Pengaturan tentang pemberian rabat dan keharusan menggunakan toko artikel sebagai saluran utama, oleh penerbit dirasakan sebagai suatu ikatan yang menjepit. Maka dicarilah saluran lain selain toko buku, dan dialokasikannya fasilitas rabat kepada saluran yang baru. Langkah ini sudah tentu mengundang reaksi dari pihak toko buku, karena dianggapnya sebagai suatu pembajakan daerah garapannya. Tetapi sesungguhnya di dalam hati kecil pihak penerbit masih terdapat pengakuan, bahwa menyebarluaskan artikel tanpa bantuan toko artikel merupakan sesuatu yang sulit untuk dilakukan.
Perpustakaan, walaupun kegiatan perpustakaan tidak merupakan bagian dari proses penerbitan buku, namun tetap dimasukkan juga sebagai salah satu dari lima komponen industri buku, karena dua alasan pertama, karena peran perpustakaan, terutama penpustakaan umum, dalam penyebarluasan artikel kepada pemakai terakhir, yaitu publik pembaca, dan kedua, karena daya beli perpustakaan makin hari makin meningkat.
Kita mengenal tiga kelompok perpustakaan: perpustakaan umum, perpustakaan akademik, dan perpustakaan industrial. Pertumbuhan dan perkembangan perpustakaan sesudah Perang Dunia ke II nampak meningkat dengan pesat karena beberapa faktor; perkembangan dalam pendidikan, peningkatan dalam ilmu pengetahuan dan kegiatannya, yang kemudian mengakibatkan timbulnya eksplosi informasi. Perpustakaan umum mempunyai dua fungsi untuk publik pembacanya, yaitu fungsi peminjaman artikel dan fungsi referensi buku.
Perpustakaan akademik biasanya dimiliki oleh lembaga pendidikan seperti universitas, institut teknologi, dan sekolah. Fungsinya serupa dengan fungsi perpustakaan umum peminjaman artikel dan referensi artikel tetapi tujuan utamanya ialah untuk menunjang kegiatan pendidikan. Dengan demikian fungsinya lebih dibobotkan pada referensi daripada peminjaman buku. Perpustakaan industrial juga dikenai sebagai perpustakaan spesial merupakan sumber informasi bagi kelompok khusus, merupakan bagian dan milik dari organisasi industri atau organisasi niaga. Serta digunakan oleh unsur-unsur dari dalam organisasi tersebut.
Perpustakaan industri ini dianggap bakal berkembang dengan pesat di masa mendatang, karena makin meningkatnya riset ilmu pengetahuan dan kegiatan industri serta perniagaan, sehingga bakal banyak informasi perlu untuk disimpan dan dikontrol. Yang penting untuk diketahui oleh para penerbit ialah, bahwa profesi perpustakaan secara keseluruhan merupakan jaringan komunikasi yang highly so phisticated and very well.
Artikel dan Pembacanya Jawaban atas pertanyaan:
Apakah sesungguhnya artikel itu? Bergantung pada cara kita melihatnya; apakah dilihat dari karakteristik fisikal, ataukah dari karakteristik fungsionalnya. Secara fisikal, artikel terdiri dari lembaran karya tulis, disatukan menurut urutan tertentu, bertutupkan dan beralaskan karton tebal yang tercetak pula. Bila demikian cara penglihatan kita, maka bukan hanya novel atau Injil saja, melainkan juga artikel cek, buku catatan dapat disebutkan sebagai buku. Secara fungsional, artikel adalah wadah sarana komunikasi tercetak, tersusun di dalam satu atau lebih dari satu kalimat, dan penyajiannya mengikuti suatu sistematika yang wajar.
Artikel dikatakan sebagai alat penyampaian informasi, sebagai sumber dan tempat penyimpanan informasi sejak dahulu sampai sekarang. Dikatakan juga sebagai sarana penyampaian informasi yang paling tekun, paling efisien, paling murah. Artikel juga dianggap sebagai sarana pendidikan namun kegunaan dan tujuan akhir dari pembuatan artikel tidak semata-mata untuk dikarang saja, tidak pula untuk diproduksi dan disebarluaskan saja, melainkan terutama untuk dibaca. Artikel yang akhirnya tidak dibaca orang, merupakan kemubaziran saja. Maju mundurnya perkembangan dunia perbukuan sangat bergantung pada volume dan intensitas membaca daripada anggota masyarakatnya. Banyaknya artikel yang berhasil diterbitkan serta banyaknya jumlah orang yang melek-huruf tidak selamanya dapat dianggap sebagai jaminan positif terhadap tingginya intensitas membaca dari masyarakatnya.
Sesungguhnya tidak sedikit jumlah artikel yang bernasib tidak dibaca orang dan terletak saja di rak toko buku dan perpustakaan, atau berfungsi sebagai hiasan saja dalam almari artikel di rumah-rumah. Artikel yang benasib sampai waktu lama tidak dibaca orang, agaknya tidak akan dibaca orang juga di waktu-waktu berikutnya. Inilah pengamatan kita yang pertama: karya tulis banyak dibuat orang dan berhasil pula diterbitkan menjadi buku, tapi buku itu tidak cukup mendapat peminat-bacanya.
Apabila pengamatan kita ditujukan ke kelompok pembaca, maka akan dijumpai beberapa kenyataan yang menarik. Marilah kita perhatikan sifat, tingkah-laku dan perkembangan yang terjadi pada kegiatan membaca artikel semenjak dari orang bisa membaca. Barangkali diagram berikut ini dapat membantu memudahkan pengamatan kita pada kegiatan membaca. Kemampuan membaca keterampilan untuk membaca, kesediaan membaca, ketekunan membaca, kebiasaan membaca, kesenangan dalam membaca, nafsu untuk membaca, kelaparan akan bacaan, keranjingan membaca. Sifat, tingkah laku dan perkembangan seperti digambarkan di atas merupakan salah satu aspek yang harus dipelajari dan diperhatikan oleh para penerbit buku.
