Penjelasan elemen-elemen Bagian Belakang.
Tidak pada semua artikel diperlukan adanya apendiks, tetapi perlu dicatat, bahwa kemungkinan perlu diadakan serta kegunaannya, sebaiknya diketahui dan dipelajari. Yang biasanya dimasukkan ke dalam apendiks ialah penjelasan atau uraian yang terlampau panjang untuk dibuat sebagai catatan-kaki artikel, tapi tidak pula dapat dimasukkan ke dalam teks, karena memang bukan merupakan bagian dari teks. Teks lengkap dari sebuah dokumen, undang-undang dan lain-lain. Daftar panjang dari bagan dan tabel dalam jumlah yang cukup banyak. Tetapi apendiks hendaknya jangan dijadikan sebagai depot sampah kegiatan riset pengarang yang olehnya tidak mampu untuk digarap dimasukkan ke dalam teks artikel.
Kalau di dalam artikel terdapat lebih dari satu apendiks, maka perlu diadakan penomoran seperti: Apendiks 1, Apendiks 2, dan seterusnya, atau dengan menggunakan tanda huruf: Apendiks A, Apendiks B, dan seterusnya. Apendiks pertama supaya diusahakan dimulai pada halaman sebelah kanan.
Catatan atau Catatan kaki
Halaman-halaman untuk catatan atau catatan-kaki (notes and footnotes) dimulai pada halaman kanan artikel. Kalau catatan-catatan disusun menurut bab dengan referensi ke dalam teks, pada tiap bagian atas kelompok bab harus disebutkan judul-babnya, atau nomor-babnya. Tiap kelompok bab ini tidak harus dimulai pada halaman artikel baru, melainkan cukup dengan memberikan spasi antara yang jelas.
Cetak-coba artikel dan Penanganannya
Mengoreksi cetak-coba merupakan tugas dan tanggung jawab pengarang; demikian pentingnya pekerjaan ini, hingga kebanyakan penerbit menyebutkannya dalam salah satu pasal dari Perjanjian Penerbitan: bahwa pengarang diwajibkan mengoreksi cetak-coba dan mengembalikannya dalam waktu tertentu, biasanya dalam dua minggu, atau dengan kata segera. Siapa pun yang akan melakukan pengoreksian cetak-coba artikel pengarang atau penyunting atau korektor dari luar perusahaan cara melaksanakannya tetap sama. Setelah naskah artikel disunting dan dikirimkan ke percetakan, penyunting biasanya memberi tahu kepada pengarang perkiraan tanggal cetak-coba pertama akan dikirimkan.
Kelambatan pengarang mengembalikan hasil koreksi akan berpengaruh pada selesainya penerbitan. Cetak-coba (Galley) seusai pengarang dan penyunting mempersiapkan naskah artikel, berkas naskah diteruskan ke bagian produksi, atau tepatnya ke bagian persiapan di perusahaan penerbitan untuk diberikan penataletakannya serta ditandai dengan petunjuk teknis seperti: jenis dan besarnya huruf, lebar susunan, luas halaman cetak, ukuran artikel dan lain sebagainya. Tanda-tanda ini terutama ditujukan ke bagian pengesetan.
Merupakan kebiasaan baik kalau percetakan membuat dan mengirimkan beberapa contoh bentuk halaman artikel tercetak yang komposisinya telah sesuai dengan petunjuk-petunjuk di atas. Contoh semacam ini kadangkala diperlihatkan juga kepada pengarang oleh penerbit. Ini bukanlah merupakan suatu keharusan, melainkan untuk memberikan kesempatan kepada pengarang untuk melihatnya saja, dengan pengertian bahwa tidaklah pada tempatnya, bila pengarang mengadakan perubahan disain lagi.
Pengarang sebaiknya memahami bahwa mengenai disain, ukuran artikel, jenis dan besarnya huruf serta besar-kecilnya marjin bebas merupakan tugas dan tanggung jawab penerbit, dan bukan pengarang. Apabila pengarang dan penerbit sudah memberikan persetujuannya tentang lembaran contoh tersebut, maka percetakan dapat mulai dengan pengesetannya, yang kemudian akan menghasilkan cetak-coba artikel.
Merupakan keharusan bagi percetakan untuk terlebih dulu memeriksa cetak-coba yang akan diteruskan kepada penerbit. Bila masih terdapat kesalahan kecil, sebaiknya diperbaiki lebih dulu atau ditandai perbaikannya. Cetak-coba yang pertama-tama dibuat dan dikirimkan kepada penerbit (sebaiknya dalam dua set) masih berupa cetak-coba galley. Cetak-coba galley adalah cetak-coba yang belum berbentuk halaman artikel, melainkan masih berbentuk memanjang ke bawah tanpa batasan yang kira-kira berisikan tiga halaman artikel atau lebih.
