Moto atau kata mutiara selalu digunakan di setiap awal bab, di tengah atau di belakang setelah bab ditutup, atau diletakan di bawah judul artikel. Moto atau kata mutiara ini memiliki tujuan untuk memperkuat tulisan dan membuka wawasan pembaca untuk pertama kalinya. Namun selama ini yang seringkali dilakukan banyak penulis adalah menuliskan kata mutiara atau motto itu di awal bab. Nah, kalau sebaiknya dikombinasi sedemikian rupa agar tulisan bisa bervariatif. Di bawah ini adalah contoh kata mutiara atau moto ditampilkan di awal bab. Moto atau kata mutiara itu berbunyi perang yang memenangkang pertempuran adalah dia membuat banyak perencanaan sebelum peperangan dimulai. Pimpinan pasukan kalah dalam suatu peperangan adalah karena sebelumnya membuat perencanaan sengat sedikit.
Pada 2500 tahun yang lalu merupakan seorang panglima secara tidak langsung meletakan dasar-dasar sebuah perencanaan sebelum peperangan, dan dalam bisnis modern falsafah tersebut di atas telah banyak menggunakan. Secara sederhana WH. Newman mendefinisikan sebagai "PIanning is deciding in advance what is to be done" Perencanaan adalah ketentuan terlebih dahulu apa akan dikerjakan. Sementara itu, kata kunci pada sub bab, bisa menggunakan satu kata, dua kata atau tiga kata. Kalau satu kata berarti penulis harus mencari satu kata sangat kuat dalam mewakili sub bab itu. Sub bab yang menarik membuat pembaca ingin meneruskan membaca alinea berikutnya. Bagi penulis pemula jarang mau memperhatikan hal ini karena dianggap tidak memiliki pengaruh yang kuat biasa.
Selain judul bab, sub bab ini sebenarnya mengantarkan atau memberikan pikiran yang terkotak pada suatu permasalahan fokus ingin dipecahkan. Kata kunci sub bab satu kata, misalnya "investasi", dua kata irvestasi property, sedangkan tiga. Panjang alinea dalam suatu tulisan memang juga harus dikombinasi. Kalau selama ini penulis menulis artikel biasanya kurang lebih minimal 0,25 halaman di Microsoft Office Word, maka kadangkala ada satu alinea panjangnya bisa separuh page komputer. Semua ini beragam sekali tergantung pembahasan, dan penulis akan memenggalnya jika terlalu penjang, sehingga tidak mengganggu pokok gagasan yang dituliskan.
Panjang pendek alinea ini bisa dikombinasi dan tidak monoton. Kalau panjang-panjang terus, kalau pendek harus pendek terus. Dalam menulis artikel sebuah artikel gramatikal juga perlu ditinjau. Ketika kita sedang menuliskan kalimat, tidak jarang gramatikalnya terbalik, dan seorang penulis memiliki tugas untuk memperbaikinya. Dalam proses editinglah gramatikal bahasa bisa diperbaiki dengan baik. Gramatikal (diterangkan dan menerangkan) atau MD (menerangkan dan diterangkan) bisa melakukan editing. Bawah item dapat contoh ketika kalimat dalam hukum ubah ini tentunya dengan cara menyeimbangkan kalimat sebelumnya atau sesudahnya dengan mempertimbangkan keselarasan ketika dibaca.
Dalam suatu tulisan harus selama ini saya lebih minimal 1,25 halaman di Microsoft. Hukum Panjang alioaa dalam suatu tulisan harus dikombinasi, Saya selama ini kalau menulis artikel biasanya kurang lebih minimaf 0,25 halaman. Membetulkan kalimat dalam hukum maupun bagaikan membetulkan kata-kata yang salah karena pengaruh kata dalam bahasa Inggris seperti contoh yang ada di bawah ini. Dengan membetulkan kata-kata dalam kalimat terbalik maka dalam menulis artikel diharap tulisan dalam kondisi seimbang sehingga enak dibaca. Bagian lebih banyak dalam proses editing dan Anda bisa ikuti uraiannya di bab lain membahas tentang editing. Tentu dapat dirasakan oleh seorang pada adanya variasi dalam pengerjaan naskah artikel, diharapkan naskah artikel dikerjakan hasilnya maksimal.
