Dalam tips statistik index, seorang artikel awalnya dituntut untuk bekerjasama dengan teman sekelompoknya untuk memahami materi pelajaran pada lembar materi, disini terjadi diskusi kelompok. Kemudian baru artikel mengerjakan LKS secara sendiri – sendiri tanpa ada komunikasi dengan yang lain. Setelah itu baru dikumpul jawaban masing – masing artikel oleh ketua kelompok. Ketua kelompok akan menggilirkan jawaban itu kepada artikel yang lain, jika ada artikel yang kurang paham atau tidak mengerti dengan jawabannya, maka pemilik jawaban tersebut dapat menjelaskannya.
Peran guru disini sebagai fasilitator dan motivator. Kemudian bersama guru menjelaskan LKS tersebut. Setelah itu baru dipilih 5 LKS terbaik. Dengan menjadi yang terbaik, maka akan timbul rasa senang dan puas dengan apa yang telah dilakukannya. Rasa senang dan puas itu akan menimbulkan motivasi dalam diri artikel untuk terus buku agar bisa mempertahankan posisi terbaiknya. Sedangkan artikel yang tidak terpilih dalam 5 LKS terbaik akan semakin terpacu untuk terus buku lebih giat lagi agar bisa juga menjadi yang terbaik. Disini peran guru sebagai motivator diperlukan. Setelah itu baru diadakan kuis untuk melihat peningkatan hasil buku artikel.
Tips statistik index pada dasarnya dibangun melalui kegiatan berfikir dan berbicara. Alur kemajuan tips ini dimulai dari keterlibatan artikel dalam berfikir secara sendiri – sendiri tanpa ada komunikasi dengan yang lain, selanjutnya di dalam diskusi kelompok dan jika ada artikel yang kurang paham dengan jawabannya maka artikel itu bisa menjelaskan dengan artikel tersebut. Ini merupakan suatu usaha agar artikel berani berbicara di depan temannya.
Penerapan tips statistik index memberi kesempatan kepada artikel untuk melakukan kegiatan berfikir sendiri. Tips statistik index meminta artikel memahami suatu materi secara bertahap, yaitu :
Tahap I : Setelah artikel diberi bahan ajar, artikel bersama kelompoknya mempelajari materi tersebut. Kemudian guru memberikan LKS kepada setiap artikel untuk dikerjakan secara sendiri – sendiri. Artikel dituntut untuk berfikir sendiri tanpa ada komunikasi dengan artikel lain. Setelah itu, lembar jawaban dikumpul dan digilirkan pada artikel yang lain.
Tahap II : Saat lembar jawaban digilirkan, jika ada artikel yang kurang faham atau tidak mengerti dengan jawabannya, maka artikel yang memiliki lembar jawaban tersebut bisa menjelaskan kepada temannya. Disini terjadi lagi diskusi yang akan memperdalam pemahaman artikel tentang materi tersebut. Menurut Made Pidarta, dengan cara seperti ini, ide –ide yang terbaik dapat dikumpulkan, kemudian disaring pula melalui pemikiran yang terbaik, sehingga akan tercapailah hasil yang terbail pula.
Jadi dengan tips statistik index, artikel diberi kesempatan untuk berfikir sendiri. Dengan berfikir sendiri akan lebih lama ingatnya suatu materi pelajaran. Selain itu, tips statistik index mendorong artikel untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses buku, terlibat secara aktif berfikir dan mengemukakan inspirasi sendiri sehingga membangun pemahaman tentang materi dalam diri artikel yang akhirnya dapat meningkatkan hasil buku matematika artikel.
Peran guru disini sebagai fasilitator dan motivator. Kemudian bersama guru menjelaskan LKS tersebut. Setelah itu baru dipilih 5 LKS terbaik. Dengan menjadi yang terbaik, maka akan timbul rasa senang dan puas dengan apa yang telah dilakukannya. Rasa senang dan puas itu akan menimbulkan motivasi dalam diri artikel untuk terus buku agar bisa mempertahankan posisi terbaiknya. Sedangkan artikel yang tidak terpilih dalam 5 LKS terbaik akan semakin terpacu untuk terus buku lebih giat lagi agar bisa juga menjadi yang terbaik. Disini peran guru sebagai motivator diperlukan. Setelah itu baru diadakan kuis untuk melihat peningkatan hasil buku artikel.
Tips statistik index pada dasarnya dibangun melalui kegiatan berfikir dan berbicara. Alur kemajuan tips ini dimulai dari keterlibatan artikel dalam berfikir secara sendiri – sendiri tanpa ada komunikasi dengan yang lain, selanjutnya di dalam diskusi kelompok dan jika ada artikel yang kurang paham dengan jawabannya maka artikel itu bisa menjelaskan dengan artikel tersebut. Ini merupakan suatu usaha agar artikel berani berbicara di depan temannya.
Penerapan tips statistik index memberi kesempatan kepada artikel untuk melakukan kegiatan berfikir sendiri. Tips statistik index meminta artikel memahami suatu materi secara bertahap, yaitu :
Tahap I : Setelah artikel diberi bahan ajar, artikel bersama kelompoknya mempelajari materi tersebut. Kemudian guru memberikan LKS kepada setiap artikel untuk dikerjakan secara sendiri – sendiri. Artikel dituntut untuk berfikir sendiri tanpa ada komunikasi dengan artikel lain. Setelah itu, lembar jawaban dikumpul dan digilirkan pada artikel yang lain.
Tahap II : Saat lembar jawaban digilirkan, jika ada artikel yang kurang faham atau tidak mengerti dengan jawabannya, maka artikel yang memiliki lembar jawaban tersebut bisa menjelaskan kepada temannya. Disini terjadi lagi diskusi yang akan memperdalam pemahaman artikel tentang materi tersebut. Menurut Made Pidarta, dengan cara seperti ini, ide –ide yang terbaik dapat dikumpulkan, kemudian disaring pula melalui pemikiran yang terbaik, sehingga akan tercapailah hasil yang terbail pula.
Jadi dengan tips statistik index, artikel diberi kesempatan untuk berfikir sendiri. Dengan berfikir sendiri akan lebih lama ingatnya suatu materi pelajaran. Selain itu, tips statistik index mendorong artikel untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses buku, terlibat secara aktif berfikir dan mengemukakan inspirasi sendiri sehingga membangun pemahaman tentang materi dalam diri artikel yang akhirnya dapat meningkatkan hasil buku matematika artikel.































