Pembicara dalam suatu artikel tidak harus ditulis mirip seperti aslinya, yang penting Anda bisa menuliskannya kembali apa yang sudah didengar. Dari Iatihan menulis artikel apa yang didengar Anda sudah berlatih untuk mengingat pokok pembicaraan, kedua adalah melatih Anda untuk mengurut kalimat-kalimat yang Anda buat sendiri. Selalu melatih menuliskan kembali artikel apa yang sudah pernah Anda dengar dan selalu membuat catatannya, secara tidak langsung Anda sudah mengumpulkan bahan tulisan artikel bertahun-tahun.
Saya sudah membuktikan hal ini, ketika menulis artikel pertama, saya sudah memiliki bahan tulisan yang saya tulis dari apa yang dibicarakan oleh pemilik selama saya berkunjung ka usaha mereka. Begitu pula ketika saya ada di dalam perusahaan, saya selalu menuliskan berbagai permasalahan yang terjadi di dalam kantor hingga pemecahannya. Serta di dalam artikel yang saya tulis selalu tidak jauh dengan segala permasalahan dan pengalaman yang sudah pernah saya alami. Untuk menulis setiap hari apa yang Anda dengar. Kalau hari ini Anda selesai mengikuti ceramah di rumah ibadah, maka setelah selesai acaranya, Anda segeralah menuliskannya di catatan Anda. Memang berat sekali memulai menulis artikel dengan cara menulis apa yang sudah Anda dengar. Terutama jika selama ini Anda selalu menyimpan semua informasi pada kepala.
Sekali orang yang membuat catatan.
Melatih membuat catatan artikel setelah mendengar apa saja yang penting merupakan cara Anda untuk memulai untuk belajar menulis. Kalau langsung ingin menulis apa yang Anda pikirkan seringkali Anda dihadapkan pada kebuntuan. Nah, pengalaman membuktikan dengan menulis artikel apa yang baru saja didengar lebih mudah daripada menggali apa yang pernah didengar atau dialami sebelumnya. Proses pembuatan artikel akan lebih cepat daripada harus menggali lagi apa yang sudah terpendam di otak kita. Memang menurut Tony Buzan, apa yang pernah tersimpan di memori otak kita bisa dipanggil kembali dan prosesnya seperti kinerja komputer, tetapi untuk memanggilnya, Anda memerlukan asosiasi yang bisa menghubungkan dengan apa yang telah Anda simpan dalam otak. Misalnya, ketika Anda sudah lama tidak bertemu dengan seseorang dan seseorang itu mengatakan aku teman SMA, maka memori Anda akan berselancar ke masa-masa SMA, dan Anda mulai melihat gambar-gambar ketika SMA. Saat ketika teman Anda menyebutkan namanya serta teman yang selalu bersamanya, maka Anda akan ingat semuanya.
Mengapa banyak orang yang tidak bisa menulis artikel ketika memulai kalimat pertamanya, karena persoalan inilah. Ia ingin menggali apa yang pernah dialaminya tetapi pemicunya tidak ketemu sehingga artikel yang akan ditulisnya menjadi macet. Berbeda jika Anda memiliki catatan, maka setelah Anda membuka catatan, ingatlah semua yang ada di dalam pikiran Anda. Oleh sebab itu, anjuran untuk penulis pemula sebaiknya menulis catatan harian, sebab dengan membuat catatan harian berarti Anda menulis artikel kejadian atau artikel peristiwa yang masih segar yang baru Anda alami. Menulis apa yang didengar termasuk di dalamnya, sebab dengan menulis artikel yang didengar. Anda dengan cepat menuliskan apa saja yang menurut Anda sangat berkesan. Dan hal itu sangatlah mudah untuk dilakukan, dibanding duduk dan menulis siapa yang pernah dialaminya sepuluh tahun yang lalu.
Poinnya adalah bagaimana melatih supaya Anda bisa lancar menuliskan artikel Anda dalam kalimat-kalimat dengan lancar. Kalau Anda sudah membuat jadwal masih juga tidak bisa melakukan, maka paksalah diri Anda untuk menulis. Tidak perduli apakah artikel itu jelak atau bagus. Tidak ada yang bisa menilai selain diri Anda sendiri. Orang lain baru bisa menilai jika Anda sudah yakin dengan artikel Anda dan Anda sudah lancar melakukannya. Kalau masih belum bisa melakukannya maka sekali lagi paksalah Anda supaya bisa menulis artikel meskipun tidak panjang.
