Dapatkan BACKLINK GRATIS dari beberapa website PR 6 dan PR 3. (Hanya sampai 31 Januari 2015)
























































































































































artikel of designed with the beautiful airplane prints
artikel of the top manufacturers of airplane crib bedding
artikel of the airplane crib bedding sets
artikel of the massive expense of helicopters
artikel of particularly rewarding as almost every RC airplane modeller
artikel of model airplane setup to offer a professional service
artikel of inexpensive disposable 35mm camera to the bottom of your model aeroplane
artikel of strapping some sort of camera to the model airplane
artikel of RC model airplane pilot
artikel of Electric power for your model airplane
artikel for the hobby of RC model airplane flying
artikel of aerial photography and video using your RC model airplane
artikel of professional aviation before returning to aeromodelling
artikel of the military when they were flying in the very airplane
artikel of be careful about with your model airplane

smartphone android iphone
smartphone android iphone
smartphone android iphone
self-improvement, family,
healthy, recipes, sport
smartphone android iphone
smartphone android iphone
computer, gadget, education
Business, Finance, Jobs
smartphone android iphone
smartphone android iphone
Cari Perbedaan
sejarah islam

6. Mengembangkan Plot

6. Mengembangkan Plot
Sebenarnya, bagi orang yang kaya dengan imajinasi, satu ide saja sudah cukup untuk melahirkan plot. Malah satu ide yang sederhana saja bisa jadi plot yang unik dan menarik. Apalagi bila disajikan dengan bahasa yang segar, renyah dan enak dibaca. Sering dijumpai, bahwa satu hal kecil yang kelihatannya yang tidak cukup berarti, dapat menjadi objek suatu cerita yang baik. Cerita "The Old Mand and The Sea" misalnya, ide dasar cerita kelihatan begitu sederhana , yakni tentang kehidupan seorang nelayan tua yang dengan keuletan dan keteguhan hati berjuang melawan laut. Tapi Ernest Hemingway telah menggodoknya menjadi cerita terkenal.

Demikian juga cerita "Neraka di Pasifik" (nama pengarangnya penulis sudah lupa) misalnya, ide dasar cerita hanya tentang dua orang serdadu Jepang dan Amerika yang sedang dalam pertempuran dan karenanya saling bermusuhan, ketika perang pasifik, sama-sama terdampar di sebuah pulau.

Memang terkadang, suatu plot yang sudah dirancang , dirasa tidak memadai untuk ditulis menjadi cerita. Plotnya terasa terlalu "miskin" dan karenanya tidak banyak yang dapat disajikan. Di sini Anda perlu mengembangkan lagi plot yang sudah di rancang itu. Bila terasa "miskin" perlu diperkaya, yakni dikembangkan. Ide yang sederhana itu dikembangkan, persoalannya diperbesar, konfliknya dipertajam, yakni dengan menambah unusur-unsur baru yang sejalan. Mengenai unsur plot Anda tentu tidak akan kesulitan. Unsur plot ada dimana-mana dan sangat banyak, sebanyak persoalan yang ada dalam kehidupan manusia. Ambil tiga diantaranya: "sebab", "akibat", dan "penyelesaian". Itu sudah plot, sudah cerita. Tinggal memilih persoalan baru apa yang harus ditambahkan kepada ide yang "miskin" tadi, akibat apa yang ditimbulkannya, yang lebih unik, setelah adanya penambahan itu, dan jalan keluar yang bagaimana yang dirasa tepat dan menarik untuk dijadikan penyelesaian. Di sinilah peran imajinasi Anda. Bila Anda memiliki imajinasi yang kaya dan subur, Anda tidak akan kesulitan dalam mencari ide yang baik, serta bisa sejalan dengan ide dasar yang hendak Anda kembangkan.

Kembali pada cerita "Neraka di Pasifik" tadi, ide yang sederhana itu telah dikembangkan dengan baik oleh pengarangnya: dua orang yang terdampar itu. Memang mereka saling bermusuhan, karena sedang dalam peperangan, namun mereka berada pada sebuah pulau yan sama, sebuah pulau yang tidak banyak memberikan fasilitas kehidupan. Tidak ada air tawar untuk diminum, tidak ada buah-buahan untuk dimakan. Yang ada hanyalah ikan-ikan di laut. Tapi mereka tidak punya alat untuk menangkapnya. Mereka juga tidak mungkin untuk tinggal selamanya di pulau itu. Tapi tidak ada perahu untuk menyeberang ke pulau lainnya, yang mungkin dapat memberikan kehidupan. Si serdadu Jepang mempunyai mantel untuk menampung air hujan dan karenanya ia memiliki persediaan air untuk diminum, sedangkan si serdadu Amerika hampir mati kehausan. Jadi ia harus mendapatkan air itu. Si serdadu Amerika pada suatu ketika mendapatkan tiram besar yang dagingnya sangat banyak, sedengkan si serdadu Jepang sudah lunglai karena lapar. Mereka juga harus menangkap ikan, membuat rakit bambu untuk menyeberang kepulai lain. Namun semua pekerjaan itu tak dapat dilakukan sendiri, harus bersama. Bagaimana bentuk kerjasama dari dua orang yang sedang bermusuhan? yang untuk tidur saja harus mencari persembunyian agar tidak dibunuh lawannya ketika sedang tidur?

Dari ide dasar yang sederhana, kelihatnnya pengarang cerita ini berhasil mengembangkan idenya sedemikian luas dan kaya, sehingga melahirkan sebuah plot yang kaya pula.

 








Copyright © 2010 by: www.IndexArticles.com

Proudly Powered by: Blogger
Designed by blogtemplate4u.com | Blogspot Tutorial