Kalau sebelumnya seorang penulis tidak bisa menulis artikel bervariatif, penulis bisa terarah dan selalu berpatokan pada variasi ketika mengerjakannya. Bukankah naskah artikel yang penuh dengan kreasi dan kejutan lebih memikat daripada naskah artikel biasa-biasa saja. Dengan penulis bisa menulis artikel lebih cepat dibanding sebelumnya. Selain ia bergairah dengan berbagai kreativitas diaplikasikan, ia juga akan merupakan pengalaman baru dalam mengerjakan naskah artikel artikel best seller.
Waktu pertama kali menulis, penulis menulis artikel secara linier saja dan menulis artikel apa ada dalam pikiran. Tetapi setelah mengikuti pelatihan menulis artikel kreatif, penulis merasa bahwa menulis artikel lebih bergairah lebih memberikan kepuasan setelah kita berbuat banyak terhadap tulisan kita. Berbuat lebih banyak di sini adalah memberikan aneka pedoman. Tabel yang diadopsi tersebut bisa digunakan untuk melakukan editing lebih cepat dan hasil editing tentunya sangat bervariatif. Selain itu seorang penuiis dengan adanya tabel ini tidak akan takut-takut dalam menuliskan apa terlintas dalam pikirannya. Bukankah nantinya bisa diedit dan diberikan berbagai variasi seperti Leonardo melukis seribu wajah dengan menggunakan tabel.
Dengan adanya tabel itu diharapkan dapat muncul suatu gagasan yang mengejutkan. Biasanya hal-hal yang ditelusuri dari berbagai persamaan kata, data dan peristiwa baru, maka hasil karya akan tampak bervariatif. Tabel dibuat akan memandu untuk terus mencari hal-hal baru dari peristiwa, data serta berbagai surnber informasi bisa digunakan untuk mendukung setiap kalimat dalain artikel. Tentu saja ini mernbutuhkan usaha. Namun artikel baik tentunya juga muncul dari apa dilakukan oleh penulisnya dengan cerrnat. Tabel bisa memberikan panduan untuk itu.
Seratus artikel yang Anda tulis dipastikan akan saling berbeda meskipun ada topik yang sama. Dari tabel dibuat, penulis bisa membuat analogi lebih banyak. Dari analogi-analogi lebih banyak ini artikel ditulis bisa tampak Iebih informatif dan berisi pengalaman penulisnya. Artikel penulis berjudul Sun Tzu creating distribution strategy diterbitkan sampai 3 kali dan kekuatan dari penulisan adalah analogi strategi perang dengan strategi pemasaran masa kini. Maka amatlah suatu yang memiliki banyak analogi, selesai hampir sama.
Tabel naskah artikel dengan menggunakan tabel kata benda acak penulis kira kurang umum. Cara ini memang agak manyimpang dari literatur mengupas tentang "bagaimana manulis sebuah naskah artikel, namun dalam parjalanannya, seorang penulis pasti mengalami saat-saat dimana ia mengalami kabuntuan, padahal ia dikejar tulisan itu. Saya pernah mengikuti talk show cukup terkenal. Ia mengatakan membuat satu artikel waktu kurang Iabih setahun. Semakin lama semakin satu editor juga memahami hal itu. Naskah artikel dalam waktu pendek dianggap naskah artikel yang kurang bermutu. Tapi, tunggu dulu, sepanjang apa yang ditulis sudah siap dengan data dan informasi serta pengalaman penulisnya di bidangnya, saya rasa waktu selama setahun itu tarlalu panjang. Normalnya hanya 3 bulan saja sudah kelar, bahkan bagi penulis tertentu profesinya menulis, menyelesaikan 1 artikel setebal 100 halaman kira-kira butuh waktu sebulan.
Apa yang melatar belakangi mengapa orang menulis artikel begitu lama? Pertama, bisa jadi ia menulis artikel artikel membutuhkan riset sehingga membutuhkan pihak ketiga melakukan pekerjaan itu. Atau ia sendiri perlu terjun langsung dan mengatahui semua paristiwa di TKP, karena kalau tidak dengan cara itu apa yang ditulis tidak sama dengan realitanya. Kedua, kesulitan mendapatkan referensi dan nara sumber juga menjadi penyebab kenapa sebuah naskah artikel artikel selesai sampai bertahun-tahun. Ketiga, artikel yang ditulis adalah artikel berada di luar bidang keilmuan penulisnya sehingga penulis harus bekerja keras untuk mempelajari bahan-bahan tulisannya. Keempat, kalau hambatan terjadi bukan karena ketiga poin di atas maka kelambatan penulisan bisa disebabkan oleh kebuntuan terjadi pada penulis sendiri, seperti tidak menemukan ide atau apa yang ditulisnya tidak tepat dan dirasa kurang sempurna.
