Pada dekade terakhir ini panggunaan Mind map dalam bidang apapun sudah meluas. Teori yang diperkenalkan Tony Buzan ini dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang kegiatan termasuk menulis artikel. Ia menyebut Mind map sebagai peta pikiran yang dapat menggali kreativitas penulis artikel untuk menulis artikel lebih banyak dan kreatif. Ia sendiri dangan mempraktikkan penggunaan Mind map dalam menulis artikel buku sudah menelurkan karya lebih dari seratus, antara lain adalah Mind mapping: kickstart your creativity transform your life, Brilliant memory : unlock the power of your mind, The Buzan study skills hand book, Unleashing genius, Mind Map for kids: an introduction, Brain child: hero smart parents make is mart kids, serta banyak buku lainnya yang tidak bisa disebutkan.
Mind map bisa membantu penulis artikel dalam menguraikan satu kata kunci saja menjadi beratus-ratus kalimat bahkan ribuan kalimat. Hal ini bisa mungkin sebab cara kerja Mind map mirip dengan ranting pohon yang semakin banyak cabang semakin membuat rimbun daun pohon itu sendiri. Kalau kita mau mengumpamakan tulisan kita seperti ranting pohon yang memiliki daun, maka tulisan kita bisa sangat rimbun, dan tentunya kalau tulisan kita merupakan pohon pasti akan membuat sejuk orang yang duduk di bawahnya. Kalau buku yang Anda tulis rimbun, padat berisi dan membuat pembacanya sejuk, tak ayal lagi buku Anda bisa menjadi buku best seller. Ilustrasinya mungkin seperti ini, yang jelas Mind map dalam praktik kesaharian bisa diaplikasikan dalam dunia tulis menulis artikel.
Apa yang dimaksud dengan Mind map? Mind map menurut Michael Micehalko adalah alternatif keseluruhan terhadap pemikiran linier. Mind map menggapai ke segala arah dan menangkap berbagai pikiran dari segala sudut. Kalau digunakan untuk mencatat maka Mind map adalah cara mencatat kreatif , efektif dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran utama dalam proses pemikiran penulis artikel. Sama seperti peta jalan, Mind map memungkinkan memberikan pandangan menyeluruh pokok masalah atau area luas, Mind map memungkinkan penulis artikel merencanakan rute atau membuat pilihan-pilihan dan mengetahui kemana penulis artikel akan pergi dan di mana penulis artikel berada. Mengumpulkan sejumlah besar data di suatu tempat. Mendorong pemecahan masalah dengan membiarkan penulis artikel melihat jalan-jalan terobosan kreatif baru, menyenangkan untuk dilihat, dibaca, dicerna dan diingat.
Mind map dari program Mind Manager adalah program mind manager (Mind jet) yang digunakan banyak profesional di Amerika dalam sehari-hari. Program memungkinkan untuk membuat: perencanaan, berkomunikasi, menjadi lebih kreatif, menghemat waktu, menyelesaikan masalah, memusatkan perhatian, menyusun dan menjelaskan pikiran- pikiran, mengingat lebih baik, belajar lebih cepat dan efisien, serta melihat gambar keseluruhan. Sama halnya yang ditemukan oleh Michael Michalko bahwa Mind map dapat mengaktifkan seluruh otak, membereskan alat dari kerusuhan mental, memungkinkan penulis artikel berfokus pada polok bahasan, membantu menunjukan hubungan antara bagian-bagian informasi saling terpisah, memberi gambaran jelas pada keseluruhan dan perincian, memungkinkan penulis artikel mengelompokkan konsep, membantu penulis artikel membandingkan, dan mensyaratkan penulis artikel untuk memusatkan perhatian pada pokok bahasan yang membantu mengalihkan informasi tentangnya dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang.
Sepanjang sejarahnya, Mind map ternyata digunakan oleh berbagai ilmuwan, seniman dan para jenius lainnya dalam menemukan apa yang ditelitinya. Mereka bekerja menggunakan simbol- simbol, angka, huruf dan warna-warna dalam catatannya. Kalau diteliti mereka mengefektifkan Mind maps sebagai cara dalam meningkatkan kreatifitasnya. Kalau mengingat uraian di atas dan impian mustahil yang disampaikan oleh Tony Buzan dalam karyanya bahwa yang langsung bisa didapat dalam menggunakan Mind map adalah adanya sistem penyimpanan, penarikan data, dan akses luar biasa untuk perpustakaan raksasa, sebenarnya ada dalam otak Anda yang menakjubkan. Jadi, diharapkan dengan menggunakan Mind map apa yang akan penulis artikel tuangkan dalarn tulisan bisa muncul dengan cepat dan bebas seperti burung Rajawali melayang di awan.
