begitu pula ketika kita menikah. Novel kamasutra ditulis dalam bentuk apa? Buku dan artikel juga kan? Lalu ketika istri kita hamil, panduan untuk kesehatan ibu hamil sampai melahirkan apa yan dibaca oleh istri kita? Buku dan artikel juga kan? Jadi bukan hanya oli TOP One yan digunakan semua orang. Tetapi mulai kita kecil sampai punya anak, Betapa berharganya buku dan artikel.
Dan betapa berharganya sang penulisnya. Kalau tidak ada yang menulis maka tidak ada buku dan artikel yang kita baca. Bagaimanapun tidak berharganya seorang penulis, tetapi kita tahu penulis memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan kita.