Tabel kata benda acak akan menjembatani keempat agar apa ditulis bisa capat selesai tepat waktunya. Menulis artikel sekarang ini bukan lagi pakerjaan sampingan yang pernah dipikirkan orang. Beberapa penulis yang belakang sebagai pegawai akhirnya benar kepenuIisan dan menjadikan penulis sebagai abadinya. Kalau aktivitas menulisnya 1 buah artikel, maka 1 kalau menulis artikel dijadikan sebagai profesi maka ia harus produktif. Kalau ingin produktif tentunya ia harus kreatif dalam membuat suatu tulisan. Sumber keuangan bagi seorang profesinya menulis artikel tentunya harus disadarinya adalah banyaknya karya yang ditulisnya dan diterbitkan oleh penerbit selain banyaknya artikel terjual di pasar. Percuma kalau banyak menulis artikel artikel dan diterbitkan tetapi penjualannya kecil.
Penamaan royalty bagi penulis seperti ini tentunya sangatlah kecil. Tabel kata benda acak dalam hal akan sangat membantu kreatifitas dan derasnya aktivitas menulis artikel para penulis profesional maupun pemula. Dari tabel kata benda acak ini, yang tadinya tidak kepikir, hanya dengan menggunakan satu kata kunci yang diasosiasikan akan ditemukan kata kunci yang merupakan sebuah gagasan dan merupakan hal baru, atau gagasan lama dalam bentuk baru. Tabel kata benda acak akan menjadi ajaib tergantung penggunanya. Kalau penggunanya tidak menganggap dengan cara ini tidak membawa manfaat maka tabel kata benda acak menjadi tidak berguna. Tetapi sesuai pengalaman, justru para profesional dalam bidang tulis-menulis artikel kata benda acak ini malah digunakan sebagai alat untuk mendapatkan ide atau gagasan baru. Di bawah ini akan dijelaskan panjang lebar, mengapa penulis dianjurkan mengunakan tabel kata benda acak, apa mantaatnya serta bagaimana teknis penggunaanya.
Mengapa menggunakan tabel kata benda acak? Kalau kita sedang menulis artikel seringkali kita dihadapkan pada jalan buntu. Ketika memulainya maupun ketika sudah berada. Kerangka tulisan sudah pernah diulas sangat membantu dalam mengalirkan gagasan yang hendak ditulis. Nah, biasanya kesulitan dihadapi adalah ketika membuat kerangka tulisan, kata kunci apa bisa memicu sebuah tulisan itu dapat berkembang menjadi alinea yang padat dan informatif. Menulis artikel selalu saja bisa menghadapi jalan buntu, seperti kondisi deadlock ketika kita tengah berada dalam suatu meja perundingan. Pada saat menemui jalan buntu itulah tabel kata benda acak bisa membantu menemukan ide-ide baru dalam bentuk kata kunci. Sedangkan kata kunci itu sendiri sebelumnya adalah rangkaian kata benda acak dipilih seenaknya, dan terkesan ngawur. Namun ajaibnya, setelah kata benda acak dipilih dan diasosiasikan dengan tujuan tulisan kita, maka seorang penulis akan menemukan sebuah kejutan dan keajaiban dari kata benda acak yang digunakannya.
Kalau mengutip apa diungkapkan. Penggabungan gagasan semula tidak ada hubungannya dan melihat segala sesuatunya dengan cara baru, sungguh merupakan tindakan membangun hubungan-hubungan baru ini merupakan jantung proses kreatifitas. Safir Senduk, seorang penulis artikel best seller tentang keuangan, jika sedang dalam kebuntuan dan ingin menemukan ide baru maka ia menggunakan kata benda acak sebagai cara menemukan ide baru penulisannya. Ia menggunakan cara bukan sekali tetapi hampir semua artikelnya menjadi best. Seringkali apa ditulis oleh seorang penulis dari satu artikel ke artikel lain memiliki keanekaragaman. Nah, mencari keanekaragaman dalam tulisan itu yang membutuhkan usaha yang sangat luar biasa dan waktu lama sehingga artikel mestinya salesai 3 bulan, ternyata tidak selesai tepat pada waktunya.
