Dapatkan BACKLINK GRATIS dari beberapa website PR 6 dan PR 3. (Hanya sampai 31 Januari 2015)
























































































































































artikel of designed with the beautiful airplane prints
artikel of the top manufacturers of airplane crib bedding
artikel of the airplane crib bedding sets
artikel of the massive expense of helicopters
artikel of particularly rewarding as almost every RC airplane modeller
artikel of model airplane setup to offer a professional service
artikel of inexpensive disposable 35mm camera to the bottom of your model aeroplane
artikel of strapping some sort of camera to the model airplane
artikel of RC model airplane pilot
artikel of Electric power for your model airplane
artikel for the hobby of RC model airplane flying
artikel of aerial photography and video using your RC model airplane
artikel of professional aviation before returning to aeromodelling
artikel of the military when they were flying in the very airplane
artikel of be careful about with your model airplane

smartphone android iphone
smartphone android iphone
smartphone android iphone
self-improvement, family,
healthy, recipes, sport
smartphone android iphone
smartphone android iphone
computer, gadget, education
Business, Finance, Jobs
smartphone android iphone
smartphone android iphone
Cari Perbedaan
sejarah islam

Pengarang Artikel dan Tata Atur Penerbit serta Prosesnya

Marilah kita amati proses penulisan karangan sebagaimana biasanya dan seyogyanya dilakukan oleh pengarang. Misalnya penulisan sebuah karya artikel non-fiksi. Pada mulanya seseorang yang ingin untuk mengarang suatu artikel, pasti sudah mempunyai sebuah ide ataupun sebuah gagasan yang ingin disampaikan kepada orang banyak. Tetapi penyampaiannya ini harus dilakukan dengan cara dan sistematika tertentu. Karena yang dituju adalah orang banyak, maka yang pasti harus dilakukan ialah menggandakan karangan artikelnya untuk kemudian disebarluaskan. Tetapi sebelum kegiatan penggandaan dan penyebarluasan ini dapat dilaksanakan, masih banyak masalah yang terlebih dulu harus diselesaikan oleh pengarang. Pada penulisan artikel non-fiksi misalnya, ide atau gagasan yang sudah ditemukan, oleh pengarang sendiri haruslah diadakan penilaian bobot dari idenya itu. Langkah berikutnya ialah pengadaan riset mengenai bidang-bidang yang bakal menjadi isi dari artikelnya. Ada dua macam riset yang biasa harus dilakukan oleh pengarang artikel, yaitu dengan jalan mengadakan berbagai wawancara, dan dengan jalan mengadakan apa yang lazim dikenal sebagai library research. Selanjutnya harus diadakan penataan materi, disusul dengan perevisian pertama dan kedua, untuk kemudian diakhiri dengan tahap penyelesaian penyusunan naskah artikel. Langkah-langkah ini sesungguhnya haruslah dilakukan oleh pengarang yang akan dan sedang mengarang artikel nonfiksi agar terjamin kelancaran penyampaian buah pikirannya. Faktor dan persyaratan demi kelancaran penyampaian ini merupakan sesuatu yang harus diperhatikan oleh pengarang se-optimal mungkin. Sebab akhirnya sesuatu artikel yang ternyata tidak enak untuk dibaca dan tidak pula dapat terbaca (readable and legible), hanya akan menghambat proses penyampaian gagasan pengarang kepada orang banyak. Tentang artikel yang dapat dan enak untuk dibaca ini, di bab lain akan dibicarakan lebih mendalam lagi. Penerbit. Upaya pengarang untuk menggandakan dan menyebarluaskan karya ciptaannya tidak akan dapat dilakukan oleh pengarang sendiri. Kegiatan menggandakan dan menyebarluaskan seperti itu mempersyaratkan adanya kualifikasi dan faktor-faktor tertentu, misalnya modal, ketrampilan dan aparat, yang kesemuanya justru tidak dimiliki oleh pengarang. Maka untuk dapat dilaksanakannya