b. Peluang Menjual Tulisan Lewat Internet
Penulis buku dan artikel memiliki peluang menjual buku dan artikel lebih luas. Kalau penerbit buku menolak, toh ada media lain yang tidak kalah cepat dan menghasilkan jika penulis buku bisa memanfaatkan celah itu. Penulis buku dan artikel bisa menjualnya melalui internet dan hal ini sudah banyak yang melakukan.
Anne Ahira seorang internet marketer muda yang berdomisili di Bandung, ia mendapatkan uang hanya dari berjualan buku panduan "bagaimana menjalankan internet marketing". Begitu juga dengan banyak orang yang sudah berpraktik menjual karyanya dalam bentuk e-book demi mendapatkan uang. Jadi, jalur seorang penulis buku dan artikel sangatlah lebar bila dibandingkan di era sebelum kemunculan komputer. Selain mejual buku dan artikel melaui darat, bisa pula menjual melalui kabel.
Melalui internet, selain bisa dijadikan media untuk berjualan buku dan artikel, juga bisa digunakan sebagai sarana promosi. Entah itu dengan cara memasang brosur di website, blogger, word preess atau memasukan iklan di milis-milis yang sesuai. Kemunkinan tersebarnya informasi kemunculan buku seorang penulis akan terjadi begitu cepat. Bahkan tulisan bisa dibaca oleh ribuan orang bahkan jutaan orang di seluruh dunia. Internet merupakan media promosi yang dampaknya luar biasa jika tulisan sangat digemari oleh pembacanya. Buku cerita "Radikus Makan Kakus" yang ditulis oleh Raditya Dika awalnya bukanlah ditujukan untuk penerbitan agar dicetak dan dipasarkan. Ia semula hanya iseng membuat tulisan-tulisan humor di blogger dan tidak disangka-sangka ternyata tulisannya digemari banyak orang, sehingga akhirnya ada penerbit yang mau menerbitkan tulisan-tulisannya ke dalam media cetakan seperti buku dan sebagainya.
Selain dalam bentuk tulisan pendek seperti humor, artikel serta tulisan pendek lainnya, tulisan dalam bentuk e-book juga diminati. E-book adalah buku elektronik yang bisa didownload oleh yang membutuhkan setelah membayar sejumlah uang tertentu dan kemudian mencetaknya sehingga mudah dibaca. Menjual e-book merupakan langkah kedua setelah penerbit tidak bisa menerbitkan tulisan Anda. Melalui e-book Anda bisa mendapatkan uang tanpa harus menjajakan karya tulis Anda.
Buku dan artikel dalam bentuk e-book akan dikenali pembaca di seluruh dunia, dibandingkan sebelumnya yang hanya lokal saja. Penerbit di Indonesia hanya memasarkan buku di seluruh Indonesia saja, kecuali kalau sudah diterjemahkan, kemungkinan buku akan dipasarkan ke Asia pasifik bahkan di Eropa dan Amerika, tetapi rekor untuk ini tidak semua orang bisa mendapatkannya kecuali kalau buku-nya betul-betul bagus, misalnya seperti buku yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer dan Ayu Utami, sudah diterbitkan dalam berbagai bahasa. Serta yang penting kita harus tahu bahwa selain penerbitan ternyata melaui internet kita sudah bisa mempublikasikan hasil karya kita berupa buku dan artikel plus dapat uang lagi. Oke, kan?
Penulis buku dan artikel memiliki peluang menjual buku dan artikel lebih luas. Kalau penerbit buku menolak, toh ada media lain yang tidak kalah cepat dan menghasilkan jika penulis buku bisa memanfaatkan celah itu. Penulis buku dan artikel bisa menjualnya melalui internet dan hal ini sudah banyak yang melakukan.
Anne Ahira seorang internet marketer muda yang berdomisili di Bandung, ia mendapatkan uang hanya dari berjualan buku panduan "bagaimana menjalankan internet marketing". Begitu juga dengan banyak orang yang sudah berpraktik menjual karyanya dalam bentuk e-book demi mendapatkan uang. Jadi, jalur seorang penulis buku dan artikel sangatlah lebar bila dibandingkan di era sebelum kemunculan komputer. Selain mejual buku dan artikel melaui darat, bisa pula menjual melalui kabel.
Melalui internet, selain bisa dijadikan media untuk berjualan buku dan artikel, juga bisa digunakan sebagai sarana promosi. Entah itu dengan cara memasang brosur di website, blogger, word preess atau memasukan iklan di milis-milis yang sesuai. Kemunkinan tersebarnya informasi kemunculan buku seorang penulis akan terjadi begitu cepat. Bahkan tulisan bisa dibaca oleh ribuan orang bahkan jutaan orang di seluruh dunia. Internet merupakan media promosi yang dampaknya luar biasa jika tulisan sangat digemari oleh pembacanya. Buku cerita "Radikus Makan Kakus" yang ditulis oleh Raditya Dika awalnya bukanlah ditujukan untuk penerbitan agar dicetak dan dipasarkan. Ia semula hanya iseng membuat tulisan-tulisan humor di blogger dan tidak disangka-sangka ternyata tulisannya digemari banyak orang, sehingga akhirnya ada penerbit yang mau menerbitkan tulisan-tulisannya ke dalam media cetakan seperti buku dan sebagainya.
Selain dalam bentuk tulisan pendek seperti humor, artikel serta tulisan pendek lainnya, tulisan dalam bentuk e-book juga diminati. E-book adalah buku elektronik yang bisa didownload oleh yang membutuhkan setelah membayar sejumlah uang tertentu dan kemudian mencetaknya sehingga mudah dibaca. Menjual e-book merupakan langkah kedua setelah penerbit tidak bisa menerbitkan tulisan Anda. Melalui e-book Anda bisa mendapatkan uang tanpa harus menjajakan karya tulis Anda.
Buku dan artikel dalam bentuk e-book akan dikenali pembaca di seluruh dunia, dibandingkan sebelumnya yang hanya lokal saja. Penerbit di Indonesia hanya memasarkan buku di seluruh Indonesia saja, kecuali kalau sudah diterjemahkan, kemungkinan buku akan dipasarkan ke Asia pasifik bahkan di Eropa dan Amerika, tetapi rekor untuk ini tidak semua orang bisa mendapatkannya kecuali kalau buku-nya betul-betul bagus, misalnya seperti buku yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer dan Ayu Utami, sudah diterbitkan dalam berbagai bahasa. Serta yang penting kita harus tahu bahwa selain penerbitan ternyata melaui internet kita sudah bisa mempublikasikan hasil karya kita berupa buku dan artikel plus dapat uang lagi. Oke, kan?