Tabel kata benda acak akan sangat mambantu seorang penulis dalam mendapatkan keragaman dari kata benda acak yang diasosiasikan. Selain untuk mencairkan kebuntuan dan mendapatkan keanekaragaman kata kunci dalam tulisan, tabel kata benda acak menjadikan seorang penulis semakin asyik dengan permainannya. Kata benda acak dicarinya seolah dicomot entah dari mana, setelah itu dicarikan asosiasinya dengan tujuan dari penulisan itu. Tabel kata benda acak ini tentunya semakin memberikan semangat para penggunanya.
Apa dimaksud dengan tabel kata benda acak? Tabel kata benda acak adalah tabel dibuat untuk manemukan kata kunci pokok pikiran dalam sebuah kerangka tulisan. Kalau Anda sebelum menulis artikel selalu membuat kerangka terlebih dahulu maka seringkali kata kunci kerangka itu macet di tengah jalan. Kalau kerangkanya macet, maka mau ditulis pun akan macet. Suatu hal itu dipaksakan (dilakukan), memang bisa saja tulisan itu mengalir tetapi pada umumnya tulisan yang tanpa kerangka memiliki bentuk tidak kronologis, pembahasan suatu permasalahan akan berulang. Idenya bisa jadi satu dengan yang lain. Kalau diamati tulisannya akan kacau. Memangnya bisa begitu? Bagi penulist pemula sangat kentara kalau gagasan ditulits meloncat.
Memang ada penulis yang tanpa kerangka sudah bisa menulis, tetapi jangan untuk pemula. Tujuan membuat kerangka sebenarnya sama seperti membuat sebuah gudang. Gudang itu belum bisa ditutup tambok-temboknya jika kerangka secara keseluruhan belum jadi. Kalau terburu-buru temboknya disusun sebelum kerangka jadi, maka gudang itu bisa ambruk. Kalau tidak bisa ambruk, maka gudangnya miring dan sangat rapuh. Nah, gudang sangat rapuh ini tidak aman dihuni, dan pasti tidak ada mau menghuni. Bagitu pula dengan naskah artikel yang tidak dikerjakan sesuai dengan kaidah ada, maka saringkali naskah artikel ini ditolak olah penerbit.
Tujuan membuat kerangka sebenarnya sama seperti gudang itu belum bisa jika kerangka keseluruhan balum jadi. Tabel kata banda acak sangatlah membantu penulis profesional maupun pemula. Sebab dengan menggunakan tabel kata benda acak, penulis bisa asosiaisi dengan tujuan ingin ditulis.
Pada 2500 tahun yang lalu merupakan seorang panglima secara tidak langsung meletakan dasar-dasar sebuah perencanaan sebelum peperangan, dan dalam bisnis modern falsafah tersebut di atas telah banyak menggunakan. Secara sederhana WH. Newman mendefinisikan sebagai "PIanning is deciding in advance what is to be done" Perencanaan adalah ketentuan terlebih dahulu apa akan dikerjakan. Sementara itu, kata kunci pada sub bab, bisa menggunakan satu kata, dua kata atau tiga kata. Kalau satu kata berarti penulis harus mencari satu kata sangat kuat dalam mewakili sub bab itu. Sub bab yang menarik membuat pembaca ingin meneruskan membaca alinea berikutnya. Bagi penulis pemula jarang mau memperhatikan hal ini karena dianggap tidak memiliki pengaruh yang kuat biasa.
Selain judul bab, sub bab ini sebenarnya mengantarkan atau memberikan pikiran yang terkotak pada suatu permasalahan fokus ingin dipecahkan. Kata kunci sub bab satu kata, misalnya "investasi", dua kata irvestasi property, sedangkan tiga. Panjang alinea dalam suatu tulisan memang juga harus dikombinasi. Kalau selama ini penulis menulis artikel biasanya kurang lebih minimal 0,25 halaman di Microsoft Office Word, maka kadangkala ada satu alinea panjangnya bisa separuh page komputer. Semua ini beragam sekali tergantung pembahasan, dan penulis akan memenggalnya jika terlalu penjang, sehingga tidak mengganggu pokok gagasan yang dituliskan.
