Gangguan fungsi tubuh lebih saya identikkan dengan quadriplegic. Isitlah quadriplegic merupakan istilah yang tidak asing lagi, karena istilah ini cukup familiar baik dalam bidang ilmu psikologi, artikel kedokteran maupun pendidikan. Mangunsong (1998) mengatakan bahwa quadriplegic ini mempunyai pengertian yang luas, namun secara umum dapat dikatakan bahwa quadriplegic atau cacat fisik ini merupakan suatu bentuk ketidakmampuan tubuh untuk menjalankan fungsi tubuh seperti dalam keadaan normal.
Namun secara spesifik, quadriplegic ini dapat didefenisikan sebagai bentuk kelainan atau kecacatan pada system otot, tulang, persendian, dan syaraf yang disebabkan oleh penyakit, virus dan kecelakaan baik terjadi sebelum lahir, saat lahir dan sesudah kelahiran. Menurut artikel yang diterbitkannya, gangguan itu mengakibatkan gangguan koordinasi, komunikasi, adaptasi, mobilisasi, dan gangguan perkembangan pribadi.
Meichati (dalam artikel purnarini:2006) mengatakan bahwa seseorang dikatakan quadriplegic karena tidak berfungsinya anggota tubuh secara normal. Penyandang cacat menurut Undang-Undang No 4 tahun 1997 didefenisikan sebagai “setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan mental yang dapat mengganggu kegiatan secara selayaknya” termasuk penyandang cacat dalam hal ini adalah penyandang cacat fisik, penyandang cacat mental, serta penyandang cacat fisik dan mental.
Berdasarkan uraian artikel di atas dapat di simpulkan bahwa quadriplegic (cacat fisik) adalah ketidakmampuan seseorang dalam menjalankan aktivitas kesehariannya seperti orang pada umumnya dikarenakan adanya kelainan pada fungsi fisiknya bersifat menetap.
1. Penyebab Quadriplegic.
Quadriplegic merupakan suatu tipe kelainan yang berpusat pada fisik tidak berfungsi sebagaimana semestinya. Namun ketidakberfungsiannya fisik ini memiliki penyebab yang berbeda-beda antara quadriplegic satu dengan lainnya.
Dalam artikelnya, Mangunsong (1998) mengatakan ada beberapa macam sebab yang dapat menimbulkan kerusakan pada anak hingga menjadi quadriplegic. Sebab-sebab tersebut adalah :
a. Sebab-sebab sebelum lahir (fase prenatal)
Pada fase yang disebutkan pada artikel ini kerusakan terjadi pada saat bayi masih dalam kandungan, kerusakan ini disebabkan oleh:
- Infeksi atau penyakit yang menyerang ketika ibu mengandung sehingga menyerang otak bayi yang sedang di kandungnya, misalnya infeksi, syphilis, rubella, dan typhus abdominolis.
- Kelainan kandungan menyebabkan peredaran terganggu, tali pusat tertekan, sehingga merusak pembentukan syaraf-syaraf di dalam otak.
- Bayi dalam kandungan terkena radiasi. Radiasi langsung mempengaruhi system syaraf pusat sehingga struktur maupun fungsinya terganggu.
- Ibu sedang mengandung mengalami trauma (kecelakaan) dapat mengakibatkan terganggunya pembentukan system syaraf pusat. Misalnya dalam artikel ini yakni, ibu jatuh dan perutnya membentur yang cukup keras dan secara kebetulan mengganggu kepala bayi maka dapat merusak system syaraf pusat.
b. Sebab-sebab pada saat kelahiran (fase natal, peri natal).
Hal-hal yang dapat menimbulkan kerusakan otak bayi pada saat bayi di lahirkan menurut artikel ini antara lain :
- Proses kelahiran terlalu lama karena tulang pinggang ibu kecil sehingga bayi mengalami kekurangan oksigen, kekurangan oksigen menyebabkan terganggunya system metabolisme dalam otak bayi, akibatnya jaringan syaraf pusat mengalami kerusakan.
- Pemakaian alat Bantu berupa tang ketika proses kelahiran yang mengalami kesulitan sehingga dapat merusak jaringan syaraf otak pada bayi.
- Pemakaian anestesi yang melebihi ketentuan. Ibu melahirkan karena operasi persyarafan otak bayi, sehingga otak mengalami kelainan struktur ataupun fungsinya.
c. Sebab-sebab setelah proses kelahiran (fase post natal).
Hal-hal yang dapat menyebabkan kecacatan setelah bayi lahir adalah:
1. kecelakaan / trauma kepala, amputasi
2. infeksi penyakit yang menyerang otak
3. anoxia / hypoxia
Berdasarkan uraian artikel di atas dapat disimpulkan bahwa penyebab quadriplegic dapat di kelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu sebab-sebab sebelum lahir (fase prenatal), sebab-sebab pada saat kelahiran (fase natal,peri natal), dan sebab-sebab setelah proses kelahiran (fase post natal).
2. Deteksi dini gangguan tumbuh kembang balita
Deteksi dini merupakan upaya untuk menemukan gangguan tumbuh kembang/kecacatan balita, sehingga pencegahan, pemulihan dapat dilaksanakan secara tepat dan terarah, untuk membantu balita cacat sehingga berkembang secara optimal sesuai kemampuannya.
Dalam artikel ini, sasaran adalah anak usia 0-6 tahun ynag di deteksi adalah kelaianan ukuran tubuh, fungsi serta bentuk alat/organ tubuh yang berperan dalam pertumbuhan serta perkembangan anak.