Perpustakaan, walaupun kegiatan perpustakaan tidak merupakan bagian dari proses penerbitan buku, namun tetap dimasukkan juga sebagai salah satu dari lima komponen industri buku, karena dua alasan pertama, karena peran perpustakaan, terutama penpustakaan umum, dalam penyebarluasan artikel kepada pemakai terakhir, yaitu publik pembaca, dan kedua, karena daya beli perpustakaan makin hari makin meningkat.
Kita mengenal tiga kelompok perpustakaan: perpustakaan umum, perpustakaan akademik, dan perpustakaan industrial. Pertumbuhan dan perkembangan perpustakaan sesudah Perang Dunia ke II nampak meningkat dengan pesat karena beberapa faktor; perkembangan dalam pendidikan, peningkatan dalam ilmu pengetahuan dan kegiatannya, yang kemudian mengakibatkan timbulnya eksplosi informasi. Perpustakaan umum mempunyai dua fungsi untuk publik pembacanya, yaitu fungsi peminjaman artikel dan fungsi referensi buku.
Perpustakaan akademik biasanya dimiliki oleh lembaga pendidikan seperti universitas, institut teknologi, dan sekolah. Fungsinya serupa dengan fungsi perpustakaan umum peminjaman artikel dan referensi artikel tetapi tujuan utamanya ialah untuk menunjang kegiatan pendidikan. Dengan demikian fungsinya lebih dibobotkan pada referensi daripada peminjaman buku. Perpustakaan industrial juga dikenai sebagai perpustakaan spesial merupakan sumber informasi bagi kelompok khusus, merupakan bagian dan milik dari organisasi industri atau organisasi niaga. Serta digunakan oleh unsur-unsur dari dalam organisasi tersebut.
Perpustakaan industri ini dianggap bakal berkembang dengan pesat di masa mendatang, karena makin meningkatnya riset ilmu pengetahuan dan kegiatan industri serta perniagaan, sehingga bakal banyak informasi perlu untuk disimpan dan dikontrol. Yang penting untuk diketahui oleh para penerbit ialah, bahwa profesi perpustakaan secara keseluruhan merupakan jaringan komunikasi yang highly so phisticated and very well.
Artikel dan Pembacanya Jawaban atas pertanyaan:
Apakah sesungguhnya artikel itu? Bergantung pada cara kita melihatnya; apakah dilihat dari karakteristik fisikal, ataukah dari karakteristik fungsionalnya. Secara fisikal, artikel terdiri dari lembaran karya tulis, disatukan menurut urutan tertentu, bertutupkan dan beralaskan karton tebal yang tercetak pula. Bila demikian cara penglihatan kita, maka bukan hanya novel atau Injil saja, melainkan juga artikel cek, buku catatan dapat disebutkan sebagai buku. Secara fungsional, artikel adalah wadah sarana komunikasi tercetak, tersusun di dalam satu atau lebih dari satu kalimat, dan penyajiannya mengikuti suatu sistematika yang wajar.
Artikel dikatakan sebagai alat penyampaian informasi, sebagai sumber dan tempat penyimpanan informasi sejak dahulu sampai sekarang. Dikatakan juga sebagai sarana penyampaian informasi yang paling tekun, paling efisien, paling murah. Artikel juga dianggap sebagai sarana pendidikan namun kegunaan dan tujuan akhir dari pembuatan artikel tidak semata-mata untuk dikarang saja, tidak pula untuk diproduksi dan disebarluaskan saja, melainkan terutama untuk dibaca. Artikel yang akhirnya tidak dibaca orang, merupakan kemubaziran saja. Maju mundurnya perkembangan dunia perbukuan sangat bergantung pada volume dan intensitas membaca daripada anggota masyarakatnya. Banyaknya artikel yang berhasil diterbitkan serta banyaknya jumlah orang yang melek-huruf tidak selamanya dapat dianggap sebagai jaminan positif terhadap tingginya intensitas membaca dari masyarakatnya.
Sesungguhnya tidak sedikit jumlah artikel yang bernasib tidak dibaca orang dan terletak saja di rak toko buku dan perpustakaan, atau berfungsi sebagai hiasan saja dalam almari artikel di rumah-rumah. Artikel yang benasib sampai waktu lama tidak dibaca orang, agaknya tidak akan dibaca orang juga di waktu-waktu berikutnya. Inilah pengamatan kita yang pertama: karya tulis banyak dibuat orang dan berhasil pula diterbitkan menjadi buku, tapi buku itu tidak cukup mendapat peminat-bacanya.
Apabila pengamatan kita ditujukan ke kelompok pembaca, maka akan dijumpai beberapa kenyataan yang menarik. Marilah kita perhatikan sifat, tingkah-laku dan perkembangan yang terjadi pada kegiatan membaca artikel semenjak dari orang bisa membaca. Barangkali diagram berikut ini dapat membantu memudahkan pengamatan kita pada kegiatan membaca. Kemampuan membaca keterampilan untuk membaca, kesediaan membaca, ketekunan membaca, kebiasaan membaca, kesenangan dalam membaca, nafsu untuk membaca, kelaparan akan bacaan, keranjingan membaca. Sifat, tingkah laku dan perkembangan seperti digambarkan di atas merupakan salah satu aspek yang harus dipelajari dan diperhatikan oleh para penerbit buku.