Mengapa menggunakan Mind map? Selarna ini dikenal mencatat secara linier, yaitu tulisan kita tersusun dari atas ke bawah. Mencatat seperti ini sangatlah sulit rnembongkar apa yang kita pikirkan untuk dituangkan dalam tulisan. Dengan menggunakan Mind map apa yang kita pikirkan bisa dibongkar dan berpendar seperti ledakan meteor, radial, dan menjadi pecahan kecil-kecil. Begitu pula ketika kita sedang menulis artikel, misalnya ketika membuat kerangka naskah buku maka dengan menggunakan Mind map kita bisa menulis artikelkan banyak kata kunci saling berhubungan. Dengan demikian, sangatlah mudah bagi kita untuk menguraikan kata kunci dengan tetap berpedoman pada tujuan penulis artikelan bab itu.
Mind map mengajarkan kita untuk mencatat dengan menggunakan angka, warna, huruf dan ranting--ranting pikiran. Apa ada pada bab yang merupakan kata kuncinya bisa dibuatkan sub bab dan kemudian kata kunci alinea-alinea. Bisa dalam bentuk huruf, angka, simbol-simbol ataupun warna. Tujuan menggunakan simbol, warna, huruf dan angka adalah sesuai dengan pengenalan otak kita, baik kiri maupun kanan. Mind map mengajari penggunaan otak yang seimbang sehingga ketika menulis artikel apa mau dituliskan dapat tergali sepenuhnya ke dalam tulisan.
Saat menulis artikel, kita akan melibatkan kedua belahan otak kita. Pada saat kita menguraikan berbagai hal yang berhubungan dengan kata, logika, angka, urutan, linieritas, analisis, dan daftar melibatkan otak kiri kita. Sedangkan kita menulis artikel yang berhubungan dengan irama, kasadaran, ruang, dimensi, imajinasi, lamunan, warna, kesadaran dan hal holistik otak kanan kita tarlibat banyak di dalamnya.
Menulis artikel tidak hanya melibatkan otak kanan saja, tetapi semua bagian otak akan terlibat. Bukankah suatu ketika kita menulis artikelkan angka dan manghitungnya, dan suatu ketika kita juga mengilustrasikan warna serta berimajinasi. Sebenarnya kita sedang berimajinasi ketika sedang membuat ilustrasi. Mind map memiliki tugas menyeimbangkan antara otak kiri dan kanan, sehingga memungkinkan panulis bisa bekerja lebih capat dan menulis artikel lebih banyak. Ketika ada yang menanyakan mengapa kita mengguna-kan Mind map? jawabannya tentu supaya pekerjaan kita bisa dilakukan dengan mudah. Ada yang mengatakan supaya bisa menjadi lebih kreatif, dan bisa memecahkan masalah dengan kreatif pula.
Mind map bisa membantu penulis artikel dalam menguraikan satu kata kunci saja menjadi beratus-ratus kalimat bahkan ribuan kalimat. Hal ini bisa mungkin sebab cara kerja Mind map mirip dengan ranting pohon yang semakin banyak cabang semakin membuat rimbun daun pohon itu sendiri. Kalau kita mau mengumpamakan tulisan kita seperti ranting pohon yang memiliki daun, maka tulisan kita bisa sangat rimbun, dan tentunya kalau tulisan kita merupakan pohon pasti akan membuat sejuk orang yang duduk di bawahnya. Kalau buku yang Anda tulis rimbun, padat berisi dan membuat pembacanya sejuk, tak ayal lagi buku Anda bisa menjadi buku best seller. Ilustrasinya mungkin seperti ini, yang jelas Mind map dalam praktik kesaharian bisa diaplikasikan dalam dunia tulis menulis artikel.
Apa yang dimaksud dengan Mind map? Mind map menurut Michael Micehalko adalah alternatif keseluruhan terhadap pemikiran linier. Mind map menggapai ke segala arah dan menangkap berbagai pikiran dari segala sudut. Kalau digunakan untuk mencatat maka Mind map adalah cara mencatat kreatif , efektif dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran utama dalam proses pemikiran penulis artikel. Sama seperti peta jalan, Mind map memungkinkan memberikan pandangan menyeluruh pokok masalah atau area luas, Mind map memungkinkan penulis artikel merencanakan rute atau membuat pilihan-pilihan dan mengetahui kemana penulis artikel akan pergi dan di mana penulis artikel berada. Mengumpulkan sejumlah besar data di suatu tempat. Mendorong pemecahan masalah dengan membiarkan penulis artikel melihat jalan-jalan terobosan kreatif baru, menyenangkan untuk dilihat, dibaca, dicerna dan diingat.
