Untuk melihat lebih jelas proses lahirnya sebuah karya fiksi, di sini diturunkan contoh praktis berikut semua proses dari awal (realitas-ilham-ide dasar) serta pertimbangan-pertimbangan yang menyangkut dengan pantangan dan kode etik, sehingga tersusunnya plot dan lahirnya sebuah cerpen, yang diberi judul "Rusa Benggala", dimuat dalam Majalah "Senang" tahun 1978. Dipilihnya cerpen ini sebagai contoh adalah dengan pertimbangan, bahwa dari pengalaman (realitas) yang sederhana, bisa membangkitkan ilham yang cukup kuat sampai munculnya ide dasar. Lalu dari ide dasar yang semula sangat sederhana itu, melalui pertimbangan-pertimbangan yang menyangkut dengan pantangan dan kode etik, berhasil dikembangkan alur cerita (plot) yang selanjutnya ditulis berupa cerpen. Cerpen ini juga merupakan cerpen penulis yang cukup pendek, sehingga tidak mengambil banyak tempat (halaman) dalam buku ini.
Dalam uraian ini, penulis menyebut diri sebagai aku demi kelancaran penulisan:
Dalam uraian ini, penulis menyebut diri sebagai aku demi kelancaran penulisan:































