Dapatkan BACKLINK GRATIS dari beberapa website PR 6 dan PR 3. (Hanya sampai 31 Januari 2015)
























































































































































artikel of designed with the beautiful airplane prints
artikel of the top manufacturers of airplane crib bedding
artikel of the airplane crib bedding sets
artikel of the massive expense of helicopters
artikel of particularly rewarding as almost every RC airplane modeller
artikel of model airplane setup to offer a professional service
artikel of inexpensive disposable 35mm camera to the bottom of your model aeroplane
artikel of strapping some sort of camera to the model airplane
artikel of RC model airplane pilot
artikel of Electric power for your model airplane
artikel for the hobby of RC model airplane flying
artikel of aerial photography and video using your RC model airplane
artikel of professional aviation before returning to aeromodelling
artikel of the military when they were flying in the very airplane
artikel of be careful about with your model airplane

smartphone android iphone
smartphone android iphone
smartphone android iphone
self-improvement, family,
healthy, recipes, sport
smartphone android iphone
smartphone android iphone
computer, gadget, education
Business, Finance, Jobs
smartphone android iphone
smartphone android iphone
Cari Perbedaan
sejarah islam

11. Suasana Cerita

Dari uraian terdahulu dapatlah disimpulkan, bahwa setiap cerita mempunyai pesan (message), yang bisa berupa informasi, motivasi, edukasi, persuasi dan sekurangnya beberapa kepuasan batin. Dalam karya fiksi, istimewanya yang bernilai sastra, untuk kepuasan batin ini selalu lebih dominan dari lainnya. Pembaca lebih banyak menghayati cerita dari pada "mempelajari" cerita itu. Itulah sebabnya faktor "perasaan" ikut memegang peranan penting dalam menikmati cerita. Maka di sinilah peranan suasana dalam cerita.

Setiap cerita selalu disajikan dalam suasana pokok tertentu, yang merupakan warna dasar cerita. Suasana ini dapat tercipta dari suasana tempat lokasi, lokasi waktu dan corak cerita itu sendiri. Cerita pengembaraan Karl May di belantara benua Amerika yang penuh dengan kekerasan, menciptakan suasana petualangan yang keras dan penuh bahaya namun gagah perkasa dan patriotik. Seolah-olah  pembaca ikut berkenalan dengan Old Shatterhand, Old Firehand, old Deadth, Winetow dan tokoh lainnya, ikut berkelana mengarungi padang tandus bukit-bukit batu dan semak belukar, mengintai dan diintai, menyerang dan diserang. Demikian pula bila lokasi waktunya di suatu masa tertentu, di zaman kerajaan Singosari misalnya, suasanan batin pembaca akan ikut terbawa ke zaman itu.

Demikianlah "suasana cerita" bisa patriotik, penuh kejantanan, gembira, humor, sedih, murung, serius, misterius, magis dan sebagainya. Suasana itu selalu seiring dengan tema cerita. Cerita kematian misalnya, haruslah diiringi oleh suasana duka. Cerita yang bertema cinta, haruslah berlangsung dalam suasana percintaan, romantika, kecemburuan dan asmara. Begitu juga dengan tema horor, haruslah dalam suasana magis, mistis, dan sebagainya.

Di sini jelas, bahwa suasana dalam cerita akan memperkuat tema. Namun tema tidak dengan sendirinya menimbulkan suasana tertentu. Suasana itu harus diarahkan pengarang, dibangun sambil menyajikan cerita. Biasanya suasana yang bersifat kejiwaan selalu dibangun dari tokoh utama. Pembaca dibawa menghayati suasana batin sang tokoh, dengan demiikian suasana itu akan mewarnai cerita itu.

Suasana dalam cerita sangat mempengaruhi kesan pembaca terhadap cerita itu. Cerita yang tidak konsisten suasananya akan terasa hambar dan janggal. Sebaliknya cerita dengan suasana yang sejalan dan mantap akan meninggalkan kesan yang kuat dan mendalam, yang dapat menggerakan emosi dan perasaan pembaca.

Pada suasana cerita inilah diuji kemampuan sang pengarang, apakah ia mampu berkomunikasi dengan jiwa pembaca atau hanya berkomunikasi dengan pikiran pembacanya. Bila berhasil, maka pesan yang dihidangkannya akan sampai dan  pembaca mendapat kepuasan batin.

Kepandaian membangun suasana cerita sangat banyak ditentukan oleh gaya seseorang dalam berbahasa (menulis cerita). Mengenai gaya berbahasa ini sudah sering disinggung pada uraian terdahulu. Di sini yang perlu ditegaskan sekali lagi adalah jangan memaksakan diri meniru gaya bahasa orang lain, walaupun sepopuler apapun dia, tetapi berusaha lah berbahasa dengan gaya Anda sendiri.

Jangan naik pentas dengan memakai muka orang lain, karena bila kelak ada kepopuleran, maka ayang akan populer adalah orang lain itu, bukan Anda. Jangan lupa, bahwa mungkin gaya bahasa Anda lebih disenangi pembaca dari gaya bahasa orang lain yang Anda tiru.

Article source:
http://www.indexarticles.com/2009/12/11-suasana-artikel-cerita.html
Copyright © 2009 http://www.indexarticles.com/

 








Copyright © 2010 by: www.IndexArticles.com

Proudly Powered by: Blogger
Designed by blogtemplate4u.com | Blogspot Tutorial