d. Menggeser hobi ke profesi
Kalau ingin konsisten caranya memang harus menggeser hobi menulis buku ini menjadi sebuah profesi. Kalau membuat aktivitas menulis sebagai hobi maka Anda akan kekeringan uang. Tapi kalau sebagai profesi Anda akan kebanjiran uang. betulkah? Hal ini bisa betul atau tidak tergantung pula pada Anda. Kalau penulis bilang bisa untuk profesi, tetapi Anda tidak menulis buku atau artikel dan karyanya sedikit, maka nanti penulis yang disalahkan. Menjadikan menulis buku atau artikel sebagai profesi tentunya harus total dan tidak separuh-separuh.
Kalau hobi akan menghabiskan uang maka profesi bisa menghasilkan uang. Itu yang harus Anda tahu. Hobi apa pun kalau ditekuni pasti akan menghabiskan uang. Kalau Anda hanya hobi menulis doang, tentunya Anda akan kehabisan uang untuk membeli kertas, membeli camilan, minuman, vitamin serta lainnya supaya Anda bisa menulis. Tapi kalau sebagai profesi meskipun Anda mengeluarkan biaya, tapi Anda juga mendapatkan uang dari penerbit sehingga bisa meng-cover biaya yang Anda keluarkan.
Kalau bisa masuklah ke club tulis menulis. Seperti Forum Lingkar Pena. Kenapa harus masuk ke club itu? Tentunya supaya Anda terus-menerus bersemangat dan mendapatkan berbagai informasi baru dalam bidang tulis-menulis. Biasanya Anda akan mendapatkan pengalaman baru yang dialami penulis buku lain melalui sharing, atau bacaan yang diterbitkan oleh club itu. Selain semangat tentunya supaya energi menulis terus muncul sehingga mendorong untuk selalu konsisten dalam menulis.
Menulislah dengan cara yang ulang-alik, seperti menulis bagian yang ringan dulu dan merupakan pengetahuan Anda. Dan kemudian baru menulis (materi-materi buku) yang berat dan membutuhkan pembelajaran. Setiap yang Anda tulis tidak semuanya merupakan bagian yang Anda kuasai. Bisa jadi Anda perlu bertanya ke narasumber. Maka menulislah dengan cara yang tidak urut, kalau sudah selesai bab-bab yang mudah, barulah menulis yang sulit. Ini adalah suatu cara Anda agar konsisten menulis dan berhenti menulis hanya karena harus menemukan referensi terlebih dahulu.
Kalau hobi akan menghabiskan uang maka profesi bisa menghasilkan uang. Itu yang harus Anda tahu. Hobi apa pun kalau ditekuni pasti akan menghabiskan uang. Kalau Anda hanya hobi menulis doang, tentunya Anda akan kehabisan uang untuk membeli kertas, membeli camilan, minuman, vitamin serta lainnya supaya Anda bisa menulis. Tapi kalau sebagai profesi meskipun Anda mengeluarkan biaya, tapi Anda juga mendapatkan uang dari penerbit sehingga bisa meng-cover biaya yang Anda keluarkan.
Kalau bisa masuklah ke club tulis menulis. Seperti Forum Lingkar Pena. Kenapa harus masuk ke club itu? Tentunya supaya Anda terus-menerus bersemangat dan mendapatkan berbagai informasi baru dalam bidang tulis-menulis. Biasanya Anda akan mendapatkan pengalaman baru yang dialami penulis buku lain melalui sharing, atau bacaan yang diterbitkan oleh club itu. Selain semangat tentunya supaya energi menulis terus muncul sehingga mendorong untuk selalu konsisten dalam menulis.
Menulislah dengan cara yang ulang-alik, seperti menulis bagian yang ringan dulu dan merupakan pengetahuan Anda. Dan kemudian baru menulis (materi-materi buku) yang berat dan membutuhkan pembelajaran. Setiap yang Anda tulis tidak semuanya merupakan bagian yang Anda kuasai. Bisa jadi Anda perlu bertanya ke narasumber. Maka menulislah dengan cara yang tidak urut, kalau sudah selesai bab-bab yang mudah, barulah menulis yang sulit. Ini adalah suatu cara Anda agar konsisten menulis dan berhenti menulis hanya karena harus menemukan referensi terlebih dahulu.































