Dapatkan BACKLINK GRATIS dari beberapa website PR 6 dan PR 3. (Hanya sampai 31 Januari 2015)
























































































































































artikel of designed with the beautiful airplane prints
artikel of the top manufacturers of airplane crib bedding
artikel of the airplane crib bedding sets
artikel of the massive expense of helicopters
artikel of particularly rewarding as almost every RC airplane modeller
artikel of model airplane setup to offer a professional service
artikel of inexpensive disposable 35mm camera to the bottom of your model aeroplane
artikel of strapping some sort of camera to the model airplane
artikel of RC model airplane pilot
artikel of Electric power for your model airplane
artikel for the hobby of RC model airplane flying
artikel of aerial photography and video using your RC model airplane
artikel of professional aviation before returning to aeromodelling
artikel of the military when they were flying in the very airplane
artikel of be careful about with your model airplane

smartphone android iphone
smartphone android iphone
smartphone android iphone
self-improvement, family,
healthy, recipes, sport
smartphone android iphone
smartphone android iphone
computer, gadget, education
Business, Finance, Jobs
smartphone android iphone
smartphone android iphone
Cari Perbedaan
sejarah islam

Tiruan Dari Teknologi Ciptaan Tuhan

by: Hartono Halim
Dalam lomba "karya ilmiah" penemuan teknologi, umat manusia dan alam sebagai ciptaan Tuhan saling berbagi. Kadang manusia yang lebih unggul, tetapi sering juga alam sudah lebih dulu memakai "penemuan baru" manusia itu.

Kelihatannya alam yang menang dalam lomba ini, karena Tuhan memang sudah menetapkan hukum atasnya demikian, sedangkan umat manusia boleh dikatakan baru saja mulai. Umat manusia dengan penemuan barunya seperti roda bulat misalnya, yang ditemukan untuk mempercepat jalannya gerobak. Mesin uap untuk menghasilkan tenaga pengganti kuda, motor bakar untuk menghasilkan tenaga pengganti mesin uap dan roket persawat antariksa untuk mencapai bulan. Itu semua tidak ada di alam begitu saja, tapi sebenarnya ciptaan Tuhan sudah sejak diciptakan memakai teknologi super mutahir itu.

Teknologi Meniru
Setelah dipelajari lebih mendalam, alam ternyata lebih senior. Prinsip daya dorong dari roket ternyata sudah dipakai oleh ubur-ubur. Ide untuk membakar dua bahan kimia dalam satu ruangan menjadi bahan bakar roket, ternyata juga sudah dipraktekkan oleh kumbang pembom Brachynus crepitans.

Begitu juga kamar hotel supermurah di Jepang yang dibangun pas-pasan untuk ukuran tubuh orang tidur. Memang kamar itu diberi lampu untuk membaca dan pesawat TV pada dinding ujung, tetapi kamar berbentuk sel itu disusun bertingkat, sehingga menghemat tempat. Ini benar-benar inovasi yang mengagumkan. Tetapi ternyata Tuhan telah menciptakan teknologi itu lebih dulu pada lebah. Selnya dibangun pas-pasan juga untuk badan seekor lebah yang mau tidur.

Juga simpul tambang untuk menambatkan sesuatu, seperti kapal laut yang besar misalnya. Makin banyak dilingkarkan sebagai simpul pada tiang tambatan di dermaga, makin kuat ia mengikat kapal laut raksasa itu. Ternyata Liana, tanaman pemanjat yang tumbuh dalam hutan belantara juga sudah lebih dulu menerapkannya agar bisa kokoh tertambat pada batang pohon lain. Makin banyak dilingkarkan, makin bisa kokoh menahan tarikan.

Kabel telepon berbentuk spiral yang sejak tahun 40-an (di Amerika) dipakai mengganti kabel kuno yang gepeng itu, ternyata juga sudah ditemukan oleh tanaman markisah Passiflora vividiflora untuk mengaitkan rantingnya pada tanaman lain. Ia berbuat begitu karena tumbuh di hutan belantara yang banyak anginnya, sehingga perlu fleksibilitas tinggi agar tidak putus pegangannya.

