Semua orang bisa menulis artikel asal mau, headline bab ini bukanlah gurauan semata. Sebab sampai hari ini kalau penulis sedang menyarankan seeorang untuk menulis artike, entah itu menulis tentang keahlian dia, pengalaman dia, atau yang lainnya maka jawaban yang dilontarkan kalau tidak ada waktu ya waduh gue tidak bisa nih. Mustahil penulis jawab dalam hati. Kenapa begitu? Banyak orang yang tidak menyadari bahwa ketika sedang menulis paper, skripsi atau tesis sebenarnya seseorang tersebut sedang menuliskan gagasannya. Meskipun hal itu terpaksa tetapi mereka bisa melakukan semua itu sehingga bisa lulus dari studinya. Nah, sejujurnya semua sebenarnya bisa menulis artikel, hanya mau atau tidak untuk melakukannya. Kalau dipaksa bisa maka paksalah diri anda agar bisa melakukannya.
Semua orang bisa menulis asal mau, ini bukanlah gurauan semata seperti yang disebutkan di atas, sebab penulis memiliki pengalaman yang membuktikan bahwa orang yang katanya tidak bisa menulis artikel ternyata akhirnya ia bisa menulis artikel. Serta naskah yang dibuatnya bisa diterbitkan oleh penerbit. Setelah artikel pertama terbit maka mulailah ia mencoba menulis artikel kedua. Setelah artikel yang kedua terbit maka menulislah ia untuk artikel yang ketiga begitu seterusnya. Motivasinya sangatlah remeh, bahwa menulis artikel itu ternyata mudah dilakukan. Serta ia juga tidak menduga bisa mendapatkan hasil sampingan dari kegiatan menulisnya. Kalau sudah seperti ini akhirnya orang yang tadinya ogah-ogahan, akhirnya larut juga dalam kegiatan tulis menulis artikel.
Penulis memiliki seorang teman yang mengaku tidak bisa menulis artikel. Namun ia mengaku secara jujur bisa membuat laporan secara tertulis untuk kantor. Nah, bukankah itu juga kegiatan menulis artikel. Menelurkan gagaasan dalam tulisan, tetapi memiliki bentuk yang amant berbeda dengan menulis artikel, Kalau laporan untuk kantor dipenuhi dengan angka dan tidak bernilai jual, sebab hanya untuk intern kantor. Maka artikel ditulis dengan baik dan informatif serta memilki nilai seni tinggi akan menjadi tulisan yang bernilai.
Pada saat menulis artikel, penulis mengabaikan apa pun tentang informasi baru, baik dari data penerbitan, internet, email atau suara pembaca sekalipun. Tulisan ini penulis tulis sesuai dengan kerangka, tetapi dalam perjalanan menulis pastilah penulis akan membuat artikel ini menjadi tulisan yang berharga dan bernilai, bukan hanya sebagai karya ilmiyah saja tetapi diupayakan lebih dari itu. Namun bisakah semua itu dilakukan? Bisa saja sejauh penulis mau melakukan. Tetapi kalau tidak mau melakukan, maka hasil tulisan ini sesuai apa adanya, yaitu tanpa data dan informasi yang mendukung. Hal itu bisa dilihat dari kalimat pernyataan penting namun tidak dipandu dengan komentar narasumber. Penulis yakni naskah artike yang sedang dibuat ini akan diperbaiki dan diperhalus agar memiliki informasi baru, serta berguna bagi pembaca.
Kembali pad aseorang teman yang mengaku tidak bisa menulis artikel itu, akhirnya penulis juga dibuat kaget, sebab setelah tidak bertemu selama 3 bulan, ia menghubungi dan mengatakan kepada penuilis bahwa ia telah membuat buku dan bukunya akan diterbitkan bulan depan. Ini suatu keajaibann dan diluar dugaan. Penulis tidak menyangka akhirnya ia bisa menulis artikel. Setelah penulis tanyakan padanya, ia menjelaskan bahwa penulis menulis karena penulis mau melakukannya. Kalau penulis tidak mau melakukannya maka selamanya penulis tidak akan pernah menulis artikel.
Semua orang bisa menulis asal mau, ini bukanlah gurauan semata seperti yang disebutkan di atas, sebab penulis memiliki pengalaman yang membuktikan bahwa orang yang katanya tidak bisa menulis artikel ternyata akhirnya ia bisa menulis artikel. Serta naskah yang dibuatnya bisa diterbitkan oleh penerbit. Setelah artikel pertama terbit maka mulailah ia mencoba menulis artikel kedua. Setelah artikel yang kedua terbit maka menulislah ia untuk artikel yang ketiga begitu seterusnya. Motivasinya sangatlah remeh, bahwa menulis artikel itu ternyata mudah dilakukan. Serta ia juga tidak menduga bisa mendapatkan hasil sampingan dari kegiatan menulisnya. Kalau sudah seperti ini akhirnya orang yang tadinya ogah-ogahan, akhirnya larut juga dalam kegiatan tulis menulis artikel.
Penulis memiliki seorang teman yang mengaku tidak bisa menulis artikel. Namun ia mengaku secara jujur bisa membuat laporan secara tertulis untuk kantor. Nah, bukankah itu juga kegiatan menulis artikel. Menelurkan gagaasan dalam tulisan, tetapi memiliki bentuk yang amant berbeda dengan menulis artikel, Kalau laporan untuk kantor dipenuhi dengan angka dan tidak bernilai jual, sebab hanya untuk intern kantor. Maka artikel ditulis dengan baik dan informatif serta memilki nilai seni tinggi akan menjadi tulisan yang bernilai.
Pada saat menulis artikel, penulis mengabaikan apa pun tentang informasi baru, baik dari data penerbitan, internet, email atau suara pembaca sekalipun. Tulisan ini penulis tulis sesuai dengan kerangka, tetapi dalam perjalanan menulis pastilah penulis akan membuat artikel ini menjadi tulisan yang berharga dan bernilai, bukan hanya sebagai karya ilmiyah saja tetapi diupayakan lebih dari itu. Namun bisakah semua itu dilakukan? Bisa saja sejauh penulis mau melakukan. Tetapi kalau tidak mau melakukan, maka hasil tulisan ini sesuai apa adanya, yaitu tanpa data dan informasi yang mendukung. Hal itu bisa dilihat dari kalimat pernyataan penting namun tidak dipandu dengan komentar narasumber. Penulis yakni naskah artike yang sedang dibuat ini akan diperbaiki dan diperhalus agar memiliki informasi baru, serta berguna bagi pembaca.
Kembali pad aseorang teman yang mengaku tidak bisa menulis artikel itu, akhirnya penulis juga dibuat kaget, sebab setelah tidak bertemu selama 3 bulan, ia menghubungi dan mengatakan kepada penuilis bahwa ia telah membuat buku dan bukunya akan diterbitkan bulan depan. Ini suatu keajaibann dan diluar dugaan. Penulis tidak menyangka akhirnya ia bisa menulis artikel. Setelah penulis tanyakan padanya, ia menjelaskan bahwa penulis menulis karena penulis mau melakukannya. Kalau penulis tidak mau melakukannya maka selamanya penulis tidak akan pernah menulis artikel.