Dua set cetak-coba berikut dengan naskah artikel aslinya oleh percetakan dikirimkan kepada penerbit, untuk kemudian diteruskan kepada pengarang. Satu set artikel sesudah diperiksa oleh pengarang, dikembalikan kepada penerbit untuk kemudian diteruskan lagi ke percetakan. Pengoreksian cetak-coba oleh siapa pun sebaiknya menggunakan tanda-tanda koreksi standar yang sudah lazim diketahui oleh semua pihak. Yang satu set artikel lagi disimpan oleh pengarang sebagai dokumentasi.
Pada tahap ini setiap penambahan pada ataupun pengurangan dari naskah artikel semula, sangat tidak dianjurkan. Kalaupun terpaksa harus diadakan perubahan atau pengurangan, maka hal ini harus dengan jelas diberitahukan kepada penyunting. Selanjutnya bila terdapat dua orang pengarang dari satu karangan (coauthor), salah seorang harus ditunjuk dan ditetapkan sebagai orang yang berwenang untuk mengoreksi atau untuk memberikan persetujuan untuk dicetak (fiat cetak).
Dalam melakukan pengoreksian artikel, sebaiknya pengarang menggunakan pensil yang tidak sewarna dengan pensil yang digunakan oleh penyunting maupun percetakan; gunanya agar tetap dapat dibedakan oleh penyunting nantinya, pihak mana telah memberikan koreksi yang bersangkutan. Penambahan pada cetak-coba hendaknya jangan dituliskan di ruang antara baris atau di balikan halaman cetak-coba artikel. Kalau terdapat penambahan cukup banyak, ketiklah tambahan itu pada sehelai kertas terpisah dengan membubuhi petunjuk: sisipan A, B, dan seterusnya berikut dengan nomor yang ada pada cetak-coba galley yang bersangkutan.
Petunjuk dimana tepatnya harus diletakkan harus dengan jelas ditentukan, dan kertas yang berisikan penambahan-penambahan boleh ditempelkan pada cetak-coba galley yang bersangkutan. Pengoreksian huruf yang salah dalam suatu kata artikel tidak dilakukan dengan jalan mencoret seluruh kata, seperti pada pengoreksian naskah ketikan artikel, melainkan hanya mengoreksi huruf-hurufnya saja, dan dengan menggunakan ruangan marjin bebas di sebelah kiri atau kanan artikel. Pada lembar cetak-coba artikel sering dijumpai berbagai pertanyaan yang diajukan oleh percetakan ataupun oleh penerbit, supaya dijawab dengan mencoret saja mana yang tidak dikehendaki. Jangan membiasakan menghapus dengan karet-penghapus pertanyaan-pentanyaan yang dituliskan oleh penerbit dan oleh percetakan.
Tidak pada semua artikel diperlukan adanya apendiks, tetapi perlu dicatat, bahwa kemungkinan perlu diadakan serta kegunaannya, sebaiknya diketahui dan dipelajari. Yang biasanya dimasukkan ke dalam apendiks ialah penjelasan atau uraian yang terlampau panjang untuk dibuat sebagai catatan-kaki artikel, tapi tidak pula dapat dimasukkan ke dalam teks, karena memang bukan merupakan bagian dari teks. Teks lengkap dari sebuah dokumen, undang-undang dan lain-lain. Daftar panjang dari bagan dan tabel dalam jumlah yang cukup banyak. Tetapi apendiks hendaknya jangan dijadikan sebagai depot sampah kegiatan riset pengarang yang olehnya tidak mampu untuk digarap dimasukkan ke dalam teks artikel.
Kalau di dalam artikel terdapat lebih dari satu apendiks, maka perlu diadakan penomoran seperti: Apendiks 1, Apendiks 2, dan seterusnya, atau dengan menggunakan tanda huruf: Apendiks A, Apendiks B, dan seterusnya. Apendiks pertama supaya diusahakan dimulai pada halaman sebelah kanan.
Catatan atau Catatan kaki
Halaman-halaman untuk catatan atau catatan-kaki (notes and footnotes) dimulai pada halaman kanan artikel. Kalau catatan-catatan disusun menurut bab dengan referensi ke dalam teks, pada tiap bagian atas kelompok bab harus disebutkan judul-babnya, atau nomor-babnya. Tiap kelompok bab ini tidak harus dimulai pada halaman artikel baru, melainkan cukup dengan memberikan spasi antara yang jelas.
Cetak-coba artikel dan Penanganannya
Mengoreksi cetak-coba merupakan tugas dan tanggung jawab pengarang; demikian pentingnya pekerjaan ini, hingga kebanyakan penerbit menyebutkannya dalam salah satu pasal dari Perjanjian Penerbitan: bahwa pengarang diwajibkan mengoreksi cetak-coba dan mengembalikannya dalam waktu tertentu, biasanya dalam dua minggu, atau dengan kata segera. Siapa pun yang akan melakukan pengoreksian cetak-coba artikel pengarang atau penyunting atau korektor dari luar perusahaan cara melaksanakannya tetap sama. Setelah naskah artikel disunting dan dikirimkan ke percetakan, penyunting biasanya memberi tahu kepada pengarang perkiraan tanggal cetak-coba pertama akan dikirimkan.