penggandaan dan penyebarluasan, seorang pengarang harus mencari rekan untuk diajak bekerja sama; dan rekanannya itu biasanya ialah penerbit artikel. Penerbit artikel biasanya dan seharusnya memiliki modal, ketrampilan dan aparat yang diperlukan untuk kegiatan penggandaan dan penyebarluasan. Kerja sama antara pengarang artikel dengan penerbit ini selalu harus dilandasi dengan suatu perjanjian tertulis, lazim dikenal sebagai perjanjian penerbitan, yang seluruhnya berisikan hak dan kewajiban dari kedua pihak dalam pelaksanaan menerbitkan naskah artikel hingga menjadi buku yang terjual. Akan tetapi dalam praktek pelaksanaannya, penerbit ternyata kemudian tidak hanya harus berhubungan dengan pengarang artikel saja, melainkan dengan banyak pihak lain, yaitu di tahap: editorial: dengan pengarang, penterjemah, ilustrator, agen sastra, pembaca dan penilai ahli, produksi : dengan percetakan (pengeset, pencetak, penjilid), juru potret dan juru gambar, pabrik pembuat klise, pedagang kertas. distribusi: dengan toko buku, penyalur tunggal, penyalur eceran,eksportir buku, rukun baca (book club), perpustakaan, sekolah, pembeli perorangan. Dalam hubungannya dengan pihak-pihak tersebut di atas, penerbit artikel selain menempati kedudukan sentral, juga berfungsi sebagai koordinator, pembiaya, penanggung risiko dan penanggung jawab atas berhasil tidaknya upaya penerbitan itu. Keunikan hubungan dengan setiap rekanan tersebut ialah bahwa tiap rekanan itu secara langsung hanyalah berhubungan dengan penerbit saja. Jadi pengarang artikel tidaklah mempunyai hubungan fungsional dengan percetakan atau dengan toko buku, sedangkan toko buku pun tidak berhubungan dengan percetakan, dan begitu seterusnya. Risiko dari investasi modal pada seluruh kegiatan penerbitannya ditanggung sepenuhnya oleh penerbit artikel. Selanjutnya penerbit artikel membayar ongkos kepada masing-masing rekanan. Perhatikan pembayaran berbagai biaya ini: kepada pengarang artikel harus dibayarkan uang muka, royalty kepada penterjemah harus dibayarkan imbalan sekaligus; kepada ilustrator harus dibayarkan biaya pembuatan ilustrasi; kepada pembaca dan penilai ahli harus dibayarkan honornya; kepada percetakan harus dibayarkan biaya pembuatan buku; kepada juru-potret, juru gambar, pabrik pembuat klise dan pedagang kertas harus pula dibayarkan berbagai perongkosan. Selanjutnya kepada toko buku dan penyalur-tunggal, penerbit memberikan kredit. Kalau diamati dengan lebih teliti, akan ternyata bahwa sifat daripada hubungan dengan rekanan di tiap tahap berbeda satu dengan yang lain. Nampak masalah-masalah yang berkaitan dengan literatur, bahasa, ilmu pengetahuan, imajinasi; dengan sesuatu yang serba teknik dan teknis, dengan permesinan, dengan berbagai macam bahan untuk produk, dan dengan kegiatan yang bersifat niaga. Ini berarti, bahwa dari seorang penerbit artikel dituntut pemilikan berbagai macam pengetahuan, ketrampilan yang memadai demi keberhasilan usahanya. Percetakan merupakan unsur pembuat buku secara fisikal yang dilakukannya berdasarkan pengarahan dan spesifikasi yang diberikan oleh penerbit. Ini berarti, bahwa penerbit wajib untuk menyusun dan memberikan instruksi pembuatan produk kepada percetakan; dan bila keadaannya tidak demikian, percetakan wajib untuk memintanya kepada penerbit. Sangat dianjurkan untuk membiasakan, bahkan melembagakan tata kerja seperti ini, untuk menghindari berbagai macam kelambatan dan kepahaman didalam proses memproduksikan artikel. Lagi pula sudah sewajarnya, apabila yang menentukan bentuk, jenis dan rupa dari buku yang akan dibuat, adalah penerbit, karena yang bakal harus memasarkan dan menjual bukunya adalah penerbit.
 








Copyright © 2010 by: www.IndexArticles.com

Proudly Powered by: Blogger
Designed by blogtemplate4u.com | Blogspot Tutorial