Kita ketahui pada umumnya terdapat dua jenis penyakit diabetes, yakni
Diabetes Tipe 1.
Jenis penyakit diabetes satu Ini sebenarnya merupakan insulin-dependent diabetes atau dengan kata lain diabetes yang tidak dapat menghasilkan insulin bagi tubuh. Dalam hal ini jenis diabetes pankreas ini tidak dapat membuat insulin. Oleh sebab itu, pasien membutuhkan insulin baru agar bisa bertahan hidup. Jenis penyakit diabetes jenis ini lebih sering terjadi pada masa kanak-kanak atau balita.
Diabetes Tipe 2.
Jenis penyakit ini merupakan penyakit diabetes non-insulin-dependent. Hal ini karena diabetes jenis ini lebih sering menyerang orang dewasa. Berbeda dengan tipe pertama tadi, jenis diabetes tipe dua ini malah sebaliknya, yakni terlalu banyak memproduksi insulin lebih dari biasanya. Akibatnya, sel-sel akan menjadi resisten terhadap insulin karena reseptor insulin pada permukaan sel tersebut tidak berfungsi dengan baik.
Untuk tipe diabetes satu, biasanya penyakit ini diwariskan dari kedua orang tuanya. Sedangkan diabetes tipe dua lebih disebabkan oleh pola makan yang buruk dan masalah-masalah kesehatan lainnya yang terjadi setelah masa kanak-kanak. Biasa disebut diabetes mellitus, dimana pada kondisi ini adalah penyakit berbasis fisik. Penyebabnya karena pankreas tidak memproduksi cukup insulin sehingga sel-sel di dalam tubuh tidak merespon insulin yang diproduksi tadi. Akibatnya glukosa darah tidak dapat diserap oleh sel yang berujung pada terjadinya penyakit diabetes.
Gejala-gejala fisik penyakit diabetes diantaranya yang bisa dirasakan secara langsung adalah seringnya kencing, rasa lesu secara terus menerus, penglihatan mulai kabur, terkadang bisa pingsan, rasa haus yang berlebihan atau rasa lapar yang diluar dari kebiasaan. Bila penyakit diabetes ini sudah kronis, bisa mengakibatkan terjadinya komplikasi kesehatan yang serius seperti gagal ginjal atau penyakit ginjal, penyakit jantung, stroke dan kebutaan.
Tahukah Anda, ternyata sekitar 17 juta orang Amerika mengidap salah satu dari dua penyakit diabetes ini. Dan yang mencengangkan, lebih dari separuhnya sama sekali tidak menyadarinya. Mereka kebanyakan mengira gejala-gejala yang mereka alami seperti diatas merupakan gejala biasa, sama halnya dengan kelelahan umum atau gejala masalah berat badan, kemalasan yang berlebihan, atau karena sudah semakin tua.
Untuk mengobati penyakit diabetes, langkah sederhana yang cukup moderat adalah melakuan diet ketat, mengkonsumsi beberapa obat yang aman, dan bagi patient yang memiliki diabetes parah, serangkaian suntikan insulin oral harus dilakukan. Diabetes juga dapat dipantau dengan cara memegang tangan pasien dan memeriksa kadar glukosa darah. Alat pengukur gula darah bisa membantu dengan cara menusukkan ke kulit, baik pada jari ataupun lengan. Dan bila diketahui kadar glukosa darah terlalu rendah atau terlalu tinggi, lakukanlah tindakan preventif untuk menghidari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
Lalu, apa pula yang disebut Insipidus Diabetes itu?
Berbeda dengan jenis diabetes yang umumnya kita ketahui sebelumnya seperti Diabetes Mellitus, Diabetes insipidus lebih terkait dengan adanya disfungsi pada kelenjar di otak. kita menyebut diabetes maka kebanyakan orang akan menganggap bahwa itu disebabkan oleh gula maka untuk penyakit diabetes insipidus disebabkan oleh kekurangan insulin atau kurangnya regulasi insulin. Diabetes insipidus terjadi ketika kelenjar pituitary tidak memproduksi cukup hormon ADH. Antidiuretic Hormone ini sangat diperlukan tubuh untuk mengontrol jumlah kadar air dalam tubuh. Diabetes insipidus dapat menjadi penyakit serius atau bahkan fatal jika tidak ditangani dengan cepat.***
Diabetes Tipe 1.