Kelambatan pengarang mengembalikan hasil koreksi akan berpengaruh pada selesainya penerbitan. Cetak-coba (Galley) seusai pengarang dan penyunting mempersiapkan naskah artikel, berkas naskah diteruskan ke bagian produksi, atau tepatnya ke bagian persiapan di perusahaan penerbitan untuk diberikan penataletakannya serta ditandai dengan petunjuk teknis seperti: jenis dan besarnya huruf, lebar susunan, luas halaman cetak, ukuran artikel dan lain sebagainya. Tanda-tanda ini terutama ditujukan ke bagian pengesetan.
Merupakan kebiasaan baik kalau percetakan membuat dan mengirimkan beberapa contoh bentuk halaman artikel tercetak yang komposisinya telah sesuai dengan petunjuk-petunjuk di atas. Contoh semacam ini kadangkala diperlihatkan juga kepada pengarang oleh penerbit. Ini bukanlah merupakan suatu keharusan, melainkan untuk memberikan kesempatan kepada pengarang untuk melihatnya saja, dengan pengertian bahwa tidaklah pada tempatnya, bila pengarang mengadakan perubahan disain lagi.
Pengarang sebaiknya memahami bahwa mengenai disain, ukuran artikel, jenis dan besarnya huruf serta besar-kecilnya marjin bebas merupakan tugas dan tanggung jawab penerbit, dan bukan pengarang. Apabila pengarang dan penerbit sudah memberikan persetujuannya tentang lembaran contoh tersebut, maka percetakan dapat mulai dengan pengesetannya, yang kemudian akan menghasilkan cetak-coba artikel.
Merupakan keharusan bagi percetakan untuk terlebih dulu memeriksa cetak-coba yang akan diteruskan kepada penerbit. Bila masih terdapat kesalahan kecil, sebaiknya diperbaiki lebih dulu atau ditandai perbaikannya. Cetak-coba yang pertama-tama dibuat dan dikirimkan kepada penerbit (sebaiknya dalam dua set) masih berupa cetak-coba galley. Cetak-coba galley adalah cetak-coba yang belum berbentuk halaman artikel, melainkan masih berbentuk memanjang ke bawah tanpa batasan yang kira-kira berisikan tiga halaman artikel atau lebih.
Dua set cetak-coba berikut dengan naskah artikel aslinya oleh percetakan dikirimkan kepada penerbit, untuk kemudian diteruskan kepada pengarang. Satu set artikel sesudah diperiksa oleh pengarang, dikembalikan kepada penerbit untuk kemudian diteruskan lagi ke percetakan. Pengoreksian cetak-coba oleh siapa pun sebaiknya menggunakan tanda-tanda koreksi standar yang sudah lazim diketahui oleh semua pihak. Yang satu set artikel lagi disimpan oleh pengarang sebagai dokumentasi.
Pada tahap ini setiap penambahan pada ataupun pengurangan dari naskah artikel semula, sangat tidak dianjurkan. Kalaupun terpaksa harus diadakan perubahan atau pengurangan, maka hal ini harus dengan jelas diberitahukan kepada penyunting. Selanjutnya bila terdapat dua orang pengarang dari satu karangan (coauthor), salah seorang harus ditunjuk dan ditetapkan sebagai orang yang berwenang untuk mengoreksi atau untuk memberikan persetujuan untuk dicetak (fiat cetak).
Dalam melakukan pengoreksian artikel, sebaiknya pengarang menggunakan pensil yang tidak sewarna dengan pensil yang digunakan oleh penyunting maupun percetakan; gunanya agar tetap dapat dibedakan oleh penyunting nantinya, pihak mana telah memberikan koreksi yang bersangkutan. Penambahan pada cetak-coba hendaknya jangan dituliskan di ruang antara baris atau di balikan halaman cetak-coba artikel. Kalau terdapat penambahan cukup banyak, ketiklah tambahan itu pada sehelai kertas terpisah dengan membubuhi petunjuk: sisipan A, B, dan seterusnya berikut dengan nomor yang ada pada cetak-coba galley yang bersangkutan.
Petunjuk dimana tepatnya harus diletakkan harus dengan jelas ditentukan, dan kertas yang berisikan penambahan-penambahan boleh ditempelkan pada cetak-coba galley yang bersangkutan. Pengoreksian huruf yang salah dalam suatu kata artikel tidak dilakukan dengan jalan mencoret seluruh kata, seperti pada pengoreksian naskah ketikan artikel, melainkan hanya mengoreksi huruf-hurufnya saja, dan dengan menggunakan ruangan marjin bebas di sebelah kiri atau kanan artikel. Pada lembar cetak-coba artikel sering dijumpai berbagai pertanyaan yang diajukan oleh percetakan ataupun oleh penerbit, supaya dijawab dengan mencoret saja mana yang tidak dikehendaki. Jangan membiasakan menghapus dengan karet-penghapus pertanyaan-pentanyaan yang dituliskan oleh penerbit dan oleh percetakan.































