Malamnya, ketika aku sudah berada di ibu kota Kecamatan yang bernama Sedinginan, pengalamanku bersama si kakek di lepau desa Rangau masih tetap terbayang. Masih segar dalam ingatanku wajah kakek yang segar, gerak-geriknya yang energik, senyumnya yang ramah dan gurau-sendanya yang penuh humor. Namun yang paling mengesankan bagiku adalah kebanggaannya sebagai seorang pemburu ulung sewaktu mudanya. Masih segar dalam ingatanku bagaimana kakek dengan penuh semangat bercerita bagaimana ia dengan penuh keyakinan dan kejantanan menempuh semak-belukar, mencari dan memburu hingga akhirnya menpadatkan apa yang ia cari. Kebanggan sebagi pemburu mempunyai nilai yang sangat tinggi baginya, merupakan miliknya yang sangat berharga, yang tidak dapat dimiliki orang lain, tidak dapat dibeli dan karenanya ia merasa puas dan bahagia, demikian kesanku terhadap si kakek.
Semua pengalaman dan kesan itu menimbulkan keinginanku untuk merekamnya, membagikannya dalam bentuk tulisan, yakni cerpen.
Tapi apa yang harus kutulis? Apa ide dasar yang mungkin kuandalkan? Modal yang ada hanyalah: kakek yang energik, ramah dan humoris, kebanggaannya sebagai pemburu ulung, rusa benggala yang bisa mempunyai tuah (puaka), ilmu perburuan yang harus ada pada pemburu tradisional, dan dua nama yang menurutku cukup "serasi" dengan suasana itu, yakni Joman dan Alang.
Setelah mengerahkan imajinasi sedemikian rupa, akhirnya tersusunlah ide dasar sebagai berikut:
Seorang pemuda kota pergi berburu ke desa, dengan senjata dan teori perburuan yang dibawanya dari kota. Tapi ternyata tak seekor binatang buruan pun yang berhasil didapatnya. Sebagian orang desa percaya pada kepercayaan yang termasuk syirik ini, bahwa semua binatang buruan ada yang memilikinya, yakni makhluk halus. Bila ingin mendapatkan binatang itu, haruslah memintanya kepada sang "gembala". Begitu menurut mereka.
Tapi ketika akhirnya pemuda kota tadi tak pernah berhasil mendapatkan binatang buruan walau seekor ayam hutan sekalipun, si pemuda mulai bimbang. Ia melihat, orang-orang desa hanya dengan bedil kuno berhasil mendapatkan binatang buruan. Akhirnya iapun ikut belajar ilmu berburu tradisional. Tapi setelah ilmu perburuan itu dipelajarinya, ia tetap tak pernah berhasil mendapatkan binatang buruan, karena memang ia tidak mahir menembak, sedang orang-orang desa telah mulai ikut berburu ketika mereka masih sangat muda.
Itu ide dasar yang berhasil kususun yang akan kujadikan sebuah plot nantinya.
Copyright © 2009 http://www.indexarticles.com/
Semua pengalaman dan kesan itu menimbulkan keinginanku untuk merekamnya, membagikannya dalam bentuk tulisan, yakni cerpen.
Tapi apa yang harus kutulis? Apa ide dasar yang mungkin kuandalkan? Modal yang ada hanyalah: kakek yang energik, ramah dan humoris, kebanggaannya sebagai pemburu ulung, rusa benggala yang bisa mempunyai tuah (puaka), ilmu perburuan yang harus ada pada pemburu tradisional, dan dua nama yang menurutku cukup "serasi" dengan suasana itu, yakni Joman dan Alang.
Setelah mengerahkan imajinasi sedemikian rupa, akhirnya tersusunlah ide dasar sebagai berikut:
Seorang pemuda kota pergi berburu ke desa, dengan senjata dan teori perburuan yang dibawanya dari kota. Tapi ternyata tak seekor binatang buruan pun yang berhasil didapatnya. Sebagian orang desa percaya pada kepercayaan yang termasuk syirik ini, bahwa semua binatang buruan ada yang memilikinya, yakni makhluk halus. Bila ingin mendapatkan binatang itu, haruslah memintanya kepada sang "gembala". Begitu menurut mereka.
Tapi ketika akhirnya pemuda kota tadi tak pernah berhasil mendapatkan binatang buruan walau seekor ayam hutan sekalipun, si pemuda mulai bimbang. Ia melihat, orang-orang desa hanya dengan bedil kuno berhasil mendapatkan binatang buruan. Akhirnya iapun ikut belajar ilmu berburu tradisional. Tapi setelah ilmu perburuan itu dipelajarinya, ia tetap tak pernah berhasil mendapatkan binatang buruan, karena memang ia tidak mahir menembak, sedang orang-orang desa telah mulai ikut berburu ketika mereka masih sangat muda.
Itu ide dasar yang berhasil kususun yang akan kujadikan sebuah plot nantinya.
Copyright © 2009 http://www.indexarticles.com/































