Profesi Rangkap Pengarang Artikel Dan Kelebihannya
Pengarang artikel yang berprofesi sebagai konsultan bukanlah orang sembarangan. Banyak orang mengira pengarang artikel ilmu tertentu orang yang tidak expert dibidangnya. Justru karena expert di bidangnya ia kemudian menulis dan hasil tulisannya bisa dibaca banyak orang. Kalau ia adalah seorang yang expert di bidangnya dan menjadi konsultan maka sangat hebatlah ia. Dan sekali lagi ia pasti akan jadi besar kalau memiliki tulisan yang memukau. Jadi menulis dapat jadi cikal bakal profesi lainnya yang antara lain sebagai konsultan.
Wartawan pengarang artikel freelance. Selain sebagai pengarang, sebenarnya siapapun bisa berprofesi sebagai pengarang artikel freelance untuk terbitan lainnya. Misalnya menulis untuk koran, majalah, tabloid atau jurnal lainnya. Atau secara singkat siapapun dapat jadi wartawan freelance dengan kemampuan ilmu yang Anda tulis. Wartawan freelance merupakan karir ikutan dari aktivitas Anda menulis. Oleh sebab itu, manfaatkanlah karir ikutan yang bisa menyertai sehingga Anda mendapatkan banyak manfaat darinya.
Pengarang memiliki banyak ragam kegiatan dan tidak meluluh menulis, tetapi dapat membuat berbagai macam tulisan. Bisa artikel, artikel promosi, iklan atau syair lagu sekalipun. Serta semua kegiatan itu bisa dilakukan secara freelance. Nah, kalau Anda dapat lakukan tanpa terikat dengan organisasi atau institusi tertentu berarti siapapun dapat menulis lebih banyak. Berbagai variasi tulisan bisa Anda kerjakan, inilah karir ikutan yang dapat siapapun bangun untuk menjadi sumber keuangan Anda.
Anda juga dituntut untuk memiliki relasi sebanyak mungkin agar mendapatkan job dalam menulis. Baik itu menulis artikel, artikel yang isinya tentang promosi, iklan atau syair lagu atau apa saja yang bisa Anda kerjakan. Nah, untuk mencari relasi ini pasti kesulitan? Tidak juga. Carilah iklan, yellow page, event, rapat untuk umum, atau kegiatan lain yang mana organisasi atau institusi yang Anda bidik hadir di tempat itu.
Pengarang artikel kalau melakukan hunting penerbit selalu mengikuti talk show, atau menelpon langsung dan mengunjungi mereka. Dari berbincang-bincang dengan mereka kita dapatkan manfaat yaitu kartu nama dan relasi.
Sebagai pengarang artikel ternyata banyak sekali pekerjaan yang bisa disandangnya. Gola Gong yang awalnya menulis novel, ia juga menulis laporan perjalanan, dan menulis skenario untuk RCTI. Anda sebagai pengarang artikel tentunya banyak sekali pilihannya, mau menambah jenis pekerjaan tulis-menulis yang seperti apa lagi supaya sumber keuaugan semakin baik.
Guru dosen. Seorang pengarang artikel juga dapat menjadi guru atau dosen. Ini jujur saya katakan, sebab tidak sedikit akhirnya pengarang artikel diundang untuk memberikan kuliah tamu di kampus. Karena keseringan maka dilanjutkan mengajar sekalian di kampus itu. Menjadi guru atau dosen merupakan karir ikutan seorang pengarang artikel. Profesi menulis tidak jauh amat dengan profesi mendidik. Maka bersiap-siaplah Anda untuk menambah gelar lagi, sehingga siapapun bisa berkonsentrasi menjadi dosen. Atau sebaliknya karir awalnya sebagai dosen, kalau mahir menulis akhirnya jadi pengarang artikel.
Dosen seperti ini sekarang sangat banyak sehingga mereka dapat mendapatkan penghasilan dari aktivitas menulis. Sebaliknya bagi penulis yang namanya sudah baik dan sering diundang jadi dosen tamu, kelak bisa menjadi dosen sebagai karir sampingannya. Penulis sendiri tidak menyangka bahwa menulis ternyata memberikan karir ikutan seperti itu. Penulis dapat mengajar di sebuah kampus yang dulunya tidak pernah saya impikan sama sekali. Menginjakkan kaki ke sana saja takut, malah kini saya dapat mengajar di sana.
Di kampus itu penulis memiliki kenangan di masa kanak-kanak. Singkat cerita ketika saya masih SD, kampus itu masih baru dibangun, di sebelah areal tanah yang di bangun kampus terdapat kubangan yang kalau hujan penuh airnya. Di kubangan itulah saya bersama teman-teman bermain air yang bercampur lumpur. Ketika melihat kampus yang dibangun begitu megah, hati kecil saya berkata, apakah saya dapat belajar di tempat itu kalau besar nanti. Sebagai anak seorang pegawai berpenghasilan kecil, penulis tidak pernah membayangkan bisa belajar di tempat itu. Penulis juga menyadari kalau saya akhirnya hanya lulus SLTA, meskipun ayah pengarang artikel dengan susah payah membiayainya.
Sekolah penulis mulai S1 dan S2 saya biaya sendiri. Tapi penulis tetap bersyukur karena beliau sudah membekali pendidikan minimal SLTA. Penulis yang menjadi dosen akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan mulia. Tidak semua orang bisa jadi guru. Kalau jadi guru saja banyak orang bisa, tetapi guru sekaligus yang mendidik. Atau seorang dosen yang sekaligus sebagai pendidik sangat sulit dicarinya. Kalau seorang saya terpanggil menjadi seorang dosen atau guru, tetapi ia mampu untuk mendidik sekaligus, maka karir sampingan itu sangat luar biasa bagi seorang pengarang artikel.