Yang dideteksi antara lain:
a. ukuran tubuh : berat badan, tinggi badan, lingkar kepala.
b. fungsi serta bentuk susunan saraf pusat (otak).
Namun secara spesifik, quadriplegic ini dapat didefenisikan sebagai bentuk kelainan atau kecacatan pada system otot, tulang, persendian, dan syaraf yang disebabkan oleh penyakit, virus dan kecelakaan baik terjadi sebelum lahir, saat lahir dan sesudah kelahiran. Menurut artikel yang diterbitkannya, gangguan itu mengakibatkan gangguan koordinasi, komunikasi, adaptasi, mobilisasi, dan gangguan perkembangan pribadi.
Meichati (dalam artikel purnarini:2006) mengatakan bahwa seseorang dikatakan quadriplegic karena tidak berfungsinya anggota tubuh secara normal. Penyandang cacat menurut Undang-Undang No 4 tahun 1997 didefenisikan sebagai “setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan mental yang dapat mengganggu kegiatan secara selayaknya” termasuk penyandang cacat dalam hal ini adalah penyandang cacat fisik, penyandang cacat mental, serta penyandang cacat fisik dan mental.
Berdasarkan uraian artikel di atas dapat di simpulkan bahwa quadriplegic (cacat fisik) adalah ketidakmampuan seseorang dalam menjalankan aktivitas kesehariannya seperti orang pada umumnya dikarenakan adanya kelainan pada fungsi fisiknya bersifat menetap.
1. Penyebab Quadriplegic.
Quadriplegic merupakan suatu tipe kelainan yang berpusat pada fisik tidak berfungsi sebagaimana semestinya. Namun ketidakberfungsiannya fisik ini memiliki penyebab yang berbeda-beda antara quadriplegic satu dengan lainnya.
Dalam artikelnya, Mangunsong (1998) mengatakan ada beberapa macam sebab yang dapat menimbulkan kerusakan pada anak hingga menjadi quadriplegic. Sebab-sebab tersebut adalah :
a. Sebab-sebab sebelum lahir (fase prenatal)
Pada fase yang disebutkan pada artikel ini kerusakan terjadi pada saat bayi masih dalam kandungan, kerusakan ini disebabkan oleh:
- Infeksi atau penyakit yang menyerang ketika ibu mengandung sehingga menyerang otak bayi yang sedang di kandungnya, misalnya infeksi, syphilis, rubella, dan typhus abdominolis.
- Kelainan kandungan menyebabkan peredaran terganggu, tali pusat tertekan, sehingga merusak pembentukan syaraf-syaraf di dalam otak.
- Bayi dalam kandungan terkena radiasi. Radiasi langsung mempengaruhi system syaraf pusat sehingga struktur maupun fungsinya terganggu.
- Ibu sedang mengandung mengalami trauma (kecelakaan) dapat mengakibatkan terganggunya pembentukan system syaraf pusat. Misalnya dalam artikel ini yakni, ibu jatuh dan perutnya membentur yang cukup keras dan secara kebetulan mengganggu kepala bayi maka dapat merusak system syaraf pusat.
b. Sebab-sebab pada saat kelahiran (fase natal, peri natal).
Hal-hal yang dapat menimbulkan kerusakan otak bayi pada saat bayi di lahirkan menurut artikel ini antara lain :
- Proses kelahiran terlalu lama karena tulang pinggang ibu kecil sehingga bayi mengalami kekurangan oksigen, kekurangan oksigen menyebabkan terganggunya system metabolisme dalam otak bayi, akibatnya jaringan syaraf pusat mengalami kerusakan.
- Pemakaian alat Bantu berupa tang ketika proses kelahiran yang mengalami kesulitan sehingga dapat merusak jaringan syaraf otak pada bayi.
- Pemakaian anestesi yang melebihi ketentuan. Ibu melahirkan karena operasi persyarafan otak bayi, sehingga otak mengalami kelainan struktur ataupun fungsinya.
c. Sebab-sebab setelah proses kelahiran (fase post natal).
Hal-hal yang dapat menyebabkan kecacatan setelah bayi lahir adalah:
1. kecelakaan / trauma kepala, amputasi
2. infeksi penyakit yang menyerang otak
3. anoxia / hypoxia
Berdasarkan uraian artikel di atas dapat disimpulkan bahwa penyebab quadriplegic dapat di kelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu sebab-sebab sebelum lahir (fase prenatal), sebab-sebab pada saat kelahiran (fase natal,peri natal), dan sebab-sebab setelah proses kelahiran (fase post natal).
2. Deteksi dini gangguan tumbuh kembang balita
Deteksi dini merupakan upaya untuk menemukan gangguan tumbuh kembang/kecacatan balita, sehingga pencegahan, pemulihan dapat dilaksanakan secara tepat dan terarah, untuk membantu balita cacat sehingga berkembang secara optimal sesuai kemampuannya.
Dalam artikel ini, sasaran adalah anak usia 0-6 tahun ynag di deteksi adalah kelaianan ukuran tubuh, fungsi serta bentuk alat/organ tubuh yang berperan dalam pertumbuhan serta perkembangan anak.
Yang dideteksi antara lain:
a. ukuran tubuh : berat badan, tinggi badan, lingkar kepala.
b. fungsi serta bentuk susunan saraf pusat (otak).