Panjang pendek alinea ini bisa dikombinasi dan tidak monoton. Kalau panjang-panjang terus, kalau pendek harus pendek terus. Dalam menulis artikel sebuah artikel gramatikal juga perlu ditinjau. Ketika kita sedang menuliskan kalimat, tidak jarang gramatikalnya terbalik, dan seorang penulis memiliki tugas untuk memperbaikinya. Dalam proses editinglah gramatikal bahasa bisa diperbaiki dengan baik. Gramatikal (diterangkan dan menerangkan) atau MD (menerangkan dan diterangkan) bisa melakukan editing. Bawah item dapat contoh ketika kalimat dalam hukum ubah ini tentunya dengan cara menyeimbangkan kalimat sebelumnya atau sesudahnya dengan mempertimbangkan keselarasan ketika dibaca.
Dalam suatu tulisan harus selama ini saya lebih minimal 1,25 halaman di Microsoft. Hukum Panjang alioaa dalam suatu tulisan harus dikombinasi, Saya selama ini kalau menulis artikel biasanya kurang lebih minimaf 0,25 halaman. Membetulkan kalimat dalam hukum maupun bagaikan membetulkan kata-kata yang salah karena pengaruh kata dalam bahasa Inggris seperti contoh yang ada di bawah ini. Dengan membetulkan kata-kata dalam kalimat terbalik maka dalam menulis artikel diharap tulisan dalam kondisi seimbang sehingga enak dibaca. Bagian lebih banyak dalam proses editing dan Anda bisa ikuti uraiannya di bab lain membahas tentang editing. Tentu dapat dirasakan oleh seorang pada adanya variasi dalam pengerjaan naskah artikel, diharapkan naskah artikel dikerjakan hasilnya maksimal.
Kalau sebelumnya seorang penulis tidak bisa menulis artikel bervariatif, penulis bisa terarah dan selalu berpatokan pada variasi ketika mengerjakannya. Bukankah naskah artikel yang penuh dengan kreasi dan kejutan lebih memikat daripada naskah artikel biasa-biasa saja. Dengan penulis bisa menulis artikel lebih cepat dibanding sebelumnya. Selain ia bergairah dengan berbagai kreativitas diaplikasikan, ia juga akan merupakan pengalaman baru dalam mengerjakan naskah artikel artikel best seller.
Waktu pertama kali menulis, penulis menulis artikel secara linier saja dan menulis artikel apa ada dalam pikiran. Tetapi setelah mengikuti pelatihan menulis artikel kreatif, penulis merasa bahwa menulis artikel lebih bergairah lebih memberikan kepuasan setelah kita berbuat banyak terhadap tulisan kita. Berbuat lebih banyak di sini adalah memberikan aneka pedoman. Tabel yang diadopsi tersebut bisa digunakan untuk melakukan editing lebih cepat dan hasil editing tentunya sangat bervariatif. Selain itu seorang penuiis dengan adanya tabel ini tidak akan takut-takut dalam menuliskan apa terlintas dalam pikirannya. Bukankah nantinya bisa diedit dan diberikan berbagai variasi seperti Leonardo melukis seribu wajah dengan menggunakan tabel.
Dengan adanya tabel itu diharapkan dapat muncul suatu gagasan yang mengejutkan. Biasanya hal-hal yang ditelusuri dari berbagai persamaan kata, data dan peristiwa baru, maka hasil karya akan tampak bervariatif. Tabel dibuat akan memandu untuk terus mencari hal-hal baru dari peristiwa, data serta berbagai surnber informasi bisa digunakan untuk mendukung setiap kalimat dalain artikel. Tentu saja ini mernbutuhkan usaha. Namun artikel baik tentunya juga muncul dari apa dilakukan oleh penulisnya dengan cerrnat. Tabel bisa memberikan panduan untuk itu.
Seratus artikel yang Anda tulis dipastikan akan saling berbeda meskipun ada topik yang sama. Dari tabel dibuat, penulis bisa membuat analogi lebih banyak. Dari analogi-analogi lebih banyak ini artikel ditulis bisa tampak Iebih informatif dan berisi pengalaman penulisnya. Artikel penulis berjudul Sun Tzu creating distribution strategy diterbitkan sampai 3 kali dan kekuatan dari penulisan adalah analogi strategi perang dengan strategi pemasaran masa kini. Maka amatlah suatu yang memiliki banyak analogi, selesai hampir sama.
