Langkah di atas adalah langkah awal membuat naskah buku best seller. Diawali dengan membuat artikel dan kemudian mengumpulkannya. Nah, sekarang anda juga harus berlatih membuat tulisan artikel agak panjang dibandingkan artikel lain, yaitu membuat makalah dengan isi latar belakang, pokok masalah, pembahasan, alternatif pemecahan masalah dan kesimpulan. Buatlah bagian-bagiannya seolah anda membuat artikel. Mulai dari latar belakangnya, buatlah 2 lembar, pokok masalah 1 lembar, pembahasan sebanyak 10 lembar, altenatif pemecahan masalah 3 lembar dan kesimpulan 1 lembar. Maka anda bisa menulis artikel 17 lembar. Anda sudah menulis lebih panjang dari artikel, namun pedomannya setiap bagian seolah membuat artikel.
Makalah dibuat tidak perlu anda buat dengan mencari topik rumit dan membutuhkan keahlian khusus. Anda bisa membuat kejadian-kejadian di kantor atau di rumah tangga anda sehingga andapun bisa mendapatkan ide dalam memecahkan masalah anda hadapi. Misalnya seperti menghemat uang belanja di rumah. Bagaimana membuat karyawan tidak terlambat, serta topik lain yang menurut anda menarik dan butuh pemecahan. Tujuan membuat tulisan ini bukannya harus membebani diri anda supaya harus mencari-cari topik agar bisa menulis artikel dan membuat sibuk mencari referensi. Tapi semua dibuat ringan dan tanpa beban, sehingga bisa menulis cukup panjang dibandingkan menulis artikel pendek.
Kalau sudah bisa membuat tulisan artikel panjang 30 halaman, maka tinggal mengembangkan tulisan itu menjadi lebih bermutu. Kalau tadinya menulis topik sesuai dengan pengalaman anda, maka mulailah membuat tulisan dengan topik yang menggunakan referensi. Sekarang ini anda sedang belajar memadukan apa yang anda katakan dengan apa yang dikatakan para ahli. Referensi bisa dicari di buku-buku dan berbagai artikel di internet atau koran. Adanya referensi ini adalah suatu cara agar apa anda tulis bukanlah seperti anda nyatakan sendiri, tetapi didukung oleh pernyataan pakar lain. Hal ini tentunya memberikan nilai tambah pada tulisan artikel best seller menjadi ilmiah sebab didukung statement-nya para pakar.
Opini kita membuat tulisan panjang tersebut sebaiknya memang harus didukung oleh pernyataan orang lain. Apalagi jenis tulisan artikel anda untuk kebutuhan ilmiah. Kalau karangan populer tentunya juga memberikan sentuhan hal itu tanpa harus mengutipnya seratus persen. Kita bisa mengulang kata pakar dengan tulisan artikel sendiri. Selain itu bahasa catatan harian berkesan bahasa sehari-hari sebaiknya diubah menjadi bahasa baku yang tidak meninggalkan bahasa keseharian sehingga artikel dimengerti dalam tulisan panjangnya.
Tulislah kembali apa yang diceritakan orang.
Setelah belajar memulai menulis artikel dengan membuat catatan harian, menulis kembali artikel dari artikel yang sudah ada dan mulai menulis panjang seperti diuraikan di atas sebenarnya adala satu langkah lagi setelah menulis catatan harian, yaitu menulis ulang apa sudah didengarnya dari orang lain. Apa saja bisa didengar dari orang lain itu? Misalnya, ketika mendengar apa yang disampaikan teman dalam aktivitas bercengkrama atau mengobrol, ketika mengikuti seminar, mendengarkan ceramah keagamaan, mengikuti pelatihan atau workshop, pidato, mendengarkan apa ang disampaikan oleh tokoh dalam iklan, dan semua bisa didengar baik kalimat pendek maupun artikel panjang.
