Komitmen adalah sebuah janji yang membuat kita sukses dalam bidang tulis-menulis. Ini suatu kata yang membuat orang bertanya-tanya, apa iya ya. Kalau pembaca sudah jalankan komitmen dan penerbitnya tidak mau menerbitkan naskah pembaca bagaimana? Jika ditelaah tentunya komitmen Anda percuma. Makanya komitmen tidak asal komitmen dan mengerjakan yang tidak ada warnanya. Sebaiknya berkomitmen termasuk berkomitmen untuk membuat naskah bermutu dan bisa diterbitkan. Kalau komitmen Anda hanya untuk memenuhi rasa lapar saja, dan tidak mau mengunyah makanan dengan nikmat, artinya kamu mengarang asal mengarang doang. Nah, ini yang harus dicegah Komitmen juga harus serius dalam menghasilkan karya yang best seller tentunya!
Target.
Persoalan ini tidak hanya dalam hal menjual barang, sehingga kita akan menetapkan target. Menulis pun juga harus membuat target. Buatlah goal untuk kegiatan menulis kamu. Kalau kamu memiliki goal, paling tidak kamu sudah tahu berapa banyak artikel yang kamu hasilkan dalam suatu periode tertentu. Serta goal itu bisa kamu buat sendiri. Nah, tidak susah bukan? Target itu jika dibuat sendiri, yang jelas tidak akan menyusahkan kamu. Kalau pembaca memiliki kebutuhan yang besar dan mengarang merupakan sumber keuangan pembaca, penulis artikel yakin targetnya malah membuat ngeri yang membacanya.
Jangan takut dengan memberikan goal dan dikatakan tulisan kamu nantinya tidak bermutu. Target itu kan bukan berhubungan dengan artikel yang bermutu atau tidak bermutu. Target kan hanya mengukur sejauh mana kinerja pembaca dalam hal tulis menulis. Apakah kamu sangat piawai dengan waktu sedikit, namun bisa menghasilkan karya yang bagus. Atau sebaliknya pembaca membuat goal supaya memang menjadi produktif.
Dulu jika orang mengarang menunggu ada ide turun dari langit, tetapi setelah ada komputer, internet, artikel dan berbagai sumber informasi lain. Penulis artikel tidak perlu menunggu ide, kan ide sudah ada dimana-mana termasuk dari sumber informasi itu. Setelah membaca ini dan itu akhirnya Anda memiliki ide untuk menulis dalam sebuah artikel. Target itu dapat memompa Anda bekerja lebih rajin. Jika Anda ada tujuan dalam pekerjaan Anda, maka Anda akan berusaha mencapainya. Kalau dalam pekerjaan Anda tidak ada tujuan, maka sulit untuk mencapai tujuan.
Misalnya, sebulan penulis harus bisa mengarang 1 artikel dengan ketebalan 100 halaman. Penulis artikel harus bisa bekerja sama dengan 6 penerbit agar artikel bisa segera diterbitkan. Nah, tujuan ini adalah sarana untuk mencapai tujuan pembaca. Karena kamu memiliki goal sebulan 1 artikel, maka pembaca akan mengejarnya. Lebih-lebih jika tujuan pembaca menulis paling utama adalah agar bisa membeli kendaraan, maka komplitlah target kamu beserta apa yang kamu inginkan dalam kegiatan tulis mengarang itu.
Berapa goal yang ideal dalam sebulan untuk menulis artikel setebal 100 halaman. Terserah Anda, kan tidak ada idealnya. Mau setahun hanya 1 artikel atau 2 artikel terserah Anda, Anda cari dulu tujuannya. Apakah hanya sekadar untuk hobi atau untuk profesi. Kalau sebagai profesi untuk mencari nafkah, tentunya Anda membutuhkan target, tapi jika sekadar sebagai hobi mengarang terserah Anda. Memberikan goal bisa Anda atur sendiri disesuaikan dengan tujuannya. Kalau ingin konsisten menulis, target harus berhubungan dengan kegiatan Anda dalam mengarang. Kalau ingin setiap hari menulis berarti Anda menginginkan setiap sebulan sekali muncul 1 artikel
Sebagai sumber nafkah.
Supaya konsisten menulis ternyata aktivitas mengarang ini harus dijadikan sebagai sumber mencari nafkah. Kalau kita bisa menjadikan mengarang ini untuk sumber nafkah, maka pembaca dituntut untuk konsisten menulis. Mencari topik-topik hot dan mengarang hal-hal yang informasinya baru. Kalau mengarang merupakan aktivitas dalam mencari nafkah berarti pembaca akan terus berkarya agar tidak kelaparan. Ini memang benar. Dari mana uang jika kamu tidak pernah menulis artikel. Karya yang sudah selesai kamu kirimkan ke penerbit, sementara itu kamu sudah menulis artikel berikut. Ketika karya pertama diterbitkan, karya berikut sudah mau dikirimkan pula ke penerbit. Begitu pula karya kedua dan ketiga semua akan segera dikirimkan ke penerbit. Pembaca akan mengarang secara berkesinambungan untuk menjaga agar artikel pembaca beredar cukup banyak dan darinya mendapatkan penghasilan.