Ambilah peran menulis.
Di dalam kehidupan kita baik di lingkungan rumah, keluarga, organisasi, maupun kegiatan sosial, Anda tidak akan lepas dari aktivitas menulis. Entah itu membuat laporan artikel, makalah bahkan menyusun rencana suatu artikel kegiatan. Semua aktivitas yang berhubungan dengan tulis menulis dan mendorong Anda menyumbangkan pikiran sangat baik sebagai langkah awal Anda mengasah kemampuan untuk menjadi penulis artikel yang lebih profesional.
Kalau selama ini Anda selalu menghindarinya, meskipun Anda memiliki keinginan menjadi penulis maka hal itu amat disayangkan. Latihan Anda sambil beraktivitas akan sangat berguna dalam mengasah keterampilan menulis artikel Anda. Paling tidak bagaimana mengurutkan kata dalam sebuah kalimat, serta bagaimana Anda menularkan gagasan dalam suatu artikel. Kalau Anda sudah terbiasa melakukan hal ini tentu saja Anda ingin menulis yang lebih serius Anda sudah terbiasa menuliskan gagasan-gagasan Anda dalam bentuk kalimat. Entah itu kalimat panjang atau hanya pendek-pendak. Peran latihan sangat mendukung kemampuan menulis artikel Anda. Oleh sebab itu, ambilah peran menuliskan artikel, membuat perencanaan serta kegiatan tulis-menulis Iainnya dalam kegiatan keseharian Anda, dan sekali lagi jangan menghindarinya!
Membuat laporan atau perencanaan selalu melibatkan penuangan ide, baik ide dari anggota kelompok maupun ide Anda sandiri. Menuliskan semua ide yang sudah diketahui dan yang masih ada dalam pikiran sebenarnya sama halnya ketika kita berlatih menyalin kembali artikel atau menulis kembali apa yang dibicarakan orang lain. Namun bentuk yang pasti bahwa Anda menulis artikel adalah untuk tujuan sebuah kalompok. Berbeda jika menulis buku harian, atau menulis kembali pidato atau artikel yang sudah dibaca semua itu kan untuk diri sendiri. Anggap saja menulis Iaporan adalah menulis untuk sebuah penerbitan. Serta anggap saja aktivitas menulis artikel dalam kehidupan sehari-hari itu sebagai langkah awal profesi menulis Anda. Kebiasaan membuat barbagai macam tulisan membuat Anda biasa untuk menuangkan ide dalam bentuk tulisan.
Saya sudah membuktikan hal ini, ketika menulis artikel pertama, saya sudah memiliki bahan tulisan yang saya tulis dari apa yang dibicarakan oleh pemilik selama saya berkunjung ka usaha mereka. Begitu pula ketika saya ada di dalam perusahaan, saya selalu menuliskan berbagai permasalahan yang terjadi di dalam kantor hingga pemecahannya. Serta di dalam artikel yang saya tulis selalu tidak jauh dengan segala permasalahan dan pengalaman yang sudah pernah saya alami. Untuk menulis setiap hari apa yang Anda dengar. Kalau hari ini Anda selesai mengikuti ceramah di rumah ibadah, maka setelah selesai acaranya, Anda segeralah menuliskannya di catatan Anda. Memang berat sekali memulai menulis artikel dengan cara menulis apa yang sudah Anda dengar. Terutama jika selama ini Anda selalu menyimpan semua informasi pada kepala.
Sekali orang yang membuat catatan.
Melatih membuat catatan artikel setelah mendengar apa saja yang penting merupakan cara Anda untuk memulai untuk belajar menulis. Kalau langsung ingin menulis apa yang Anda pikirkan seringkali Anda dihadapkan pada kebuntuan. Nah, pengalaman membuktikan dengan menulis artikel apa yang baru saja didengar lebih mudah daripada menggali apa yang pernah didengar atau dialami sebelumnya. Proses pembuatan artikel akan lebih cepat daripada harus menggali lagi apa yang sudah terpendam di otak kita. Memang menurut Tony Buzan, apa yang pernah tersimpan di memori otak kita bisa dipanggil kembali dan prosesnya seperti kinerja komputer, tetapi untuk memanggilnya, Anda memerlukan asosiasi yang bisa menghubungkan dengan apa yang telah Anda simpan dalam otak. Misalnya, ketika Anda sudah lama tidak bertemu dengan seseorang dan seseorang itu mengatakan aku teman SMA, maka memori Anda akan berselancar ke masa-masa SMA, dan Anda mulai melihat gambar-gambar ketika SMA. Saat ketika teman Anda menyebutkan namanya serta teman yang selalu bersamanya, maka Anda akan ingat semuanya.
