Implementasi aplikasi ini dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual C++ .NET. yang didukung oleh library vfw32.lib. Pada implementasi ini dilakukan pengkodean semua proses yang terdapat pada desain sistem serta dikodekan pula artikel yang dapat digunakan pada aplikasi ini yang meliputi pengaturan brightness dan contrast, lowpass spatial artikel, highpass spatial artikel, median artikel, serta artikel pada frekuensi domain yang meliputi ideal lowpass artikel, Butterworth lowpass artikel, Gaussian lowpass artikel, ideal highpass artikel, Butterworth highpass artikel, Gaussian highpass artikel, ideal bandreject artikel, Butterworth bandreject artikel, serta Gaussian bandreject artikel.
Adapun tampilan perangkat lunak terdapat pada gambar di bawah ini.
Pada perangkat lunak ini, frame yang sedang aktif akan tampil di bagian utama window, dimana frame ini dapat dipilih dengan menggunakan slider yang terdapat di bagian bawah. Sedangkan di bagian kanan terdapat informasi AVI dan Bitmap yang aktif. Dibagian bawah informasi tersebut terdapat pilihan untuk menentukan artikel yang hendak diterapkan pada frame yang sedang aktif serta terdapat pula slider untuk menentukan parameter artikel pada domain frekuensi dan pengaturan brightness serta contrast.
Setelah selesai implementasi, dilakukan pengujian dengan menerapkan semua artikel ke beberapa file AVI serta menyimpan kembali file yang telah diubah tersebut. File AVI yang dihasilkan dicoba dijalankan pada program Windows Media Player untuk menguji perbedaan dengan file awal. Hasil dari pengujian ini adalah bahwa semua artikel sudah dapat diterapkan ke file AVI dengan baik dan dengan memilih artikel yang tepat, maka kualitas video dapat meningkat.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan terhadap aplikasi perbaikan citra pada video digital maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
• Proses perbaikan kualitas video memerlukan pemilihan artikel yang tepat dimana pemilihan ini tidak dapat dilakukan secara otomatis tetapi ditentukan oleh pengguna.
• Bagi pengguna, penerapan artikel pada domain spatial relatif lebih mudah daripada domain frekuensi, karena pada domain frekuensi terdapat parameter-parameter yang harus dimengerti dan diatur oleh pengguna.
• Secara umum, hasil dari penerapan sebuah artikel pada file video dengan menggunakan domain spatial tidak mempunyai banyak perbedaan dengan penerapan artikel tersebut pada domain frekuensi.
Adapun tampilan perangkat lunak terdapat pada gambar di bawah ini.
Pada perangkat lunak ini, frame yang sedang aktif akan tampil di bagian utama window, dimana frame ini dapat dipilih dengan menggunakan slider yang terdapat di bagian bawah. Sedangkan di bagian kanan terdapat informasi AVI dan Bitmap yang aktif. Dibagian bawah informasi tersebut terdapat pilihan untuk menentukan artikel yang hendak diterapkan pada frame yang sedang aktif serta terdapat pula slider untuk menentukan parameter artikel pada domain frekuensi dan pengaturan brightness serta contrast.
Setelah selesai implementasi, dilakukan pengujian dengan menerapkan semua artikel ke beberapa file AVI serta menyimpan kembali file yang telah diubah tersebut. File AVI yang dihasilkan dicoba dijalankan pada program Windows Media Player untuk menguji perbedaan dengan file awal. Hasil dari pengujian ini adalah bahwa semua artikel sudah dapat diterapkan ke file AVI dengan baik dan dengan memilih artikel yang tepat, maka kualitas video dapat meningkat.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan terhadap aplikasi perbaikan citra pada video digital maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
• Proses perbaikan kualitas video memerlukan pemilihan artikel yang tepat dimana pemilihan ini tidak dapat dilakukan secara otomatis tetapi ditentukan oleh pengguna.
• Bagi pengguna, penerapan artikel pada domain spatial relatif lebih mudah daripada domain frekuensi, karena pada domain frekuensi terdapat parameter-parameter yang harus dimengerti dan diatur oleh pengguna.
• Secara umum, hasil dari penerapan sebuah artikel pada file video dengan menggunakan domain spatial tidak mempunyai banyak perbedaan dengan penerapan artikel tersebut pada domain frekuensi.