Tabel naskah artikel dengan menggunakan tabel kata benda acak penulis kira kurang umum. Cara ini memang agak manyimpang dari literatur mengupas tentang "bagaimana manulis sebuah naskah artikel, namun dalam parjalanannya, seorang penulis pasti mengalami saat-saat dimana ia mengalami kabuntuan, padahal ia dikejar tulisan itu. Saya pernah mengikuti talk show cukup terkenal. Ia mengatakan membuat satu artikel waktu kurang Iabih setahun. Semakin lama semakin satu editor juga memahami hal itu. Naskah artikel dalam waktu pendek dianggap naskah artikel yang kurang bermutu. Tapi, tunggu dulu, sepanjang apa yang ditulis sudah siap dengan data dan informasi serta pengalaman penulisnya di bidangnya, saya rasa waktu selama setahun itu tarlalu panjang. Normalnya hanya 3 bulan saja sudah kelar, bahkan bagi penulis tertentu profesinya menulis, menyelesaikan 1 artikel setebal 100 halaman kira-kira butuh waktu sebulan.
Apa yang melatar belakangi mengapa orang menulis artikel begitu lama? Pertama, bisa jadi ia menulis artikel artikel membutuhkan riset sehingga membutuhkan pihak ketiga melakukan pekerjaan itu. Atau ia sendiri perlu terjun langsung dan mengatahui semua paristiwa di TKP, karena kalau tidak dengan cara itu apa yang ditulis tidak sama dengan realitanya. Kedua, kesulitan mendapatkan referensi dan nara sumber juga menjadi penyebab kenapa sebuah naskah artikel artikel selesai sampai bertahun-tahun. Ketiga, artikel yang ditulis adalah artikel berada di luar bidang keilmuan penulisnya sehingga penulis harus bekerja keras untuk mempelajari bahan-bahan tulisannya. Keempat, kalau hambatan terjadi bukan karena ketiga poin di atas maka kelambatan penulisan bisa disebabkan oleh kebuntuan terjadi pada penulis sendiri, seperti tidak menemukan ide atau apa yang ditulisnya tidak tepat dan dirasa kurang sempurna.
Tabel kata benda acak akan menjembatani keempat agar apa ditulis bisa capat selesai tepat waktunya. Menulis artikel sekarang ini bukan lagi pakerjaan sampingan yang pernah dipikirkan orang. Beberapa penulis yang belakang sebagai pegawai akhirnya benar kepenuIisan dan menjadikan penulis sebagai abadinya. Kalau aktivitas menulisnya 1 buah artikel, maka 1 kalau menulis artikel dijadikan sebagai profesi maka ia harus produktif. Kalau ingin produktif tentunya ia harus kreatif dalam membuat suatu tulisan. Sumber keuangan bagi seorang profesinya menulis artikel tentunya harus disadarinya adalah banyaknya karya yang ditulisnya dan diterbitkan oleh penerbit selain banyaknya artikel terjual di pasar. Percuma kalau banyak menulis artikel artikel dan diterbitkan tetapi penjualannya kecil.
Penamaan royalty bagi penulis seperti ini tentunya sangatlah kecil. Tabel kata benda acak dalam hal akan sangat membantu kreatifitas dan derasnya aktivitas menulis artikel para penulis profesional maupun pemula. Dari tabel kata benda acak ini, yang tadinya tidak kepikir, hanya dengan menggunakan satu kata kunci yang diasosiasikan akan ditemukan kata kunci yang merupakan sebuah gagasan dan merupakan hal baru, atau gagasan lama dalam bentuk baru. Tabel kata benda acak akan menjadi ajaib tergantung penggunanya. Kalau penggunanya tidak menganggap dengan cara ini tidak membawa manfaat maka tabel kata benda acak menjadi tidak berguna. Tetapi sesuai pengalaman, justru para profesional dalam bidang tulis-menulis artikel kata benda acak ini malah digunakan sebagai alat untuk mendapatkan ide atau gagasan baru. Di bawah ini akan dijelaskan panjang lebar, mengapa penulis dianjurkan mengunakan tabel kata benda acak, apa mantaatnya serta bagaimana teknis penggunaanya.