Mengapa banyak orang yang tidak bisa menulis artikel ketika memulai kalimat pertamanya, karena persoalan inilah. Ia ingin menggali apa yang pernah dialaminya tetapi pemicunya tidak ketemu sehingga artikel yang akan ditulisnya menjadi macet. Berbeda jika Anda memiliki catatan, maka setelah Anda membuka catatan, ingatlah semua yang ada di dalam pikiran Anda. Oleh sebab itu, anjuran untuk penulis pemula sebaiknya menulis catatan harian, sebab dengan membuat catatan harian berarti Anda menulis artikel kejadian atau artikel peristiwa yang masih segar yang baru Anda alami. Menulis apa yang didengar termasuk di dalamnya, sebab dengan menulis artikel yang didengar. Anda dengan cepat menuliskan apa saja yang menurut Anda sangat berkesan. Dan hal itu sangatlah mudah untuk dilakukan, dibanding duduk dan menulis siapa yang pernah dialaminya sepuluh tahun yang lalu.
Poinnya adalah bagaimana melatih supaya Anda bisa lancar menuliskan artikel Anda dalam kalimat-kalimat dengan lancar. Kalau Anda sudah membuat jadwal masih juga tidak bisa melakukan, maka paksalah diri Anda untuk menulis. Tidak perduli apakah artikel itu jelak atau bagus. Tidak ada yang bisa menilai selain diri Anda sendiri. Orang lain baru bisa menilai jika Anda sudah yakin dengan artikel Anda dan Anda sudah lancar melakukannya. Kalau masih belum bisa melakukannya maka sekali lagi paksalah Anda supaya bisa menulis artikel meskipun tidak panjang.
Ambilah peran menulis.
Di dalam kehidupan kita baik di lingkungan rumah, keluarga, organisasi, maupun kegiatan sosial, Anda tidak akan lepas dari aktivitas menulis. Entah itu membuat laporan artikel, makalah bahkan menyusun rencana suatu artikel kegiatan. Semua aktivitas yang berhubungan dengan tulis menulis dan mendorong Anda menyumbangkan pikiran sangat baik sebagai langkah awal Anda mengasah kemampuan untuk menjadi penulis artikel yang lebih profesional.
Kalau selama ini Anda selalu menghindarinya, meskipun Anda memiliki keinginan menjadi penulis maka hal itu amat disayangkan. Latihan Anda sambil beraktivitas akan sangat berguna dalam mengasah keterampilan menulis artikel Anda. Paling tidak bagaimana mengurutkan kata dalam sebuah kalimat, serta bagaimana Anda menularkan gagasan dalam suatu artikel. Kalau Anda sudah terbiasa melakukan hal ini tentu saja Anda ingin menulis yang lebih serius Anda sudah terbiasa menuliskan gagasan-gagasan Anda dalam bentuk kalimat. Entah itu kalimat panjang atau hanya pendek-pendak. Peran latihan sangat mendukung kemampuan menulis artikel Anda. Oleh sebab itu, ambilah peran menuliskan artikel, membuat perencanaan serta kegiatan tulis-menulis Iainnya dalam kegiatan keseharian Anda, dan sekali lagi jangan menghindarinya!
Membuat laporan atau perencanaan selalu melibatkan penuangan ide, baik ide dari anggota kelompok maupun ide Anda sandiri. Menuliskan semua ide yang sudah diketahui dan yang masih ada dalam pikiran sebenarnya sama halnya ketika kita berlatih menyalin kembali artikel atau menulis kembali apa yang dibicarakan orang lain. Namun bentuk yang pasti bahwa Anda menulis artikel adalah untuk tujuan sebuah kalompok. Berbeda jika menulis buku harian, atau menulis kembali pidato atau artikel yang sudah dibaca semua itu kan untuk diri sendiri. Anggap saja menulis Iaporan adalah menulis untuk sebuah penerbitan. Serta anggap saja aktivitas menulis artikel dalam kehidupan sehari-hari itu sebagai langkah awal profesi menulis Anda. Kebiasaan membuat barbagai macam tulisan membuat Anda biasa untuk menuangkan ide dalam bentuk tulisan.