Contoh lain misalnya lomba loncat galah di arena atletik. Kini memakai galah kayu yang mampu menahan beban bobot orang dewasa yang mau meloncati garis ketinggian, dengan bantuan daya pental batang kayu itu. Di alam, fenomena ini ditunjukkan oleh batang gandum yang harus menahan beban bulir buah gandum. Batang gandum yang hanya 0,8 g dan galah atlet yang hanya 2 kg mendasarkan kerjanya pada prinsip yang sama. Bentuk pembuluh mereka menghemat bobot, sedangkan jaringan kayu di dalamnya tahan tarikan, sehingga menghasilkan stabililtas yang luar biasa. Keduanya dapat menahan beban berkali-kali lebih besar daripada bobotnya masing-masing.

Kubah Geodetis dan Radar.

Contoh lain yang paling menghobohkan ialah karya arsitek Richard Buckminster Fuller, yang dengan perhitungan matematis yang rumit berhasil mengembangkan kubah geodetis. Kubah tidak perlu terbuat dari batu semen lagi seperti kubah kuno gedung kapitol Amerika dan gereja Santo Petrus di Roma, tetapi dari batangan-batangan besi yang saling dihubungkan dengan sekrup. Kalau dikombinasikan menjadi segi tiga atau segi enam, batangan ini bisa menampung tekanan kubah yang amat berat bersama-sama dan meneruskannya secara merata ke tanah.

Kubah semacam ini yang pertama kali dibangun tahun 1953 di atas gedung kantor pusat Ford Company di Detroit, menimbulkan sensasi besar. Ruangan yang dipayunginya luas ekali, sampai bergaris tengah 28 m dan berat kubah itu sendiri 8,5 ton. Apakah ini bukti keunggulan daya inovasi manusia?

Ternyata bukan juga! Beberapa tahun kemudian, para bioglog yang memakai mikroskop elektron untuk pertama kalinya dalam penelitian, menemukan dunia renik yang menakjubkan dari ganggang kersik Diatomeae. Ganggang ini ada yang berkerangka kapur, persis seperti kubah ciptaan Fuller tadi.

Ternyata Allah SWT lewat ciptaan-Nya yakni alam semesta ini telah menciptakan banyak sekali teknologi, seperti manusia modern menemukan inovasi teknologi lewat komputer. Sistem pecarian benda di kegelapan pada kelelawar tercipta sebagai hasil pekerjaan sipil, binatang ini. Sistem alamiah ini ternyata persis sama dengan radar yan dikembangkan oleh fisikawan Amerika Gregory Breit dan Merle A. Tuve.

Lewat hidungnya, kelelawar telinga besar Myotis myotis memekikkan suara berfrekuesi tinggi yang akan dipantulkan oleh tubuh serangga yang diburunya di kegelapan. Pantulan ini setelah ditangkap oleh telinga diolah datanya dalam otak, untuk menetapkan posisi serangga kecil dalam kegelapan itu. Kesamaanya dengan pesawat radar temuan manusia benar-benar menakjubkan. Radar menyiarkan gelombang elektromagnetik berfrekuensi tinggi juga ke arah benda yang dicarinya di kegelapan. Dari data pantulan yang diterima kembali, komputer kemudian menghitung di manakah posisi musuh yang akan menyerang, sehingga sebelum datang sudah bisa disambut dengan senjata roket penangkal.

Makin banyak fakta pengetahuan yang kita kumpulkan di kemudian hari, niscaya akan makin banyak pula kesamaan-kesamaan yang akan tampak dengan "penemuan ciptaan Allah" sebelumnya.***

Copyright © 2009 http://www.indexarticles.com/


 








Copyright © 2010 by: www.IndexArticles.com

Proudly Powered by: Blogger
Designed by blogtemplate4u.com | Blogspot Tutorial