Mengapa menggunakan tabel kata benda acak? Kalau kita sedang menulis artikel seringkali kita dihadapkan pada jalan buntu. Ketika memulainya maupun ketika sudah berada. Kerangka tulisan sudah pernah diulas sangat membantu dalam mengalirkan gagasan yang hendak ditulis. Nah, biasanya kesulitan dihadapi adalah ketika membuat kerangka tulisan, kata kunci apa bisa memicu sebuah tulisan itu dapat berkembang menjadi alinea yang padat dan informatif. Menulis artikel selalu saja bisa menghadapi jalan buntu, seperti kondisi deadlock ketika kita tengah berada dalam suatu meja perundingan. Pada saat menemui jalan buntu itulah tabel kata benda acak bisa membantu menemukan ide-ide baru dalam bentuk kata kunci. Sedangkan kata kunci itu sendiri sebelumnya adalah rangkaian kata benda acak dipilih seenaknya, dan terkesan ngawur. Namun ajaibnya, setelah kata benda acak dipilih dan diasosiasikan dengan tujuan tulisan kita, maka seorang penulis akan menemukan sebuah kejutan dan keajaiban dari kata benda acak yang digunakannya.
Kalau mengutip apa diungkapkan. Penggabungan gagasan semula tidak ada hubungannya dan melihat segala sesuatunya dengan cara baru, sungguh merupakan tindakan membangun hubungan-hubungan baru ini merupakan jantung proses kreatifitas. Safir Senduk, seorang penulis artikel best seller tentang keuangan, jika sedang dalam kebuntuan dan ingin menemukan ide baru maka ia menggunakan kata benda acak sebagai cara menemukan ide baru penulisannya. Ia menggunakan cara bukan sekali tetapi hampir semua artikelnya menjadi best. Seringkali apa ditulis oleh seorang penulis dari satu artikel ke artikel lain memiliki keanekaragaman. Nah, mencari keanekaragaman dalam tulisan itu yang membutuhkan usaha yang sangat luar biasa dan waktu lama sehingga artikel mestinya salesai 3 bulan, ternyata tidak selesai tepat pada waktunya.
Tabel kata benda acak akan sangat mambantu seorang penulis dalam mendapatkan keragaman dari kata benda acak yang diasosiasikan. Selain untuk mencairkan kebuntuan dan mendapatkan keanekaragaman kata kunci dalam tulisan, tabel kata benda acak menjadikan seorang penulis semakin asyik dengan permainannya. Kata benda acak dicarinya seolah dicomot entah dari mana, setelah itu dicarikan asosiasinya dengan tujuan dari penulisan itu. Tabel kata benda acak ini tentunya semakin memberikan semangat para penggunanya.
Apa dimaksud dengan tabel kata benda acak? Tabel kata benda acak adalah tabel dibuat untuk manemukan kata kunci pokok pikiran dalam sebuah kerangka tulisan. Kalau Anda sebelum menulis artikel selalu membuat kerangka terlebih dahulu maka seringkali kata kunci kerangka itu macet di tengah jalan. Kalau kerangkanya macet, maka mau ditulis pun akan macet. Suatu hal itu dipaksakan (dilakukan), memang bisa saja tulisan itu mengalir tetapi pada umumnya tulisan yang tanpa kerangka memiliki bentuk tidak kronologis, pembahasan suatu permasalahan akan berulang. Idenya bisa jadi satu dengan yang lain. Kalau diamati tulisannya akan kacau. Memangnya bisa begitu? Bagi penulist pemula sangat kentara kalau gagasan ditulits meloncat.
Memang ada penulis yang tanpa kerangka sudah bisa menulis, tetapi jangan untuk pemula. Tujuan membuat kerangka sebenarnya sama seperti membuat sebuah gudang. Gudang itu belum bisa ditutup tambok-temboknya jika kerangka secara keseluruhan belum jadi. Kalau terburu-buru temboknya disusun sebelum kerangka jadi, maka gudang itu bisa ambruk. Kalau tidak bisa ambruk, maka gudangnya miring dan sangat rapuh. Nah, gudang sangat rapuh ini tidak aman dihuni, dan pasti tidak ada mau menghuni. Bagitu pula dengan naskah artikel yang tidak dikerjakan sesuai dengan kaidah ada, maka saringkali naskah artikel ini ditolak olah penerbit.
Tujuan membuat kerangka sebenarnya sama seperti gudang itu belum bisa jika kerangka keseluruhan balum jadi. Tabel kata banda acak sangatlah membantu penulis profesional maupun pemula. Sebab dengan menggunakan tabel kata benda acak, penulis bisa asosiaisi dengan tujuan ingin ditulis.































