c. Spektakuler: APBN Pendidikan 20%.
Peluang mendapatkan uang dari menulis buku dan artikel tidak menutup kemungkinan bisa berasal dari kebijakan pemerintah yang mendukung pengadaan buku. Seperti tahun 2009, pemerintah mencanangkan akan mengucurkan
dana untuk pendidikan sebesar 20% dari APBN. Kalau anggaran itu bisa terwujud maka banyak sekali uang yang digunakan untuk membiayai pendidikan, termasuk sarana yang akan dibelinya yang antara lain adalah buku. Perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan berarti berdampak pada penerbitan buku, sehingga dibutuhkan berbagai naskah. Nah, kalau Anda adalah seorang penuils buku maka celah untuk mendapatkan uang dari penulisan buku-buku Anda sangat terbuka lebar.
Jika APBN untuk pendidikan dikucurkan cukup besar di dunia pendidikan berarti anggaran beli buku meningkat. Dengan demikian, daya beli untuk buku semakin meningkat pula. Pasar buku akhirnya juga menjadi bergairah. Hal ini tentu saja karena pendidikan identik dengan buku. Kalau pendidikan dibiayai maka dengan sendirinya kebutuhan akan buku juga dibiayai oleh pemerintah. Serta yang sering muncul di permukaan adalah dicarinya naskah-naskah untuk pendidikan itu, dan nilainya cukup besar jika naskah buku yang cocok dibeli pemerintah. Baru-baru ini penawaran untuk menulis buku pegangan sekolah SD dan SMP untuk satu naskah kurang lebih nilainya seratus juta. Nah, bagi penulis yang kreatif dan rajin ini adalah peluang untuk mendapatkan uang.
Selain itu, kejadian ini mendorong dicarinya penulis buku, baik yang komersial mapun yang berbasis kompetensi. Karena sifatnya tender maka siapa yang menulis terbaik, terkomplit dan teruju akan mendapatkan peluang meraih tender itu. Namun tidaklah membuat kita cemas jika tidak bisa mendapatkan tender, bukankah peluang lain masih terbuka lebar. Selain untuk naskah buku yang menunjang pendidikan, bukankah kita masih bisa menulis naskah buku komersial yang sekarang ini lagi trend dan diminati oleh pembacanya. Pada tahun 2005 - 2008 buku-buku yang bertopik "how to..." selalu dicari konsumennya. Pada saat krisis banyak pembaca yang mencari buku-buku tentang peluang usaha. Jadi, peluang untuk menulis buku sangat terbuka lebar dan dari sanalah penulis bisa mendapatkan uang.
Kembali lagi ke APBN yang jumlahnya 20%, kalau hal ini benar-benar terwujud maka industri penerbitan dengan sendirinya akan bergeliat. Kalau dunia penerbitan bergeliat berarti dibutuhkan pula naskah-naskah baru yang akan menunjang dunia penerbitan. Untuk itu, aktivitas menulis buku dan artikel sudah bisa diandalkan sebagai profesi, walaupun sebelumnya hanya sebagai hobi, sebagai pekerjaan sambilan atau hanya untuk mengisi waktu luang. Sekarang ini jika profesi menulis buku dan artikel ditekuni dengan sungguh-sungguh maka penulis akan memiliki peluang untuk mendapatkan uang.
Peluang mendapatkan uang dari menulis buku dan artikel tidak menutup kemungkinan bisa berasal dari kebijakan pemerintah yang mendukung pengadaan buku. Seperti tahun 2009, pemerintah mencanangkan akan mengucurkan
dana untuk pendidikan sebesar 20% dari APBN. Kalau anggaran itu bisa terwujud maka banyak sekali uang yang digunakan untuk membiayai pendidikan, termasuk sarana yang akan dibelinya yang antara lain adalah buku. Perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan berarti berdampak pada penerbitan buku, sehingga dibutuhkan berbagai naskah. Nah, kalau Anda adalah seorang penuils buku maka celah untuk mendapatkan uang dari penulisan buku-buku Anda sangat terbuka lebar.
Jika APBN untuk pendidikan dikucurkan cukup besar di dunia pendidikan berarti anggaran beli buku meningkat. Dengan demikian, daya beli untuk buku semakin meningkat pula. Pasar buku akhirnya juga menjadi bergairah. Hal ini tentu saja karena pendidikan identik dengan buku. Kalau pendidikan dibiayai maka dengan sendirinya kebutuhan akan buku juga dibiayai oleh pemerintah. Serta yang sering muncul di permukaan adalah dicarinya naskah-naskah untuk pendidikan itu, dan nilainya cukup besar jika naskah buku yang cocok dibeli pemerintah. Baru-baru ini penawaran untuk menulis buku pegangan sekolah SD dan SMP untuk satu naskah kurang lebih nilainya seratus juta. Nah, bagi penulis yang kreatif dan rajin ini adalah peluang untuk mendapatkan uang.
Selain itu, kejadian ini mendorong dicarinya penulis buku, baik yang komersial mapun yang berbasis kompetensi. Karena sifatnya tender maka siapa yang menulis terbaik, terkomplit dan teruju akan mendapatkan peluang meraih tender itu. Namun tidaklah membuat kita cemas jika tidak bisa mendapatkan tender, bukankah peluang lain masih terbuka lebar. Selain untuk naskah buku yang menunjang pendidikan, bukankah kita masih bisa menulis naskah buku komersial yang sekarang ini lagi trend dan diminati oleh pembacanya. Pada tahun 2005 - 2008 buku-buku yang bertopik "how to..." selalu dicari konsumennya. Pada saat krisis banyak pembaca yang mencari buku-buku tentang peluang usaha. Jadi, peluang untuk menulis buku sangat terbuka lebar dan dari sanalah penulis bisa mendapatkan uang.
Kembali lagi ke APBN yang jumlahnya 20%, kalau hal ini benar-benar terwujud maka industri penerbitan dengan sendirinya akan bergeliat. Kalau dunia penerbitan bergeliat berarti dibutuhkan pula naskah-naskah baru yang akan menunjang dunia penerbitan. Untuk itu, aktivitas menulis buku dan artikel sudah bisa diandalkan sebagai profesi, walaupun sebelumnya hanya sebagai hobi, sebagai pekerjaan sambilan atau hanya untuk mengisi waktu luang. Sekarang ini jika profesi menulis buku dan artikel ditekuni dengan sungguh-sungguh maka penulis akan memiliki peluang untuk mendapatkan uang.