Target.
Persoalan ini tidak hanya dalam hal menjual barang, sehingga kita akan menetapkan target. Menulis pun juga harus membuat target. Buatlah goal untuk kegiatan menulis kamu. Kalau kamu memiliki goal, paling tidak kamu sudah tahu berapa banyak artikel yang kamu hasilkan dalam suatu periode tertentu. Serta goal itu bisa kamu buat sendiri. Nah, tidak susah bukan? Target itu jika dibuat sendiri, yang jelas tidak akan menyusahkan kamu. Kalau pembaca memiliki kebutuhan yang besar dan mengarang merupakan sumber keuangan pembaca, penulis artikel yakin targetnya malah membuat ngeri yang membacanya.
Jangan takut dengan memberikan goal dan dikatakan tulisan kamu nantinya tidak bermutu. Target itu kan bukan berhubungan dengan artikel yang bermutu atau tidak bermutu. Target kan hanya mengukur sejauh mana kinerja pembaca dalam hal tulis menulis. Apakah kamu sangat piawai dengan waktu sedikit, namun bisa menghasilkan karya yang bagus. Atau sebaliknya pembaca membuat goal supaya memang menjadi produktif.
Dulu jika orang mengarang menunggu ada ide turun dari langit, tetapi setelah ada komputer, internet, artikel dan berbagai sumber informasi lain. Penulis artikel tidak perlu menunggu ide, kan ide sudah ada dimana-mana termasuk dari sumber informasi itu. Setelah membaca ini dan itu akhirnya Anda memiliki ide untuk menulis dalam sebuah artikel. Target itu dapat memompa Anda bekerja lebih rajin. Jika Anda ada tujuan dalam pekerjaan Anda, maka Anda akan berusaha mencapainya. Kalau dalam pekerjaan Anda tidak ada tujuan, maka sulit untuk mencapai tujuan.
Misalnya, sebulan penulis harus bisa mengarang 1 artikel dengan ketebalan 100 halaman. Penulis artikel harus bisa bekerja sama dengan 6 penerbit agar artikel bisa segera diterbitkan. Nah, tujuan ini adalah sarana untuk mencapai tujuan pembaca. Karena kamu memiliki goal sebulan 1 artikel, maka pembaca akan mengejarnya. Lebih-lebih jika tujuan pembaca menulis paling utama adalah agar bisa membeli kendaraan, maka komplitlah target kamu beserta apa yang kamu inginkan dalam kegiatan tulis mengarang itu.
Berapa goal yang ideal dalam sebulan untuk menulis artikel setebal 100 halaman. Terserah Anda, kan tidak ada idealnya. Mau setahun hanya 1 artikel atau 2 artikel terserah Anda, Anda cari dulu tujuannya. Apakah hanya sekadar untuk hobi atau untuk profesi. Kalau sebagai profesi untuk mencari nafkah, tentunya Anda membutuhkan target, tapi jika sekadar sebagai hobi mengarang terserah Anda. Memberikan goal bisa Anda atur sendiri disesuaikan dengan tujuannya. Kalau ingin konsisten menulis, target harus berhubungan dengan kegiatan Anda dalam mengarang. Kalau ingin setiap hari menulis berarti Anda menginginkan setiap sebulan sekali muncul 1 artikel
Sebagai sumber nafkah.
Supaya konsisten menulis ternyata aktivitas mengarang ini harus dijadikan sebagai sumber mencari nafkah. Kalau kita bisa menjadikan mengarang ini untuk sumber nafkah, maka pembaca dituntut untuk konsisten menulis. Mencari topik-topik hot dan mengarang hal-hal yang informasinya baru. Kalau mengarang merupakan aktivitas dalam mencari nafkah berarti pembaca akan terus berkarya agar tidak kelaparan. Ini memang benar. Dari mana uang jika kamu tidak pernah menulis artikel. Karya yang sudah selesai kamu kirimkan ke penerbit, sementara itu kamu sudah menulis artikel berikut. Ketika karya pertama diterbitkan, karya berikut sudah mau dikirimkan pula ke penerbit. Begitu pula karya kedua dan ketiga semua akan segera dikirimkan ke penerbit. Pembaca akan mengarang secara berkesinambungan untuk menjaga agar artikel pembaca beredar cukup banyak dan darinya mendapatkan penghasilan.