Pengarang artikel yang berprofesi sebagai konsultan bukanlah orang sembarangan. Banyak orang mengira pengarang artikel ilmu tertentu orang yang tidak expert dibidangnya. Justru karena expert di bidangnya ia kemudian menulis dan hasil tulisannya bisa dibaca banyak orang. Kalau ia adalah seorang yang expert di bidangnya dan menjadi konsultan maka sangat hebatlah ia. Dan sekali lagi ia pasti akan jadi besar kalau memiliki tulisan yang memukau. Jadi menulis dapat jadi cikal bakal profesi lainnya yang antara lain sebagai konsultan.
Wartawan pengarang artikel freelance. Selain sebagai pengarang, sebenarnya siapapun bisa berprofesi sebagai pengarang artikel freelance untuk terbitan lainnya. Misalnya menulis untuk koran, majalah, tabloid atau jurnal lainnya. Atau secara singkat siapapun dapat jadi wartawan freelance dengan kemampuan ilmu yang Anda tulis. Wartawan freelance merupakan karir ikutan dari aktivitas Anda menulis. Oleh sebab itu, manfaatkanlah karir ikutan yang bisa menyertai sehingga Anda mendapatkan banyak manfaat darinya.
Pengarang memiliki banyak ragam kegiatan dan tidak meluluh menulis, tetapi dapat membuat berbagai macam tulisan. Bisa artikel, artikel promosi, iklan atau syair lagu sekalipun. Serta semua kegiatan itu bisa dilakukan secara freelance. Nah, kalau Anda dapat lakukan tanpa terikat dengan organisasi atau institusi tertentu berarti siapapun dapat menulis lebih banyak. Berbagai variasi tulisan bisa Anda kerjakan, inilah karir ikutan yang dapat siapapun bangun untuk menjadi sumber keuangan Anda.
Anda juga dituntut untuk memiliki relasi sebanyak mungkin agar mendapatkan job dalam menulis. Baik itu menulis artikel, artikel yang isinya tentang promosi, iklan atau syair lagu atau apa saja yang bisa Anda kerjakan. Nah, untuk mencari relasi ini pasti kesulitan? Tidak juga. Carilah iklan, yellow page, event, rapat untuk umum, atau kegiatan lain yang mana organisasi atau institusi yang Anda bidik hadir di tempat itu.
Pengarang artikel kalau melakukan hunting penerbit selalu mengikuti talk show, atau menelpon langsung dan mengunjungi mereka. Dari berbincang-bincang dengan mereka kita dapatkan manfaat yaitu kartu nama dan relasi.
Sebagai pengarang artikel ternyata banyak sekali pekerjaan yang bisa disandangnya. Gola Gong yang awalnya menulis novel, ia juga menulis laporan perjalanan, dan menulis skenario untuk RCTI. Anda sebagai pengarang artikel tentunya banyak sekali pilihannya, mau menambah jenis pekerjaan tulis-menulis yang seperti apa lagi supaya sumber keuaugan semakin baik.
Guru dosen. Seorang pengarang artikel juga dapat menjadi guru atau dosen. Ini jujur saya katakan, sebab tidak sedikit akhirnya pengarang artikel diundang untuk memberikan kuliah tamu di kampus. Karena keseringan maka dilanjutkan mengajar sekalian di kampus itu. Menjadi guru atau dosen merupakan karir ikutan seorang pengarang artikel. Profesi menulis tidak jauh amat dengan profesi mendidik. Maka bersiap-siaplah Anda untuk menambah gelar lagi, sehingga siapapun bisa berkonsentrasi menjadi dosen. Atau sebaliknya karir awalnya sebagai dosen, kalau mahir menulis akhirnya jadi pengarang artikel.
Dosen seperti ini sekarang sangat banyak sehingga mereka dapat mendapatkan penghasilan dari aktivitas menulis. Sebaliknya bagi penulis yang namanya sudah baik dan sering diundang jadi dosen tamu, kelak bisa menjadi dosen sebagai karir sampingannya. Penulis sendiri tidak menyangka bahwa menulis ternyata memberikan karir ikutan seperti itu. Penulis dapat mengajar di sebuah kampus yang dulunya tidak pernah saya impikan sama sekali. Menginjakkan kaki ke sana saja takut, malah kini saya dapat mengajar di sana.
Di kampus itu penulis memiliki kenangan di masa kanak-kanak. Singkat cerita ketika saya masih SD, kampus itu masih baru dibangun, di sebelah areal tanah yang di bangun kampus terdapat kubangan yang kalau hujan penuh airnya. Di kubangan itulah saya bersama teman-teman bermain air yang bercampur lumpur. Ketika melihat kampus yang dibangun begitu megah, hati kecil saya berkata, apakah saya dapat belajar di tempat itu kalau besar nanti. Sebagai anak seorang pegawai berpenghasilan kecil, penulis tidak pernah membayangkan bisa belajar di tempat itu. Penulis juga menyadari kalau saya akhirnya hanya lulus SLTA, meskipun ayah pengarang artikel dengan susah payah membiayainya.
Sekolah penulis mulai S1 dan S2 saya biaya sendiri. Tapi penulis tetap bersyukur karena beliau sudah membekali pendidikan minimal SLTA. Penulis yang menjadi dosen akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan mulia. Tidak semua orang bisa jadi guru. Kalau jadi guru saja banyak orang bisa, tetapi guru sekaligus yang mendidik. Atau seorang dosen yang sekaligus sebagai pendidik sangat sulit dicarinya. Kalau seorang saya terpanggil menjadi seorang dosen atau guru, tetapi ia mampu untuk mendidik sekaligus, maka karir sampingan itu sangat luar biasa bagi seorang pengarang artikel.