Jenis penyakit diabetes satu Ini sebenarnya merupakan insulin-dependent diabetes atau dengan kata lain diabetes yang tidak dapat menghasilkan insulin bagi tubuh. Dalam hal ini jenis diabetes pankreas ini tidak dapat membuat insulin. Oleh sebab itu, pasien membutuhkan insulin baru agar bisa bertahan hidup. Jenis penyakit diabetes jenis ini lebih sering terjadi pada masa kanak-kanak atau balita.
Diabetes Tipe 2.
Jenis penyakit ini merupakan penyakit diabetes non-insulin-dependent. Hal ini karena diabetes jenis ini lebih sering menyerang orang dewasa. Berbeda dengan tipe pertama tadi, jenis diabetes tipe dua ini malah sebaliknya, yakni terlalu banyak memproduksi insulin lebih dari biasanya. Akibatnya, sel-sel akan menjadi resisten terhadap insulin karena reseptor insulin pada permukaan sel tersebut tidak berfungsi dengan baik.
Untuk tipe diabetes satu, biasanya penyakit ini diwariskan dari kedua orang tuanya. Sedangkan diabetes tipe dua lebih disebabkan oleh pola makan yang buruk dan masalah-masalah kesehatan lainnya yang terjadi setelah masa kanak-kanak. Biasa disebut diabetes mellitus, dimana pada kondisi ini adalah penyakit berbasis fisik. Penyebabnya karena pankreas tidak memproduksi cukup insulin sehingga sel-sel di dalam tubuh tidak merespon insulin yang diproduksi tadi. Akibatnya glukosa darah tidak dapat diserap oleh sel yang berujung pada terjadinya penyakit diabetes.
Gejala-gejala fisik penyakit diabetes diantaranya yang bisa dirasakan secara langsung adalah seringnya kencing, rasa lesu secara terus menerus, penglihatan mulai kabur, terkadang bisa pingsan, rasa haus yang berlebihan atau rasa lapar yang diluar dari kebiasaan. Bila penyakit diabetes ini sudah kronis, bisa mengakibatkan terjadinya komplikasi kesehatan yang serius seperti gagal ginjal atau penyakit ginjal, penyakit jantung, stroke dan kebutaan.
Tahukah Anda, ternyata sekitar 17 juta orang Amerika mengidap salah satu dari dua penyakit diabetes ini. Dan yang mencengangkan, lebih dari separuhnya sama sekali tidak menyadarinya. Mereka kebanyakan mengira gejala-gejala yang mereka alami seperti diatas merupakan gejala biasa, sama halnya dengan kelelahan umum atau gejala masalah berat badan, kemalasan yang berlebihan, atau karena sudah semakin tua.
Untuk mengobati penyakit diabetes, langkah sederhana yang cukup moderat adalah melakuan diet ketat, mengkonsumsi beberapa obat yang aman, dan bagi patient yang memiliki diabetes parah, serangkaian suntikan insulin oral harus dilakukan. Diabetes juga dapat dipantau dengan cara memegang tangan pasien dan memeriksa kadar glukosa darah. Alat pengukur gula darah bisa membantu dengan cara menusukkan ke kulit, baik pada jari ataupun lengan. Dan bila diketahui kadar glukosa darah terlalu rendah atau terlalu tinggi, lakukanlah tindakan preventif untuk menghidari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
Lalu, apa pula yang disebut Insipidus Diabetes itu?
Berbeda dengan jenis diabetes yang umumnya kita ketahui sebelumnya seperti Diabetes Mellitus, Diabetes insipidus lebih terkait dengan adanya disfungsi pada kelenjar di otak. kita menyebut diabetes maka kebanyakan orang akan menganggap bahwa itu disebabkan oleh gula maka untuk penyakit diabetes insipidus disebabkan oleh kekurangan insulin atau kurangnya regulasi insulin. Diabetes insipidus terjadi ketika kelenjar pituitary tidak memproduksi cukup hormon ADH. Antidiuretic Hormone ini sangat diperlukan tubuh untuk mengontrol jumlah kadar air dalam tubuh. Diabetes insipidus dapat menjadi penyakit serius atau bahkan fatal jika tidak ditangani dengan cepat.***