Menulis apa sudah didengarkan adalah upaya melatih daya ingat dalam menulis artikel. Apa disampaikan oleh pembicara tidak harus ditulis mirip seperti artikel aslinya, penting adalah bisa menuliskannya kembali apa ang sudah didengar. Dari latihan menulis apa didengar, sudah berlatih untuk mengingat pokok pembicaraan dalam artikel tersebut. Kedua adalah melatih untuk menurut kalimat yang dibuat sendiri pada artikel di dalamnya.
Makalah dibuat tidak perlu anda buat dengan mencari topik rumit dan membutuhkan keahlian khusus. Anda bisa membuat kejadian-kejadian di kantor atau di rumah tangga anda sehingga andapun bisa mendapatkan ide dalam memecahkan masalah anda hadapi. Misalnya seperti menghemat uang belanja di rumah. Bagaimana membuat karyawan tidak terlambat, serta topik lain yang menurut anda menarik dan butuh pemecahan. Tujuan membuat tulisan ini bukannya harus membebani diri anda supaya harus mencari-cari topik agar bisa menulis artikel dan membuat sibuk mencari referensi. Tapi semua dibuat ringan dan tanpa beban, sehingga bisa menulis cukup panjang dibandingkan menulis artikel pendek.
Kalau sudah bisa membuat tulisan artikel panjang 30 halaman, maka tinggal mengembangkan tulisan itu menjadi lebih bermutu. Kalau tadinya menulis topik sesuai dengan pengalaman anda, maka mulailah membuat tulisan dengan topik yang menggunakan referensi. Sekarang ini anda sedang belajar memadukan apa yang anda katakan dengan apa yang dikatakan para ahli. Referensi bisa dicari di buku-buku dan berbagai artikel di internet atau koran. Adanya referensi ini adalah suatu cara agar apa anda tulis bukanlah seperti anda nyatakan sendiri, tetapi didukung oleh pernyataan pakar lain. Hal ini tentunya memberikan nilai tambah pada tulisan artikel best seller menjadi ilmiah sebab didukung statement-nya para pakar.
Opini kita membuat tulisan panjang tersebut sebaiknya memang harus didukung oleh pernyataan orang lain. Apalagi jenis tulisan artikel anda untuk kebutuhan ilmiah. Kalau karangan populer tentunya juga memberikan sentuhan hal itu tanpa harus mengutipnya seratus persen. Kita bisa mengulang kata pakar dengan tulisan artikel sendiri. Selain itu bahasa catatan harian berkesan bahasa sehari-hari sebaiknya diubah menjadi bahasa baku yang tidak meninggalkan bahasa keseharian sehingga artikel dimengerti dalam tulisan panjangnya.
Tulislah kembali apa yang diceritakan orang.
Setelah belajar memulai menulis artikel dengan membuat catatan harian, menulis kembali artikel dari artikel yang sudah ada dan mulai menulis panjang seperti diuraikan di atas sebenarnya adala satu langkah lagi setelah menulis catatan harian, yaitu menulis ulang apa sudah didengarnya dari orang lain. Apa saja bisa didengar dari orang lain itu? Misalnya, ketika mendengar apa yang disampaikan teman dalam aktivitas bercengkrama atau mengobrol, ketika mengikuti seminar, mendengarkan ceramah keagamaan, mengikuti pelatihan atau workshop, pidato, mendengarkan apa ang disampaikan oleh tokoh dalam iklan, dan semua bisa didengar baik kalimat pendek maupun artikel panjang.
Menulis apa sudah didengarkan adalah upaya melatih daya ingat dalam menulis artikel. Apa disampaikan oleh pembicara tidak harus ditulis mirip seperti artikel aslinya, penting adalah bisa menuliskannya kembali apa ang sudah didengar. Dari latihan menulis apa didengar, sudah berlatih untuk mengingat pokok pembicaraan dalam artikel tersebut. Kedua adalah melatih untuk menurut kalimat yang dibuat sendiri pada artikel di dalamnya.































