Artikel pada pengolahan citra digital mempunyai beragam fungsi seperti menambah ketajaman gambar, memperhalus gambar, mendapatkan tepi dari suatu obyek serta masih banyak fungsi lain yang dapat diterapkan. Secara umum artikel dapat diimplementasikan pada domain spatial atau domain frekuensi. Domain spatial dapat dianalogikan dengan domain waktu, dimana pada spatial artikeling, gambar yang berupa kumpulan warna piksel pada posisi (x,y) tertentu tidak diubah, artikel dilakukan langsung terhadap nilai piksel pada posisi tersebut. Sedangkan proses artikel pada domain frekuensi akan melakukan perubahan gambar ke dalam domain frekuensi yang biasanya menggunakan Fast Fourier Transform (FFT) (Bourke, 1998) Setelah dilakukan perubahan domain, barulah dilakukan proses artikel dan kemudian gambar akan dikembalikan kembali ke domain spatial dengan Inverse FFT (Gonzales, 2002)
Untuk artikel spatial biasanya ditentukan oleh sebuah matriks yang menjadi suatu koefisien dalam melakukan artikel pada piksel yang akan diproses. Proses artikel pada domain spatial dilakukan dengan cara konvolusi antara gambar dengan matriks yang telah didefinisikan. Sebagai contoh artikel yang umum dilakukan adalah lowpass artikel, highpass artikel, gaussian artikel, dan median artikel. Artikel juga dapat digunakan untuk mengurangi jumlah persentase noise dalam suatu citra digital.
Penyesuaian tingkat brightness dan contrast pada suatu gambar biasanya dilakukan dengan menggunakan fungsi sliding dan stretching histogram. Operasi histogram sliding dilakukan dengan penambahan atau pengurangan brightness secara konstan di semua piksel pada gambar. Operasi sliding biasanya dikenal untuk menambahkan ‘offset’ pada brightness gambar. Sedangkan operasi histogram stretching adalah perkalian atau pembagian tiap piksel dengan nilai konstan. Operasi stretching biasanya dikenal untuk menambahkan ‘gain’ pada brightness gambar.
Lowpass Spatial Artikel.
Spatial lowpass artikel mempunyai efek untuk melewati atau tidak memproses komponen yang mempunyai frekuensi spatial rendah dari sebuah gambar. Komponen yang berfrekuensi tinggi ditipiskan dan tampak memudar pada gambar hasil. Terdapat beberapa matriks yang dapat digunakan untuk proses konvolusi pada spatial lowpass artikel seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
Highpass Spatial Artikel.
Highpass spatial artikel mempunyai efek kebalikan dari lowpass spatial artikel, dimana highpass spatial artikel menonjolkan komponen berfrekuensi spatial tinggi dan membiarkan komponen berfrekuensi rendah tetap seperti asalnya / tidak diproses. Adapun matriks yang digunakan untuk proses highpass spatial artikel adalah seperti terlihat di gambar 3.
Median Artikel.
Median artikel cocok digunakan untuk menghilangkan noise dari suatu gambar. Median artikel bekerja dengan mengevaluasi tingkat brightness dari suatu piksel dan menentukan piksel mana yang tingkat brightness-nya adalah nilai median (nilai tengah) dari semua piksel. Nilai median ditentukan dari menempatkan brightness piksel pada urutan yang bertingkat dan memilih nilai tengah, sehingga angka yang didapat dari brightness piksel yang ada menjadi kurang dari dan lebih dari nilai tengah yang didapat.
4. Desain Sistem
Sebelum melakukan implementasi, langkah yang perlu dilakukan adalah membuat desain sistem. Secara umum aplikasi perbaikan citra video ini dibagi menjadi 6 bagian utama yaitu :
• Proses membuka file AVI.
• Proses membuka stream video.
• Proses mengambil frame yang diinginkan.
• Proses artikeling pada frame.
• Proses menampilkan frame.
• Proses penyimpanan file AVI
Flowchart sistem keseluruhan terdapat pada gambar di bawah ini.
Untuk artikel spatial biasanya ditentukan oleh sebuah matriks yang menjadi suatu koefisien dalam melakukan artikel pada piksel yang akan diproses. Proses artikel pada domain spatial dilakukan dengan cara konvolusi antara gambar dengan matriks yang telah didefinisikan. Sebagai contoh artikel yang umum dilakukan adalah lowpass artikel, highpass artikel, gaussian artikel, dan median artikel. Artikel juga dapat digunakan untuk mengurangi jumlah persentase noise dalam suatu citra digital.
Penyesuaian tingkat brightness dan contrast pada suatu gambar biasanya dilakukan dengan menggunakan fungsi sliding dan stretching histogram. Operasi histogram sliding dilakukan dengan penambahan atau pengurangan brightness secara konstan di semua piksel pada gambar. Operasi sliding biasanya dikenal untuk menambahkan ‘offset’ pada brightness gambar. Sedangkan operasi histogram stretching adalah perkalian atau pembagian tiap piksel dengan nilai konstan. Operasi stretching biasanya dikenal untuk menambahkan ‘gain’ pada brightness gambar.
Lowpass Spatial Artikel.
Spatial lowpass artikel mempunyai efek untuk melewati atau tidak memproses komponen yang mempunyai frekuensi spatial rendah dari sebuah gambar. Komponen yang berfrekuensi tinggi ditipiskan dan tampak memudar pada gambar hasil. Terdapat beberapa matriks yang dapat digunakan untuk proses konvolusi pada spatial lowpass artikel seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
Highpass Spatial Artikel.
Highpass spatial artikel mempunyai efek kebalikan dari lowpass spatial artikel, dimana highpass spatial artikel menonjolkan komponen berfrekuensi spatial tinggi dan membiarkan komponen berfrekuensi rendah tetap seperti asalnya / tidak diproses. Adapun matriks yang digunakan untuk proses highpass spatial artikel adalah seperti terlihat di gambar 3.
Median Artikel.
Median artikel cocok digunakan untuk menghilangkan noise dari suatu gambar. Median artikel bekerja dengan mengevaluasi tingkat brightness dari suatu piksel dan menentukan piksel mana yang tingkat brightness-nya adalah nilai median (nilai tengah) dari semua piksel. Nilai median ditentukan dari menempatkan brightness piksel pada urutan yang bertingkat dan memilih nilai tengah, sehingga angka yang didapat dari brightness piksel yang ada menjadi kurang dari dan lebih dari nilai tengah yang didapat.
4. Desain Sistem
Sebelum melakukan implementasi, langkah yang perlu dilakukan adalah membuat desain sistem. Secara umum aplikasi perbaikan citra video ini dibagi menjadi 6 bagian utama yaitu :
• Proses membuka file AVI.
• Proses membuka stream video.
• Proses mengambil frame yang diinginkan.
• Proses artikeling pada frame.
• Proses menampilkan frame.
• Proses penyimpanan file AVI
Flowchart sistem keseluruhan terdapat pada gambar di bawah ini.