Mind map dari program Mind Manager adalah program mind manager (Mind jet) yang digunakan banyak profesional di Amerika dalam sehari-hari. Program memungkinkan untuk membuat: perencanaan, berkomunikasi, menjadi lebih kreatif, menghemat waktu, menyelesaikan masalah, memusatkan perhatian, menyusun dan menjelaskan pikiran- pikiran, mengingat lebih baik, belajar lebih cepat dan efisien, serta melihat gambar keseluruhan. Sama halnya yang ditemukan oleh Michael Michalko bahwa Mind map dapat mengaktifkan seluruh otak, membereskan alat dari kerusuhan mental, memungkinkan penulis artikel berfokus pada polok bahasan, membantu menunjukan hubungan antara bagian-bagian informasi saling terpisah, memberi gambaran jelas pada keseluruhan dan perincian, memungkinkan penulis artikel mengelompokkan konsep, membantu penulis artikel membandingkan, dan mensyaratkan penulis artikel untuk memusatkan perhatian pada pokok bahasan yang membantu mengalihkan informasi tentangnya dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang.
Sepanjang sejarahnya, Mind map ternyata digunakan oleh berbagai ilmuwan, seniman dan para jenius lainnya dalam menemukan apa yang ditelitinya. Mereka bekerja menggunakan simbol- simbol, angka, huruf dan warna-warna dalam catatannya. Kalau diteliti mereka mengefektifkan Mind maps sebagai cara dalam meningkatkan kreatifitasnya. Kalau mengingat uraian di atas dan impian mustahil yang disampaikan oleh Tony Buzan dalam karyanya bahwa yang langsung bisa didapat dalam menggunakan Mind map adalah adanya sistem penyimpanan, penarikan data, dan akses luar biasa untuk perpustakaan raksasa, sebenarnya ada dalam otak Anda yang menakjubkan. Jadi, diharapkan dengan menggunakan Mind map apa yang akan penulis artikel tuangkan dalarn tulisan bisa muncul dengan cepat dan bebas seperti burung Rajawali melayang di awan.
Mengapa menggunakan Mind map? Selarna ini dikenal mencatat secara linier, yaitu tulisan kita tersusun dari atas ke bawah. Mencatat seperti ini sangatlah sulit rnembongkar apa yang kita pikirkan untuk dituangkan dalam tulisan. Dengan menggunakan Mind map apa yang kita pikirkan bisa dibongkar dan berpendar seperti ledakan meteor, radial, dan menjadi pecahan kecil-kecil. Begitu pula ketika kita sedang menulis artikel, misalnya ketika membuat kerangka naskah buku maka dengan menggunakan Mind map kita bisa menulis artikelkan banyak kata kunci saling berhubungan. Dengan demikian, sangatlah mudah bagi kita untuk menguraikan kata kunci dengan tetap berpedoman pada tujuan penulis artikelan bab itu.
Mind map mengajarkan kita untuk mencatat dengan menggunakan angka, warna, huruf dan ranting--ranting pikiran. Apa ada pada bab yang merupakan kata kuncinya bisa dibuatkan sub bab dan kemudian kata kunci alinea-alinea. Bisa dalam bentuk huruf, angka, simbol-simbol ataupun warna. Tujuan menggunakan simbol, warna, huruf dan angka adalah sesuai dengan pengenalan otak kita, baik kiri maupun kanan. Mind map mengajari penggunaan otak yang seimbang sehingga ketika menulis artikel apa mau dituliskan dapat tergali sepenuhnya ke dalam tulisan.
Saat menulis artikel, kita akan melibatkan kedua belahan otak kita. Pada saat kita menguraikan berbagai hal yang berhubungan dengan kata, logika, angka, urutan, linieritas, analisis, dan daftar melibatkan otak kiri kita. Sedangkan kita menulis artikel yang berhubungan dengan irama, kasadaran, ruang, dimensi, imajinasi, lamunan, warna, kesadaran dan hal holistik otak kanan kita tarlibat banyak di dalamnya.
Menulis artikel tidak hanya melibatkan otak kanan saja, tetapi semua bagian otak akan terlibat. Bukankah suatu ketika kita menulis artikelkan angka dan manghitungnya, dan suatu ketika kita juga mengilustrasikan warna serta berimajinasi. Sebenarnya kita sedang berimajinasi ketika sedang membuat ilustrasi. Mind map memiliki tugas menyeimbangkan antara otak kiri dan kanan, sehingga memungkinkan panulis bisa bekerja lebih capat dan menulis artikel lebih banyak. Ketika ada yang menanyakan mengapa kita mengguna-kan Mind map? jawabannya tentu supaya pekerjaan kita bisa dilakukan dengan mudah. Ada yang mengatakan supaya bisa menjadi lebih kreatif, dan bisa memecahkan masalah dengan kreatif pula.































